Apindo: Demo Buruh Soal UMR Itu Pembohongan Publik
Sabtu, 04/02/2012 10:25 WIB
Jakarta
Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai upaya demontrasi memperjuangkan upah minimum buruh adalah pembohongan publik. Apindo meminta buruh memahami kemampuan industri untuk membayar buruh.
"Jadi pembohongan publik kalau memperjuangkan kesejahteraan buruh dengan menaikkan upah minimum, termasuk yang dilakukan teman-teman serikat butuh. Jadi ini pembohongan publik seolah memperjuangkan upah minimum itu memperjuangkan kesejahteraan buruh. Kita bicara itu sama dengan fenomena kaya semakin kaya, miskin semakin miskin, jadi buruh formal kaya sementara buruh informal yang tidak diatur upah minimum jadi miskin," kata Ketua Advokasi Kebijakan Publik Apindo, Antony Herman, dalam Polemik Sindo Radio bertajuk "Buruh Mengeluh" di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (4/2/2012).
Antony menuturkan upah minimum buruh tergantung skala ekonomi di daerah dan juga kemampuan pengusaha membayar buruh.
"Upah minimum ukurannya skala ekonomi di daerah itu. Salah satunya, diukur juga kemampuan industri untuk membayar. Jangan dikatakan upah rendah berarti paling tidak sejahtera, jangan. Itu tidak benar. Ini kita sebuah mimpi, seolah kalau upah minimum naik kemudian kesejahteraan naik," paparnya.
Ia juga menilai produktivitas buruh di Indonesia tidak tinggi di berbagai sektor. Di beberapa sektor lainnya, menurut dia, penghasilan buruh sangat besar.
"Rata-rata di sektor metal, elektronik, rata-rata produktifitas mereka memang tinggi. Di sektor metal kalau ATPM nya sekelas Astra, saya yakin nggak ada masalah. Mereka pasti nggak bayar sekelas upah minimum," kata dia.
Namun pernyataan Antony diprotes kalangan buruh. Kalangan buruh merasa upah mereka terlalu rendah dan menguntungkan perusahaan.
"Itu upah buruh di Toyota di Bekasi hanya Rp 1,8 juta, itu sudah paling top. Sekarang apa kalau kami tidak menutup jalan tol apa negara akan mendengar kami? Kalau kami tidak mengancan menutup tol bandara apa negara akan mendengar kami?" protes M Iqbal, Presiden KPSI/ FSPMI, dalam forum yang sama.
(van/aan)
"Jadi pembohongan publik kalau memperjuangkan kesejahteraan buruh dengan menaikkan upah minimum, termasuk yang dilakukan teman-teman serikat butuh. Jadi ini pembohongan publik seolah memperjuangkan upah minimum itu memperjuangkan kesejahteraan buruh. Kita bicara itu sama dengan fenomena kaya semakin kaya, miskin semakin miskin, jadi buruh formal kaya sementara buruh informal yang tidak diatur upah minimum jadi miskin," kata Ketua Advokasi Kebijakan Publik Apindo, Antony Herman, dalam Polemik Sindo Radio bertajuk "Buruh Mengeluh" di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (4/2/2012).
Antony menuturkan upah minimum buruh tergantung skala ekonomi di daerah dan juga kemampuan pengusaha membayar buruh.
"Upah minimum ukurannya skala ekonomi di daerah itu. Salah satunya, diukur juga kemampuan industri untuk membayar. Jangan dikatakan upah rendah berarti paling tidak sejahtera, jangan. Itu tidak benar. Ini kita sebuah mimpi, seolah kalau upah minimum naik kemudian kesejahteraan naik," paparnya.
Ia juga menilai produktivitas buruh di Indonesia tidak tinggi di berbagai sektor. Di beberapa sektor lainnya, menurut dia, penghasilan buruh sangat besar.
"Rata-rata di sektor metal, elektronik, rata-rata produktifitas mereka memang tinggi. Di sektor metal kalau ATPM nya sekelas Astra, saya yakin nggak ada masalah. Mereka pasti nggak bayar sekelas upah minimum," kata dia.
Namun pernyataan Antony diprotes kalangan buruh. Kalangan buruh merasa upah mereka terlalu rendah dan menguntungkan perusahaan.
"Itu upah buruh di Toyota di Bekasi hanya Rp 1,8 juta, itu sudah paling top. Sekarang apa kalau kami tidak menutup jalan tol apa negara akan mendengar kami? Kalau kami tidak mengancan menutup tol bandara apa negara akan mendengar kami?" protes M Iqbal, Presiden KPSI/ FSPMI, dalam forum yang sama.
(van/aan)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 16:30 WIB
Survei: Mayoritas Warga DKI Tak Yakin Banjir Bisa Selesai dalam 3 Tahun
-
Minggu, 27/05/2012 16:26 WIB
Tabrak Jakmania di Dekat Halte Halimun, TransJ Diamuk Massa
-
Minggu, 27/05/2012 16:24 WIB
Pemprov Sumut Inventarisir 5 Calon Nama Bandara Kualanamu
-
Minggu, 27/05/2012 15:58 WIB
Jusuf Kalla: Soal Capres, Tunggu Saja!
-
Minggu, 27/05/2012 15:53 WIB
Merampas Motor di 21 Lokasi, Briptu Dirwanto Ditangkap di Indramayu
-
Minggu, 27/05/2012 16:26 WIB
Tabrak Jakmania di Dekat Halte Halimun, TransJ Diamuk Massa
-
Minggu, 27/05/2012 15:48 WIB
Mercy Terbakar di Depan PIM 2, Lalin Sempat Macet
-
Minggu, 27/05/2012 14:26 WIB
Survei LSI, Foke dan Jokowi Masih Cagub Terkuat
-
Minggu, 27/05/2012 15:43 WIB
Jelang Pilkada DKI, Foke Minta Petuah Jusuf Kalla
-
698 Komentar
-
288 Komentar
-
255 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
