Sabtu, 04/02/2012 10:55 WIB

Razia Tempat Hiburan di Jakarta Timur, Polisi Sita 3.036 Botol Miras

Ahmad Toriq - detikNews
Jakarta - Polres Jakarta Timur melakukan operasi gabungan razia tempat hiburan di daerah Jakarta Timur. Hasilnya, 3.036 botol miras disita dan belasan pegawai tempat hiburan yang tidak mempunyai KTP dibawa ke Kantor Walikota Jakarta Timur.

Razia tempat hiburan malam ini digelar sejak Jumat (3/2) malam hingga Sabtu (4/2) dini hari.

"Kami ke 13 tempat hiburan di Cipayung, Matraman, Cakung, Pulogadung dan beberapa tempat lain di Jakarta Timur," kata Kasie Humas Polres Jakarta Timur, Kompol Didik Haryadi, saat dihubungi detikcom.

Dari razia di 13 tempat tersebut, polisi menyita 3.036 botol miras dan mengamankan beberapa orang karyawan tempat hiburan yang tidak bisa menunjukkan KTP. Botol-botol miras tersebut dibawa ke Polres Jakarta Timur untuk kemudian dimusnahkan.

"Pemusnahan botol mirasnya masih menunggu koordinasi dengan Walikota," jelas Didik.

Sedangkan para pegawai tempat hiburan dibawa ke kantor walikota dan diserahkan ke Satpol PP. "Sudah diurus Satpol PP," tuturnya.

Selain itu, Polisi juga menutup tempat hiburan yang tidak memiliki izin usaha. Namun, sayangnya Didik tidak bisa mengingat berapa jumlah tempat hiburan yang ditutup.

"Sebagian besar tidak bisa menunjukkan izin usaha. Mereka nggak boleh buka sampai bisa menunjukkan izin usahanya," imbuh Didik.

Pada operasi ini tidak ditemukan adanya Narkoba. Selain itu, tidak ditemukan juga aparat kepolisian ataupun TNI yang mengunjungi tempat hiburan. Namun, menurut Didik, hal ini bukanlah karena adanya kebocoran informasi.

"Mungkin karena bukan malam minggu," kata Didik.

Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(fjr/fjr)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%