Beda Peran Angie dengan Wayan Koster
Sabtu, 04/02/2012 05:47 WIB
Jakarta
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak untuk juga mentersangkakan Politisi PDIP Wayan Koster karena yang bersangkutan juga diduga kuat menerima duit panas wisma atlet. Meski disinyalir menerima aliran duit panas dari jalur yang sama, keduanya memiliki peran berbeda dalam kasus ini.
Pada persidangan atas Nazaruddin yang digelar pada Rabu (25/1) lalu, Mindo Rosalina Manulang juga mengungkapkan bahwa Permai Grup pada 2010 pernah mengeluarkan dana Rp 10 miliar demi meloloskan proyek Wisma Atlet SEA Games yang masih dibahas Badan Anggaran DPR. Rosa menyebut politisi DPR yang mendapat pelicin dari Nazaruddin itu adalah Wayan Koster dan Angie. Masing-masing mendapat Rp 5 miliar.
Hal yang sama juga diamini oleh Yulianis dan staf keuangan Permai Group lainnya, Okta Rina. Mereka mengakui ada aliran dana ke Angie dan Koster. Bahkan Yulianis masih menyimpan dokumen pengiriman uang ke dua anggota Komisi X itu. Kabarnya, dokumen itulah yang menjadi bukti material KPK untuk menjerat Angie, selain bukti formal berupa pengakuan saksi-saksi.
Lalu mengapa Koster tidak ditersangkakan bersama dengan Angie? Meski diduga kuat menerima fee dari aliran yang sama, dua orang ini memiliki peran yang berbeda. Angie jauh lebih aktif untuk menagih uang dari pihak permai grup. Sedangkan Koster, dia memiliki peran yang relatif lebih pasif dibanding koleganya itu.
Berdasar pengakuan Rosa dan Yulianis di persidangan, Angie disebut begitu 'rajin' untuk selalu mengkontak pihak Permai Grup dan menagih uang jatah Senayan dari proyek wisma atlet. Rosa menyatakan, Angie waktu itu minta uang untuk penambahan proyek Kemenpora. "Dia bilang, butuh uang untuk DP (down payment) anggaran itu," ujar dia.
Setelah itu, Rosa melaporkan kepada Nazaruddin. "Pak, ini ada permintaan dari Bu Angie minta uang untuk melancarkan proyek-proyek di Kemenpora. Ditanya, berapa?" kata Rosa.
Rosa akhirnya bertemu dengan Angie. Saat itu, lanjut Rosa, Angie melakukan hitung-hitungan di atas kertas. "Tetapi saya lupa kertasnya ada di mana. Saya tanya sama Bu Angie, Bu ini untuk apa ya. Terus Bu Angie bilang, biasa untuk pimpinan-pimpinan kita di Banggar. Akhirnya, saya laporan kepada Bapak (Nazaruddin). Saya bilang kita didesak Bu Angie. Bu Angie bilang kalau nggak ada uang, anggaran proyek Kemenpora tidak turun," papar Rosa.
Sedangkan Koster, perannya jarang disebut dalam persidangan. Meski begitu Yulianis menyebut dan memiliki bukti adanya aliran uang yang mengalir ke pria asal Bali ini. Beredar informasi yang dihimpun, KPK tengah melengkapi bukti formal dan material untuk dapat menjerat Koster sebagai tersangka baru.
Koster sendiri seolah sudah pasrah dengan statusnya nanti di KPK. Bahkan dia siap saja jika harus dinonaktifkan dari DPR.
"Ya silakan dinonaktifkan, ya kita ikutin saja, kita pasrah saja silakan dinonaktifkan," kata Koster kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (3/2/2012).
"Itu kewenangan KPK. Tugas saya sekarang adalah membuktikan bahwa saya nggak pernah terima uang. Seperti yang dituduhkan, seperti keterangan-keterangan yang dikatakan dalam persidangan," sambungnya.
(fjr/fjr)
Pada persidangan atas Nazaruddin yang digelar pada Rabu (25/1) lalu, Mindo Rosalina Manulang juga mengungkapkan bahwa Permai Grup pada 2010 pernah mengeluarkan dana Rp 10 miliar demi meloloskan proyek Wisma Atlet SEA Games yang masih dibahas Badan Anggaran DPR. Rosa menyebut politisi DPR yang mendapat pelicin dari Nazaruddin itu adalah Wayan Koster dan Angie. Masing-masing mendapat Rp 5 miliar.
