Militer Suriah Kembali Bombardir Pemukiman Warga, Tewaskan 217 Orang
Sabtu, 04/02/2012 12:00 WIB
Unjuk rasa di Suriah (AFP)
Damaskus
Pergolakan yang terjadi di Suriah nampaknya semakin memanas. Terakhir dilaporkan pasukan militer Suriah menggempur wilayah Homs dan sejumlah wilayah lain dengan mortar. Tragis, serangan ini menewaskan sedikitnya 217 warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak.
Dilaporkan bahwa sebanyak 138 orang tewas akibat serangan mortar yang dilakukan oleh militer Suriah di wilayah Al-Khalidiya, Homs, yang telah menjadi markas utama pemberontakan terhadap rezim Presiden Bashar al-Assad. Sedangkan sebanyak 79 orang lainnya dilaporkan tewas di sejumlah wilayah lainnya, termasuk ibukota Damaskus.
Demikian seperti disampaikan oleh organisasi HAM setempat, Syrian Observatory for Human Rights, dan dilansir oleh kantor berita AFP, Sabtu (4/2/2012).
"Ini benar-benar pembantaian massal," tutur Direktur Syrian Observatory for Human Rights, Rami Abdel Rahman kepada AFP.
Menurutnya, insiden ini merupakan insiden paling parah yang terjadi sepanjang unjuk rasa menentang Presiden Assad yang telah berlangsung selama 11 bulan terakhir. Dia juga meminta agar Liga Arab segera mengambil tindakan tegas terhadap Suriah untuk mengakhiri kekerasan militer terhadap warga.
Seperti terlihat dalam tayangan televisi Al-Jazeera dan Al-Arabiya, puluhan mayat berlumuran darah tampak tergeletak begitu saja di kota Homs. Beberapa bangunan juga terlihat telah hancur akibat gempuran militer Suriah.
Salah seorang saksi mata menuturkan, bom terus menghujani kota dan tembakan terus menerus dilancarkan ke arah pemukiman warga. Suasana kota Homs pun berubah menjadi layaknya kota perang. Sedangkan seorang warga setempat lainnya, Danny Abdul Ayem menyebutkan, militer membombardir warga dengan tank dan mortar tanpa henti.
Salah seorang mahasiswa Kedokteran setempat bahkan menyatakan, rumah sakit kewalahan dalam menangani dan merawat para korban luka. "Kami kekurangan stok darah, kekurangan stok oksigen...ada banyak bahaya di jalanan. Kami sangat kewalahan, bahkan masjid pun dijadikan tempat penampungan (bagi korban luka)," tuturnya.
Menurut organisasi HAM yang bermarkas di Inggris tersebut, gempuran militer Suriah ini terjadi pasca ribuan orang di seantero Suriah turun ke jalan dalam rangka memperingati 30 tahun pembantaian kota Hama, pada 1982 lalu yang menewaskan ribuan orang. Situasi semakin memanas ketika terungkap bahwa Dewan Keamanan PBB menggelar rapat pada Sabtu (4/2) pagi waktu setempat, untuk memutuskan resolusi baru atas Suriah.
Unjuk rasa menentang resim Presiden Assad telah berlangsung di Suriah sejak awal tahun 2011 lalu. Hingga saat ini, tercatat lebih dari 5.000 orang tewas dalam unjuk rasa tersebut. Liga Arab dan negara-negara Barat terus mendesak Presiden Assad untuk mundur dan mengakhiri kekerasan terhadap warganya.
(nvc/ndr)
Dilaporkan bahwa sebanyak 138 orang tewas akibat serangan mortar yang dilakukan oleh militer Suriah di wilayah Al-Khalidiya, Homs, yang telah menjadi markas utama pemberontakan terhadap rezim Presiden Bashar al-Assad. Sedangkan sebanyak 79 orang lainnya dilaporkan tewas di sejumlah wilayah lainnya, termasuk ibukota Damaskus.
