detikcom

Apindo Sebut ada Aroma Politis Kenaikan UMR

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Sabtu, 04/02/2012 10:35 WIB
Jakarta Asosiasi pengusaha Indonesia (Apindo) menduga ada kepentingan politik dibalik kenaikan upah minimum di Bekasi. Mengingat sebentar lagi ada pemilukada di Bekasi.

"Nanti sebentar lagi ada Baliho Bupati di mana-mana. Terbukti berhasil meningkatkan upah minimum paling tinggi se-Jawa Barat," sindir Ketua advokasi kebijakan publik Apindo, Antony Herman, dalam Polemik Sindo Radio bertajuk "Buruh Mengeluh" di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (4/2/2012).

Sebelumnya Asosiasi pengusaha Indonesia Apindo menilai upaya demonstrasi memperjuangkan upah minimum buruh adalah pembohongan publik. Apindo meminta buruh memahami kemampuan industri untuk membayar buruh.

"Jadi pembohongan publik kalau memperjuangkan kesejahteraan buruh dengan menaikkan upah minimum. Termasuk yang dilakukan teman-teman serikat butuh. Jadi ini pembohongan publik seolah memperjuangkan upah minimum itu memperjuangkan kesejahteraan buruh. Kita bicara itu sama dengan fenomena kaya sekamin kaya miskin semakin miskin, jadi buruh formal kaya sementara buruh informal yang tidak diatur upah minimum jadi miskin," kata Ketua advokasi kebijakan publik Apindo, Antony Herman, sebelumnya.

Antony menuturkan upah minimum buruh tergantung skala ekonomi di daerah. Juga kemampuan pengusaha membayar butuh.

"Upah minimum ukurannya skala ekonomi di daerah itu. Salah satunya diukur juga kemampuan industri untuk membayar. Jangan dikatakan upah rendah berarti paling tidak sejahtera, jangan. Itu tidak benar. Ini kita sebuah mimpi, seolah kalau upah minimum naik kemudian kesejahteraan naik," paparnya.

(van/ndr)

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel