7 Gunungan Gerebek Maulud Keraton Yogyakarta Jadi Rebutan Warga
Minggu, 05/02/2012 13:40 WIB
Gunungan Diarak/ Foto Bagus Kurniawan
Yogyakarta
Keraton Yogyakarta menggelar acara tradisi Gerebek Maulud Tahun Wawu 1945 berdasarkan penanggalan Jawa atau bertepatan dengan hari ini, Minggu (5/2/2012). Sebanyak tujuh gunungan yang merupakan hajat dalem atau berkah dalem Keraton Yogyakarta, jadi rayahan atau rebutan ribuan warga.
Ketujuh gunungan terdiri dari 3 gunungan kakung dan satu gunungan putri, satu gunungan gepak, satu gunungan darat, dan satu gunungan pawuhan. Barang-barang tersebut diperebutkan di tiga tempat berbeda, yakni di halaman Masjid Besar Kauman, Kadipaten Pura Pakualaman, dan kompleks Kantor Gubernur DIY di Kepatihan.
Sebanyak lima gunungan yakni satu gunungan kakung, putri, gepak, darat, dan pawuhan di perebutkan di Masjid Besar Kauman. Sedangkan satu gunungan kakung diperebutkan di Pura Pakualaman dan satu gunungan kakung di Kepatihan.
Prosesi Gerebek Mulud ini merupakan puncak perayaan sekaten untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Sebelum acara dimulai, ribuan warga sudah memadati sekitar Alun Alun Utara dan Masjid Besar Kauman.
Sebelum gunungan keluar, dimulai acara kirab prajurit keraton yang dipimpin manggalayudha prajurit yang juga adik Sultan HB X, GBPH Yudhaningrat. Satu persatu prajurit mulai dari Wirobrojo, Daeng, Patangpuluh, Ketanggung, Prawirotama, Mantrijero, Nyutro dan Jagakarya keluar menuju pagelaran keraton melalui Siti Hinggil.
Ketujuh gunungan keluar dengan dikawal prajurit Bugis, Surakarta serta prajurit Lombok Abang dan Plangkir dari Pakualaman. Saat gunungan keluar, dilakukan penghormatan dengan tiga kali tembakan salvo ke udara.
Lima gunungan dibawa menuju Masjid Besar Kauman. Warga pun antusias untuk merayah gunungan tersebut. Saat gunungan didoakan oleh penghulu masjid, petugas keamanan sudah meminta warga tertib. Gunungan baru boleh dirayah setelah doa usai. Begitu doa selesai dipanjatkan warga langsung berebut merayah gunungan yang terbuat dari aneka hasil bumi dan sayuran itu.
Dua gunungan lagi, yakni satu gunungan di bawa menuju Kepatihan dengan dikawal pasukan gajah dan prajurit Bugis dan para abdi dalem Keprajan Sipat Bupati. Satu gunungan lagi di kawal prajurit Lombok Abang dan Plangkir menuju Puro Pakualaman.
Dua gunungan yang diperebutkan di Pura Pakualaman dan Kepatihan itu merupakan simbol bersatunya Kasultanan Yogyakarta, Kadipaten Pura Pakualaman, dan Kepatihan yang merupakan pusat pemerintahan Yogyakarta.
(bgs/try)
Ketujuh gunungan terdiri dari 3 gunungan kakung dan satu gunungan putri, satu gunungan gepak, satu gunungan darat, dan satu gunungan pawuhan. Barang-barang tersebut diperebutkan di tiga tempat berbeda, yakni di halaman Masjid Besar Kauman, Kadipaten Pura Pakualaman, dan kompleks Kantor Gubernur DIY di Kepatihan.
Sebanyak lima gunungan yakni satu gunungan kakung, putri, gepak, darat, dan pawuhan di perebutkan di Masjid Besar Kauman. Sedangkan satu gunungan kakung diperebutkan di Pura Pakualaman dan satu gunungan kakung di Kepatihan.
Prosesi Gerebek Mulud ini merupakan puncak perayaan sekaten untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Sebelum acara dimulai, ribuan warga sudah memadati sekitar Alun Alun Utara dan Masjid Besar Kauman.
Sebelum gunungan keluar, dimulai acara kirab prajurit keraton yang dipimpin manggalayudha prajurit yang juga adik Sultan HB X, GBPH Yudhaningrat. Satu persatu prajurit mulai dari Wirobrojo, Daeng, Patangpuluh, Ketanggung, Prawirotama, Mantrijero, Nyutro dan Jagakarya keluar menuju pagelaran keraton melalui Siti Hinggil.
Ketujuh gunungan keluar dengan dikawal prajurit Bugis, Surakarta serta prajurit Lombok Abang dan Plangkir dari Pakualaman. Saat gunungan keluar, dilakukan penghormatan dengan tiga kali tembakan salvo ke udara.
Lima gunungan dibawa menuju Masjid Besar Kauman. Warga pun antusias untuk merayah gunungan tersebut. Saat gunungan didoakan oleh penghulu masjid, petugas keamanan sudah meminta warga tertib. Gunungan baru boleh dirayah setelah doa usai. Begitu doa selesai dipanjatkan warga langsung berebut merayah gunungan yang terbuat dari aneka hasil bumi dan sayuran itu.
Dua gunungan lagi, yakni satu gunungan di bawa menuju Kepatihan dengan dikawal pasukan gajah dan prajurit Bugis dan para abdi dalem Keprajan Sipat Bupati. Satu gunungan lagi di kawal prajurit Lombok Abang dan Plangkir menuju Puro Pakualaman.
Dua gunungan yang diperebutkan di Pura Pakualaman dan Kepatihan itu merupakan simbol bersatunya Kasultanan Yogyakarta, Kadipaten Pura Pakualaman, dan Kepatihan yang merupakan pusat pemerintahan Yogyakarta.
(bgs/try)
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 08:47 WIB
Grasi Corby Diharapkan Dapat Memudahkan Masalah WNI di Luar Negeri
-
Minggu, 27/05/2012 08:22 WIB
Timses Hidayat-Didik Sambut Baik Keinginan Foke Ikut Debat Cagub DKI
-
Minggu, 27/05/2012 07:43 WIB
Komwas PD: Penghadangan Anas Tak Lepas Dari Masalah Internal DPD Malut
-
Minggu, 27/05/2012 07:22 WIB
Menengok Kehidupan di Pulau Terluar Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 07:43 WIB
Komwas PD: Penghadangan Anas Tak Lepas Dari Masalah Internal DPD Malut
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
284 Komentar
-
237 Komentar
-
220 Komentar
-
220 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
