detikcom

Minggu, 05/02/2012 09:34 WIB

SBY Gelar Peringatan Maulid Nabi Bersama Majelis Rasulullah di Monas

Rachmadin Ismail - detikNews
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menghadiri acara dzikir akbar yang digelar majelis dzikir dan salawat, Majelis Rasulullah. Acara tersebut digelar untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh tepat pada hari ini.

Pantauan detikcom, Minggu (5/2/2012), acara dimulai pukul 08.30 WIB di Lapangan Monas, Jakarta. Selain SBY, sejumlah menteri kabinet Indonesia Bersatu Jilid II juga hadir, di antaranya Mensesneg Sudi Silalahi dan Menteri Agama Suryadharma Ali.

Acara ini dipimpin langsung oleh Habib Munzir Bin Fuad Al Musawa. Ada ribuan jamaah majelis Rasulullah yang memadati lapangan Monas. Panas matahari tak melunturkan semangat mereka untuk terus berdzikir.

Dalam acara tersebut, para jamaah juga memberikan doa khusus pada SBY. Terutama agar presiden mendapat keridhoan Allah SWT dalam memimpin negara.

"Kita doakan beliau diberi keteguhan, diberi kekuatan dan selalu dalam genggaman kasih Allah, untuk memimpin negara," kata Habib Munzir.

SBY juga ikut memberi sambutan terkait Maulid Nabi Muhammad SAW. Menurut SBY, Rasulullah harus tetap menjadi teladan.

"Sebagai umaro saya mengajak hadirin, marilah kita teladani Rasulullah, sikap tutur kata dan kesantunan beliau," pesan SBY.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mad/mpr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Biarkan Ahok Pilih Pendampingnya Pimpin DKI

Siapa bakal pendamping Plt Gubernur DKI Ahok? Masih menjadi pro kontra antara parpol di DPRD DKI dan Kemendagri. Kemendagri memastikan Plt Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok menjadi Gubernur menggantikan Joko Widodo. Setelah diberhentikan sebagai Wagub dan Plt Gubernur dan diangkat menjadi Gubernur, Ahok bisa memilih dua orang untuk menjadi wakilnya. Bila Anda setuju dengan Kemendagri, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%