FITRA Cs: Selamatkan Indonesia dari Gurita Utang
Minggu, 05/02/2012 12:39 WIB
Jakarta
Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) menyebut utang Indonesia pada 2012 mencapai Rp 1.937 triliun. Angka ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang besarnya Rp 1.803 triliun. FITRA pun berteriak agar Indonesia diselamatkan dari gurita utang.
"Utang pemerintah pada zaman pemerintah Megawati ke zaman pemerintah SBY mengalami kenaikan sebesar Rp 705 triliun," ujar Koordinator FITRA, Uchok Sky Khadafi.
Hal itu disampaikan dia dalam rilis bersama dengan Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) UGM dan Komite Penyelidikan dan Pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KP2KKN) Jawa Tengah, Minggu (5/2/2012).
Dijelaskan Uchok, posisi utang pada masa Megawati sebesar Rp 1.232 triliun pada tahun 2003. Sedangkan posisi utang pada masa pemerintah SBY sebesar Rp 1.937 triliun pada tahun anggaran 2012.
"Pengelolaan utang oleh pemerintahan SBY sangat amburadul dan sangat mengecewakan," kritiknya.
Dia beralasan, utang dipakai untuk 'bermewah-mewahan' untuk memenuhi pembelian fasilitas para pejabat negara. Misalnya saja pembelian pesawat Kepresidenan dengan konsep green aircraft dengan alokasi anggaran sebesar Rp 526 miliar.
"Pembelian pesawat kepresidenan yang berasal dari utang bisa dilihat pada tahun 2011, pemerintah berutang sebesar Rp 92 miliar. Dan pada tahun 2012 pemerintah berutang sebesar Rp 339 miliar," jelas Uchok.
"Selain itu, Anggaran PNPM Mandiri yang berasal utang mengalami kebocoran sebesar Rp 200 miliar. Dengan demikian, jelas bahwa Indonesia berutang tetapi hanya untuk dikorup oleh pejabat-pejabat publik," imbuhnya.
Dia memaparkan kalau pada tahun anggaran 2012 dengan utang sejumlah Rp 1.937 triliun dibagi dengan 259 juta orang, berarti untuk setiap satu orang penduduk mempunyai utang sebesar Rp 7.478.764. Menurut Uchok, utang tersebut berpotensi dikorupsi.
"Kami dari Seknas FITRA, Pukat UGM, KP2KKN Jawa Tengah mendesak pemerintah SBY untuk melakukan moratorium atau pengajuan keringanan pembayaran utang," katanya.
Fitra cs juga meminta pemerintah SBY membatalkan pengadaan pesawat kepresidenan dengan konsep green aircraft tersebut. Menurut dia pembelian pesawat Kepresidenan ini hanya menginjak-injak harga diri bangsa.
"Pembelian pesawat ini bukan sesuatu kebanggaan tetapi hanya memperlihatkan bahwa pejabat kita hanya hedonisme saja. Dan terakhir kami meminta kepada DPR agar menekan pemerintah untuk membatalkan pembelian pesawat yang dana bersumber dari utang tersebut," pinta Uchok.
(vit/gun)
"Utang pemerintah pada zaman pemerintah Megawati ke zaman pemerintah SBY mengalami kenaikan sebesar Rp 705 triliun," ujar Koordinator FITRA, Uchok Sky Khadafi.
Hal itu disampaikan dia dalam rilis bersama dengan Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) UGM dan Komite Penyelidikan dan Pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KP2KKN) Jawa Tengah, Minggu (5/2/2012).
Dijelaskan Uchok, posisi utang pada masa Megawati sebesar Rp 1.232 triliun pada tahun 2003. Sedangkan posisi utang pada masa pemerintah SBY sebesar Rp 1.937 triliun pada tahun anggaran 2012.
"Pengelolaan utang oleh pemerintahan SBY sangat amburadul dan sangat mengecewakan," kritiknya.
Dia beralasan, utang dipakai untuk 'bermewah-mewahan' untuk memenuhi pembelian fasilitas para pejabat negara. Misalnya saja pembelian pesawat Kepresidenan dengan konsep green aircraft dengan alokasi anggaran sebesar Rp 526 miliar.
"Pembelian pesawat kepresidenan yang berasal dari utang bisa dilihat pada tahun 2011, pemerintah berutang sebesar Rp 92 miliar. Dan pada tahun 2012 pemerintah berutang sebesar Rp 339 miliar," jelas Uchok.
"Selain itu, Anggaran PNPM Mandiri yang berasal utang mengalami kebocoran sebesar Rp 200 miliar. Dengan demikian, jelas bahwa Indonesia berutang tetapi hanya untuk dikorup oleh pejabat-pejabat publik," imbuhnya.
Dia memaparkan kalau pada tahun anggaran 2012 dengan utang sejumlah Rp 1.937 triliun dibagi dengan 259 juta orang, berarti untuk setiap satu orang penduduk mempunyai utang sebesar Rp 7.478.764. Menurut Uchok, utang tersebut berpotensi dikorupsi.
"Kami dari Seknas FITRA, Pukat UGM, KP2KKN Jawa Tengah mendesak pemerintah SBY untuk melakukan moratorium atau pengajuan keringanan pembayaran utang," katanya.
Fitra cs juga meminta pemerintah SBY membatalkan pengadaan pesawat kepresidenan dengan konsep green aircraft tersebut. Menurut dia pembelian pesawat Kepresidenan ini hanya menginjak-injak harga diri bangsa.
"Pembelian pesawat ini bukan sesuatu kebanggaan tetapi hanya memperlihatkan bahwa pejabat kita hanya hedonisme saja. Dan terakhir kami meminta kepada DPR agar menekan pemerintah untuk membatalkan pembelian pesawat yang dana bersumber dari utang tersebut," pinta Uchok.
(vit/gun)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 19/05/2012 21:59 WIB
Pengunjung Meradang Dituding Ambil Handuk Kamar Hotel di Simalungun
-
Sabtu, 19/05/2012 21:10 WIB
60 Camp Karyawan Perkebunan Sawit Bakrie Group di Jambi Dirusak Warga
-
Sabtu, 19/05/2012 20:17 WIB
Jembatan Penghubung Kabupaten OKI dan Banyuasin Dibangun 2013
-
Sabtu, 19/05/2012 19:40 WIB
KNKT Akui Pesawat Sukhoi Diganti, Trimarga: Kami Cuma Sebar Undangan
-
Sabtu, 19/05/2012 18:10 WIB
Nyolong Spion Mobil Alphard, 2 Pemuda Ditabrak Polisi
-
Sabtu, 19/05/2012 21:59 WIB
Pengunjung Meradang Dituding Ambil Handuk Kamar Hotel di Simalungun
-
Sabtu, 19/05/2012 19:40 WIB
KNKT Akui Pesawat Sukhoi Diganti, Trimarga: Kami Cuma Sebar Undangan
-
Sabtu, 19/05/2012 21:10 WIB
60 Camp Karyawan Perkebunan Sawit Bakrie Group di Jambi Dirusak Warga
-
Sabtu, 19/05/2012 18:10 WIB
Nyolong Spion Mobil Alphard, 2 Pemuda Ditabrak Polisi
-
571 Komentar
-
462 Komentar
-
392 Komentar
-
334 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 16/05/2012 08:50 WIB
Jualan Sukhoi dari Pasar Asemka
-
Selasa, 15/05/2012 08:57 WIB
Yang Mistis & Yang Ilmiah di Gunung Salak
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 5,978.000
- Rp 2,776.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer



.jpg)


Sending your message



_(baru).gif)

_2.gif)

(2).gif)
