Korban Tewas Akibat Cuaca Dingin di Eropa Bertambah Jadi 223 Orang
Sabtu, 04/02/2012 10:10 WIB
Cuaca dingin di Ukraina (Press TV)
Kiev
Cuaca dingin ekstrem yang melanda negara-negara kawasan Eropa terus memakan korban jiwa. Sejauh ini, dilaporkan sebanyak 223 orang tewas akibat cuaca dingin tak tertahankan ini.
Korban tewas ini berasal dari sejumlah negara di kawasan Eropa Timur, namun korban terbanyak berasal dari Ukraina. Kementerian Urusan Darurat Ukraina menyebutkan, korban tewas mencapai 101 orang. Di mana 64 orang diantaranya, yang merupakan gelandangan tewas di jalanan.
Kemudian sebanyak 1.600 orang lainnya berada di kamp penampungan untuk mendapatkan perawatan medis dari penyakit-penyakit akibat cuaca dingin. Diperkirakan cuaca dingin ekstrem ini masih akan berlanjut hingga pekan depan. Demikian seperti dilansir oleh kantor berita AFP, Sabtu (4/2/2012).
Dilaporkan ribuan orang masih terjebak di wilayah pegunungan di Serbia. Bahkan kanal-kanal sungai di Venice, Italia juga dilaporkan membeku. Suhu terendah di kawasan Eropa tercatat berada di Republik Ceko, yakni suhu udara malam hari mencapai minus 38,1 derajat Celcius.
Sedangkan di Polandia, cuaca dingin kembali memakan 8 korban jiwa dalam waktu 24 jam terakhir. Dengan demikian, total korban tewas di negara yang kini suhu udaranya mencapai minus 35 derajat Celcius ini mencapai 37 orang.
Di Bulgaria, dilaporkan korban tewas telah mencapai 16 orang. Lebih dari 1.000 sekolah di negara ini terpaksa ditutup mengingat hujan salju dan angin masih terus melanda. Sedangkan di Rumania, total 24 nyawa melayang akibat cuaca ekstrem ini. Di Italia, sedikitnya 3 orang dilaporkan tewas, salah satunya seorang gelandangan yang ditemukan tewas di Milan.
Sementara itu, kematian pertama akibat cuaca dingin tercatat di Estonia, dimana seorang pria ditemukan tewas membeku di jalanan kota Tallin. Kemudian Prancis juga melaporkan kematian pertama akibat cuaca dingin, yakni seorang pria berusia 82 tahun yang menderita Alzheimer. Pria tersebut kabur dari rumah dengan hanya mengenakan piyama dan akhirnya tewas akibat hipotermia.
Di Serbia, tercatat seorang korban tewas, namun otoritas setempat kesusahan untuk menembus badai salju demi menyalurkan makanan, obat-obatan, dan bantuan logistik lainnya bagi warga di kawasan pegunungan. Sebagian besar korban tewas memang berasal dari negara-negara miskin di kawasan Eropa, kebanyakan warga ditemukan tewas di pinggir jalan atau di rumah yang tidak memiliki pemanas ruangan.
(nvc/ndr)
Korban tewas ini berasal dari sejumlah negara di kawasan Eropa Timur, namun korban terbanyak berasal dari Ukraina. Kementerian Urusan Darurat Ukraina menyebutkan, korban tewas mencapai 101 orang. Di mana 64 orang diantaranya, yang merupakan gelandangan tewas di jalanan.
Kemudian sebanyak 1.600 orang lainnya berada di kamp penampungan untuk mendapatkan perawatan medis dari penyakit-penyakit akibat cuaca dingin. Diperkirakan cuaca dingin ekstrem ini masih akan berlanjut hingga pekan depan. Demikian seperti dilansir oleh kantor berita AFP, Sabtu (4/2/2012).
Dilaporkan ribuan orang masih terjebak di wilayah pegunungan di Serbia. Bahkan kanal-kanal sungai di Venice, Italia juga dilaporkan membeku. Suhu terendah di kawasan Eropa tercatat berada di Republik Ceko, yakni suhu udara malam hari mencapai minus 38,1 derajat Celcius.
Sedangkan di Polandia, cuaca dingin kembali memakan 8 korban jiwa dalam waktu 24 jam terakhir. Dengan demikian, total korban tewas di negara yang kini suhu udaranya mencapai minus 35 derajat Celcius ini mencapai 37 orang.
Di Bulgaria, dilaporkan korban tewas telah mencapai 16 orang. Lebih dari 1.000 sekolah di negara ini terpaksa ditutup mengingat hujan salju dan angin masih terus melanda. Sedangkan di Rumania, total 24 nyawa melayang akibat cuaca ekstrem ini. Di Italia, sedikitnya 3 orang dilaporkan tewas, salah satunya seorang gelandangan yang ditemukan tewas di Milan.
Sementara itu, kematian pertama akibat cuaca dingin tercatat di Estonia, dimana seorang pria ditemukan tewas membeku di jalanan kota Tallin. Kemudian Prancis juga melaporkan kematian pertama akibat cuaca dingin, yakni seorang pria berusia 82 tahun yang menderita Alzheimer. Pria tersebut kabur dari rumah dengan hanya mengenakan piyama dan akhirnya tewas akibat hipotermia.
Di Serbia, tercatat seorang korban tewas, namun otoritas setempat kesusahan untuk menembus badai salju demi menyalurkan makanan, obat-obatan, dan bantuan logistik lainnya bagi warga di kawasan pegunungan. Sebagian besar korban tewas memang berasal dari negara-negara miskin di kawasan Eropa, kebanyakan warga ditemukan tewas di pinggir jalan atau di rumah yang tidak memiliki pemanas ruangan.
(nvc/ndr)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 17:28 WIB
Media Iran Serukan Hentikan Negosiasi Nuklir dengan Barat
-
Sabtu, 26/05/2012 17:09 WIB
Banjir Renggut 50 Nyawa di Afghanistan, 59.000 Orang Kehilangan Rumah
-
Sabtu, 26/05/2012 16:47 WIB
Michelle Obama Ingin Menjadi Beyonce!
-
Sabtu, 26/05/2012 14:43 WIB
Duh! Kondisi Kemanusiaan di Suriah Kian Memburuk
-
Sabtu, 26/05/2012 14:16 WIB
110 Orang Tewas dalam Serangan Pasukan Suriah
-
Minggu, 27/05/2012 16:26 WIB
Tabrak Jakmania di Dekat Halte Halimun, TransJ Diamuk Massa
-
Minggu, 27/05/2012 15:48 WIB
Mercy Terbakar di Depan PIM 2, Lalin Sempat Macet
-
Minggu, 27/05/2012 14:26 WIB
Survei LSI, Foke dan Jokowi Masih Cagub Terkuat
-
Minggu, 27/05/2012 15:43 WIB
Jelang Pilkada DKI, Foke Minta Petuah Jusuf Kalla
-
698 Komentar
-
288 Komentar
-
255 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
