Tertangkap Nyabu, Pilot Lion Air Bahayakan Penumpang
Sabtu, 04/02/2012 13:33 WIB
Surabaya
Pilot Lion Air, SS, yang tertangkap memakai sabu di Hotel Garden Palace, Surabaya, diketahui memiliki jadwal terbang ke Makassar. Tindakan si pilot dinilai mengancam keselamatan penumpang.
"Yang nyabu ini bukan sopir truk. Ini pilot. Dampaknya besar sekali dan membahayakan pilot itu, penumpang, maupun maskapai penerbangannya," kata Ketua Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur, Jan de Fretes, Sabtu (4/2/2012).
Ia mengatakan pilot membawa keselamatan puluhan hingga seratusan orang penumpang.
"Malamnya sudah memakai dan saat akan kita gerebek, rencananya mau memakai lagi. Padahal, pagi pukul 06.00 WIB hari ini, dia bertugas sebagai pilot kan membahayakan," ujar dia.
Ketika ditanya ada asumsi bahwa memakai sabu-sabu dapat menguatkan semangat, mantan Direskoba Polda Jatim ini menegaskan konsumsi narkoba dapat mempengaruhi seseorang apalagi dia bertugas sebagai pilot dan pemakaiannya lama.
"Ada istilah disorientasi ruang dan waktu. Artinya, salah mengenal ruang salah mengenal waktu. Juga ada istilah mispersepsi panca indra," tuturnya.
Dengan pemakaian yang lama, kata dia, pilot tersebut akan terdampak disorientasi dan mispersepsi panca indra. Maksudnya ketika menerbangkan pesawat, kemudian pilot tersebut memutuskan pesawat waktunya landing. Padahal, lokasi landingnya belum siap.
Jan juga mencontohkan, pilot membelokkan pesawat karena melihat di depan ada gunung. Padahal, tidak ada gunung.
"Itulah dampaknya penggunaan narkoba. Sebenarnya misi kita menyelamatkan baik pilot maupun penumpang serta maskapainya. Kalau pesawat itu mengalami kecelakaan kemudian pilotnya terbukti positif mengkonsumsi narkoba maka maskapai bisa digugat penumpang. Jadi bukan masalah barang buktinya tapi dampaknya lebih jauh," papar Jan.
SS (44) pilot Lion Air asal BSD, Serpong, Tangerang, dibekuk di Kamar 2109 Hotel Graden Palace, Jalan Yos Sudarso Surabaya, pada Sabtu (4/2/2012) pukul 03.30 WIB.
Penangkapan pilot Lion Air bukan yang pertama kalinya. Sekitar 2 atau 3 minggu yang lalu, seorang pilot dari maskapai Lion Air tertangkap nyabu di Makassar
"Kasus ini pengembangan dari Makassar. BNN berharap setelah kasus Makassar tidak ada lagi. Ternyata kok masih ada (pilot mengkonsumsi narkoba)," kata Jan.
(roi/aan)
"Yang nyabu ini bukan sopir truk. Ini pilot. Dampaknya besar sekali dan membahayakan pilot itu, penumpang, maupun maskapai penerbangannya," kata Ketua Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur, Jan de Fretes, Sabtu (4/2/2012).
Ia mengatakan pilot membawa keselamatan puluhan hingga seratusan orang penumpang.
"Malamnya sudah memakai dan saat akan kita gerebek, rencananya mau memakai lagi. Padahal, pagi pukul 06.00 WIB hari ini, dia bertugas sebagai pilot kan membahayakan," ujar dia.
Ketika ditanya ada asumsi bahwa memakai sabu-sabu dapat menguatkan semangat, mantan Direskoba Polda Jatim ini menegaskan konsumsi narkoba dapat mempengaruhi seseorang apalagi dia bertugas sebagai pilot dan pemakaiannya lama.
"Ada istilah disorientasi ruang dan waktu. Artinya, salah mengenal ruang salah mengenal waktu. Juga ada istilah mispersepsi panca indra," tuturnya.
Dengan pemakaian yang lama, kata dia, pilot tersebut akan terdampak disorientasi dan mispersepsi panca indra. Maksudnya ketika menerbangkan pesawat, kemudian pilot tersebut memutuskan pesawat waktunya landing. Padahal, lokasi landingnya belum siap.
Jan juga mencontohkan, pilot membelokkan pesawat karena melihat di depan ada gunung. Padahal, tidak ada gunung.
"Itulah dampaknya penggunaan narkoba. Sebenarnya misi kita menyelamatkan baik pilot maupun penumpang serta maskapainya. Kalau pesawat itu mengalami kecelakaan kemudian pilotnya terbukti positif mengkonsumsi narkoba maka maskapai bisa digugat penumpang. Jadi bukan masalah barang buktinya tapi dampaknya lebih jauh," papar Jan.
SS (44) pilot Lion Air asal BSD, Serpong, Tangerang, dibekuk di Kamar 2109 Hotel Graden Palace, Jalan Yos Sudarso Surabaya, pada Sabtu (4/2/2012) pukul 03.30 WIB.
Penangkapan pilot Lion Air bukan yang pertama kalinya. Sekitar 2 atau 3 minggu yang lalu, seorang pilot dari maskapai Lion Air tertangkap nyabu di Makassar
"Kasus ini pengembangan dari Makassar. BNN berharap setelah kasus Makassar tidak ada lagi. Ternyata kok masih ada (pilot mengkonsumsi narkoba)," kata Jan.
(roi/aan)
Baca Juga
- Pilot Lion Air Nyabu Sengaja Ditangkap Sebelum Terbang ke Makassar
- Tertangkap Nyabu, Pilot Lion Air Punya Jadwal Terbang ke Makassar
- Pilot Lion Air Tertangkap Basah Pakai Sabu di Hotel di Surabaya
- Lion Air Akhirnya Berangkatkan Seluruh Penumpang Tujuan Lampung
- Tak Semua Diangkut Lion Air, Penumpang Ngamuk di Cengkareng
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 16:30 WIB
Survei: Mayoritas Warga DKI Tak Yakin Banjir Bisa Selesai dalam 3 Tahun
-
Minggu, 27/05/2012 16:26 WIB
Tabrak Jakmania di Dekat Halte Halimun, TransJ Diamuk Massa
-
Minggu, 27/05/2012 16:24 WIB
Pemprov Sumut Inventarisir 5 Calon Nama Bandara Kualanamu
-
Minggu, 27/05/2012 15:58 WIB
Jusuf Kalla: Soal Capres, Tunggu Saja!
-
Minggu, 27/05/2012 15:53 WIB
Merampas Motor di 21 Lokasi, Briptu Dirwanto Ditangkap di Indramayu
-
Minggu, 27/05/2012 16:26 WIB
Tabrak Jakmania di Dekat Halte Halimun, TransJ Diamuk Massa
-
Minggu, 27/05/2012 15:48 WIB
Mercy Terbakar di Depan PIM 2, Lalin Sempat Macet
-
Minggu, 27/05/2012 14:26 WIB
Survei LSI, Foke dan Jokowi Masih Cagub Terkuat
-
Minggu, 27/05/2012 15:43 WIB
Jelang Pilkada DKI, Foke Minta Petuah Jusuf Kalla
-
698 Komentar
-
288 Komentar
-
255 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