Hal yang sama juga diamini oleh Yulianis dan staf keuangan Permai Group lainnya, Okta Rina. Mereka mengakui ada aliran dana ke Angie dan Koster. Bahkan Yulianis masih menyimpan dokumen pengiriman uang ke dua anggota Komisi X itu. Kabarnya, dokumen itulah yang menjadi bukti material KPK untuk menjerat Angie, selain bukti formal berupa pengakuan saksi-saksi.
Lalu mengapa Koster tidak ditersangkakan bersama dengan Angie? Meski diduga kuat menerima fee dari aliran yang sama, dua orang ini memiliki peran yang berbeda. Angie jauh lebih aktif untuk menagih uang dari pihak permai grup. Sedangkan Koster, dia memiliki peran yang relatif lebih pasif dibanding koleganya itu.
Berdasar pengakuan Rosa dan Yulianis di persidangan, Angie disebut begitu 'rajin' untuk selalu mengkontak pihak Permai Grup dan menagih uang jatah Senayan dari proyek wisma atlet. Rosa menyatakan, Angie waktu itu minta uang untuk penambahan proyek Kemenpora. "Dia bilang, butuh uang untuk DP (down payment) anggaran itu," ujar dia.
Setelah itu, Rosa melaporkan kepada Nazaruddin. "Pak, ini ada permintaan dari Bu Angie minta uang untuk melancarkan proyek-proyek di Kemenpora. Ditanya, berapa?" kata Rosa.
Rosa akhirnya bertemu dengan Angie. Saat itu, lanjut Rosa, Angie melakukan hitung-hitungan di atas kertas. "Tetapi saya lupa kertasnya ada di mana. Saya tanya sama Bu Angie, Bu ini untuk apa ya. Terus Bu Angie bilang, biasa untuk pimpinan-pimpinan kita di Banggar. Akhirnya, saya laporan kepada Bapak (Nazaruddin). Saya bilang kita didesak Bu Angie. Bu Angie bilang kalau nggak ada uang, anggaran proyek Kemenpora tidak turun," papar Rosa.
Sedangkan Koster, perannya jarang disebut dalam persidangan. Meski begitu Yulianis menyebut dan memiliki bukti adanya aliran uang yang mengalir ke pria asal Bali ini. Beredar informasi yang dihimpun, KPK tengah melengkapi bukti formal dan material untuk dapat menjerat Koster sebagai tersangka baru.
Koster sendiri seolah sudah pasrah dengan statusnya nanti di KPK. Bahkan dia siap saja jika harus dinonaktifkan dari DPR.
"Ya silakan dinonaktifkan, ya kita ikutin saja, kita pasrah saja silakan dinonaktifkan," kata Koster kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (3/2/2012).
"Itu kewenangan KPK. Tugas saya sekarang adalah membuktikan bahwa saya nggak pernah terima uang. Seperti yang dituduhkan, seperti keterangan-keterangan yang dikatakan dalam persidangan," sambungnya.
(fjr/fjr)
Baca Juga
- Angelina Sondakh Juga Bisa Dijerat UU Pencucian Uang
- Angie dan Hartanya yang Naik 10 Kali Lipat Sejak Jadi Anggota DPR
- Angie, Pintu Masuk Usut Aliran Uang ke 'Bos Besar' & 'Ketua Besar'
- Peran Aktif Angie Telurkan Kode-kode Percakapan dengan Rosa
- Surati KPK, Pihak Nazaruddin Minta Koster Dijadikan Sebagai Tersangka
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 16:30 WIB
Survei: Mayoritas Warga DKI Tak Yakin Banjir Bisa Selesai dalam 3 Tahun
-
Minggu, 27/05/2012 16:26 WIB
Tabrak Jakmania di Dekat Halte Halimun, TransJ Diamuk Massa
-
Minggu, 27/05/2012 16:24 WIB
Pemprov Sumut Inventarisir 5 Calon Nama Bandara Kualanamu
-
Minggu, 27/05/2012 15:58 WIB
Jusuf Kalla: Soal Capres, Tunggu Saja!
-
Minggu, 27/05/2012 15:53 WIB
Merampas Motor di 21 Lokasi, Briptu Dirwanto Ditangkap di Indramayu
-
Minggu, 27/05/2012 16:26 WIB
Tabrak Jakmania di Dekat Halte Halimun, TransJ Diamuk Massa
-
Minggu, 27/05/2012 15:48 WIB
Mercy Terbakar di Depan PIM 2, Lalin Sempat Macet
-
Minggu, 27/05/2012 14:26 WIB
Survei LSI, Foke dan Jokowi Masih Cagub Terkuat
-
Minggu, 27/05/2012 15:43 WIB
Jelang Pilkada DKI, Foke Minta Petuah Jusuf Kalla
-
698 Komentar
-
288 Komentar
-
255 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
