Ganti Kursi Ruang Banggar Tak Selesaikan Masalah
Minggu, 05/02/2012 11:51 WIB
Jakarta
Kursi-kursi impor di ruang Badan Anggaran (Banggar) DPR sudah diganti. Sekitar 178 kursi impor dari Jerman diganti dengan produk lokal. Namun penggantian kursi ini dinilai tidak menyelesaikan masalah.
"Penggantian ini saya rasa adalah bentuk reaksi terhadap desakan publik. Perubahan yang dilakukan bukan sekadar itu. Kalau cuma mengganti kursi tentu tidak akan menyelesaikan masalah besar yang dihadapi di DPR terkait pengadaan barang dan jasa," kata Direktur Monitoring, Advokasi, dan Jaringan Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK) Ronald Rofiandri dalam perbincangan dengan detikcom pekan lalu.
Menurut dia, reaksi DPR yang mengganti kursi ruang rapat Banggar adalah reaksi yang minimalis. Reaksi yang dilakukan hanya demi sorot mata publik pada DPR tak lagi tajam. Jika tidak ada sorotan, mungkin tidak akan pernah diganti.
"Kalau disorot dulu baru ada perubahan, padahal sudah terlanjut diadakan, itu tidak akan membuat adanya perubahan yang signifikan. Peluang seperti itu terjadi lagi, sangat besar," imbuh Ronald.
Terkait permintaan dilengkapinya ruang rapat Banggar dengan alat antisadap, jammer dan sebagainya, menurut Ronald, harus disosialisasikan jauh-jauh hari. Masyarakat harus memahami benar urgensi pengadaan alat-alat semacam itu.
"Kalau DPR selalu disorot saat melakukan pengadaan barang dan jasa, harus dipahami bahwa DPR ini dipertanyakan komitmen transparannya. Dengan sosialiasi jauh-jauh hari maka bisa mengurangi ini. Intinya jangan ada upaya untuk menutup-nutupi," paparnya.
Kursi ruang Banggar diganti pada Kamis (2/2) malam lalu. Kursi ekspor itu harganya sekitar Rp 24 juta per unit, sedangkan kursi lokal penggantinya tidak sampai Rp 2 juta. Meski begitu, penggantian furnitur yang signifikan ini tak serta merta menurunkan anggaran menjadi hanya satu digit saja. Harga renovasi ruangan ini masih berkisar Rp 15 miliar, yang berarti hanya hemat sekitar Rp 5 miliar rupiah.
Padahal berdasarkan standar resmi pemerintah, untuk ukuran ruang kerja Banggar, biaya yang dihabiskan seharusnya hanya sekitar Rp 2,7 miliar.
(vit/lh)
"Penggantian ini saya rasa adalah bentuk reaksi terhadap desakan publik. Perubahan yang dilakukan bukan sekadar itu. Kalau cuma mengganti kursi tentu tidak akan menyelesaikan masalah besar yang dihadapi di DPR terkait pengadaan barang dan jasa," kata Direktur Monitoring, Advokasi, dan Jaringan Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK) Ronald Rofiandri dalam perbincangan dengan detikcom pekan lalu.
Menurut dia, reaksi DPR yang mengganti kursi ruang rapat Banggar adalah reaksi yang minimalis. Reaksi yang dilakukan hanya demi sorot mata publik pada DPR tak lagi tajam. Jika tidak ada sorotan, mungkin tidak akan pernah diganti.
"Kalau disorot dulu baru ada perubahan, padahal sudah terlanjut diadakan, itu tidak akan membuat adanya perubahan yang signifikan. Peluang seperti itu terjadi lagi, sangat besar," imbuh Ronald.
Terkait permintaan dilengkapinya ruang rapat Banggar dengan alat antisadap, jammer dan sebagainya, menurut Ronald, harus disosialisasikan jauh-jauh hari. Masyarakat harus memahami benar urgensi pengadaan alat-alat semacam itu.
"Kalau DPR selalu disorot saat melakukan pengadaan barang dan jasa, harus dipahami bahwa DPR ini dipertanyakan komitmen transparannya. Dengan sosialiasi jauh-jauh hari maka bisa mengurangi ini. Intinya jangan ada upaya untuk menutup-nutupi," paparnya.
Kursi ruang Banggar diganti pada Kamis (2/2) malam lalu. Kursi ekspor itu harganya sekitar Rp 24 juta per unit, sedangkan kursi lokal penggantinya tidak sampai Rp 2 juta. Meski begitu, penggantian furnitur yang signifikan ini tak serta merta menurunkan anggaran menjadi hanya satu digit saja. Harga renovasi ruangan ini masih berkisar Rp 15 miliar, yang berarti hanya hemat sekitar Rp 5 miliar rupiah.
Padahal berdasarkan standar resmi pemerintah, untuk ukuran ruang kerja Banggar, biaya yang dihabiskan seharusnya hanya sekitar Rp 2,7 miliar.
(vit/lh)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 19/05/2012 21:59 WIB
Pengunjung Meradang Dituding Ambil Handuk Kamar Hotel di Simalungun
-
Sabtu, 19/05/2012 21:10 WIB
60 Camp Karyawan Perkebunan Sawit Bakrie Group di Jambi Dirusak Warga
-
Sabtu, 19/05/2012 20:17 WIB
Jembatan Penghubung Kabupaten OKI dan Banyuasin Dibangun 2013
-
Sabtu, 19/05/2012 19:40 WIB
KNKT Akui Pesawat Sukhoi Diganti, Trimarga: Kami Cuma Sebar Undangan
-
Sabtu, 19/05/2012 18:10 WIB
Nyolong Spion Mobil Alphard, 2 Pemuda Ditabrak Polisi
-
Sabtu, 19/05/2012 21:59 WIB
Pengunjung Meradang Dituding Ambil Handuk Kamar Hotel di Simalungun
-
Sabtu, 19/05/2012 19:40 WIB
KNKT Akui Pesawat Sukhoi Diganti, Trimarga: Kami Cuma Sebar Undangan
-
Sabtu, 19/05/2012 21:10 WIB
60 Camp Karyawan Perkebunan Sawit Bakrie Group di Jambi Dirusak Warga
-
Sabtu, 19/05/2012 18:10 WIB
Nyolong Spion Mobil Alphard, 2 Pemuda Ditabrak Polisi
-
571 Komentar
-
462 Komentar
-
392 Komentar
-
334 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 16/05/2012 08:50 WIB
Jualan Sukhoi dari Pasar Asemka
-
Selasa, 15/05/2012 08:57 WIB
Yang Mistis & Yang Ilmiah di Gunung Salak
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 5,978.000
- Rp 2,776.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer



.jpg)


Sending your message



_(baru).gif)

_2.gif)

(2).gif)