Demikian seperti disampaikan oleh organisasi HAM setempat, Syrian Observatory for Human Rights, dan dilansir oleh kantor berita AFP, Sabtu (4/2/2012).
"Ini benar-benar pembantaian massal," tutur Direktur Syrian Observatory for Human Rights, Rami Abdel Rahman kepada AFP.
Menurutnya, insiden ini merupakan insiden paling parah yang terjadi sepanjang unjuk rasa menentang Presiden Assad yang telah berlangsung selama 11 bulan terakhir. Dia juga meminta agar Liga Arab segera mengambil tindakan tegas terhadap Suriah untuk mengakhiri kekerasan militer terhadap warga.
Seperti terlihat dalam tayangan televisi Al-Jazeera dan Al-Arabiya, puluhan mayat berlumuran darah tampak tergeletak begitu saja di kota Homs. Beberapa bangunan juga terlihat telah hancur akibat gempuran militer Suriah.
Salah seorang saksi mata menuturkan, bom terus menghujani kota dan tembakan terus menerus dilancarkan ke arah pemukiman warga. Suasana kota Homs pun berubah menjadi layaknya kota perang. Sedangkan seorang warga setempat lainnya, Danny Abdul Ayem menyebutkan, militer membombardir warga dengan tank dan mortar tanpa henti.
Salah seorang mahasiswa Kedokteran setempat bahkan menyatakan, rumah sakit kewalahan dalam menangani dan merawat para korban luka. "Kami kekurangan stok darah, kekurangan stok oksigen...ada banyak bahaya di jalanan. Kami sangat kewalahan, bahkan masjid pun dijadikan tempat penampungan (bagi korban luka)," tuturnya.
Menurut organisasi HAM yang bermarkas di Inggris tersebut, gempuran militer Suriah ini terjadi pasca ribuan orang di seantero Suriah turun ke jalan dalam rangka memperingati 30 tahun pembantaian kota Hama, pada 1982 lalu yang menewaskan ribuan orang. Situasi semakin memanas ketika terungkap bahwa Dewan Keamanan PBB menggelar rapat pada Sabtu (4/2) pagi waktu setempat, untuk memutuskan resolusi baru atas Suriah.
Unjuk rasa menentang resim Presiden Assad telah berlangsung di Suriah sejak awal tahun 2011 lalu. Hingga saat ini, tercatat lebih dari 5.000 orang tewas dalam unjuk rasa tersebut. Liga Arab dan negara-negara Barat terus mendesak Presiden Assad untuk mundur dan mengakhiri kekerasan terhadap warganya.
(nvc/ndr)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 17:28 WIB
Media Iran Serukan Hentikan Negosiasi Nuklir dengan Barat
-
Sabtu, 26/05/2012 17:09 WIB
Banjir Renggut 50 Nyawa di Afghanistan, 59.000 Orang Kehilangan Rumah
-
Sabtu, 26/05/2012 16:47 WIB
Michelle Obama Ingin Menjadi Beyonce!
-
Sabtu, 26/05/2012 14:43 WIB
Duh! Kondisi Kemanusiaan di Suriah Kian Memburuk
-
Sabtu, 26/05/2012 14:16 WIB
110 Orang Tewas dalam Serangan Pasukan Suriah
-
Minggu, 27/05/2012 16:26 WIB
Tabrak Jakmania di Dekat Halte Halimun, TransJ Diamuk Massa
-
Minggu, 27/05/2012 15:48 WIB
Mercy Terbakar di Depan PIM 2, Lalin Sempat Macet
-
Minggu, 27/05/2012 14:26 WIB
Survei LSI, Foke dan Jokowi Masih Cagub Terkuat
-
Minggu, 27/05/2012 15:43 WIB
Jelang Pilkada DKI, Foke Minta Petuah Jusuf Kalla
-
698 Komentar
-
288 Komentar
-
255 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
