Bentrok di Riau, Kapolri: Bila Membahayakan, Harus Dilumpuhkan
Jumat, 03/02/2012 13:45 WIB
Jakarta
Tembakan peluru karet dan hampa yang dilakukan Brimob kepada 6 warga Batang Kumu, Tapanuli Selatan dalam bentrokan sengketa lahan di Riau dinilai sudah sesuai prosedur. Tindakan yang dilakukan polisi tersebut karena melihat ada kondisi yang membahayakan di lapangan.
"Tentu semua sudah ada prosedur. Kalau itu ada langkah-langkah membahayakan, saya kira harus dilumpuhkan," ujar Kapolri Jenderal Timur Pradopo di Kemenko Perekonomian, Jl Lapangan Banteng, Jakarta Timur, Jumat (3/2/2012).
Menurut Timur, semua tindakan anggotanya di lapangan akan dipertanggungjawabkan. Sedangkan mengenai kabar penangkapan 5 warga, Timur enggan menjelaskan secara rinci.
"Sekali lagi dalam pemeriksaan. Tentunya dalam pemeriksaan nanti apakah perlu ditahan, semua hasil proses penyidikan di wilayah," tegasnya.
Bentrokan bermula saat 200 warga Batang Kumu, Tapsel mendatangi karyawan PT MAI yang tengah bekerja di lahan yang bersengketa pada Kamis (2/2). Massa membawa senjata tajam berupa parang dan cangkul. Mereka meminta karyawan PT MAI menghentikan pekerjaan mereka. Namun permintaan itu tidak diamini. Bentrokan pun terjadi.
Akibat bentrokan ini, 2 satpam mengalami luka bacok. 4 Brimob yang berupaya melerai bentrokan ini pun ikut terluka. Untuk mencegah massa yang semakin beringas, brimob menembakkan peluru karet dan hampa ke kaki dan paha 6 warga Batang Kumu. Hingga akhirnya massa membubarkan diri.
(gus/vta)
"Tentu semua sudah ada prosedur. Kalau itu ada langkah-langkah membahayakan, saya kira harus dilumpuhkan," ujar Kapolri Jenderal Timur Pradopo di Kemenko Perekonomian, Jl Lapangan Banteng, Jakarta Timur, Jumat (3/2/2012).
Menurut Timur, semua tindakan anggotanya di lapangan akan dipertanggungjawabkan. Sedangkan mengenai kabar penangkapan 5 warga, Timur enggan menjelaskan secara rinci.
"Sekali lagi dalam pemeriksaan. Tentunya dalam pemeriksaan nanti apakah perlu ditahan, semua hasil proses penyidikan di wilayah," tegasnya.
Bentrokan bermula saat 200 warga Batang Kumu, Tapsel mendatangi karyawan PT MAI yang tengah bekerja di lahan yang bersengketa pada Kamis (2/2). Massa membawa senjata tajam berupa parang dan cangkul. Mereka meminta karyawan PT MAI menghentikan pekerjaan mereka. Namun permintaan itu tidak diamini. Bentrokan pun terjadi.
Akibat bentrokan ini, 2 satpam mengalami luka bacok. 4 Brimob yang berupaya melerai bentrokan ini pun ikut terluka. Untuk mencegah massa yang semakin beringas, brimob menembakkan peluru karet dan hampa ke kaki dan paha 6 warga Batang Kumu. Hingga akhirnya massa membubarkan diri.
(gus/vta)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 16:30 WIB
Survei: Mayoritas Warga DKI Tak Yakin Banjir Bisa Selesai dalam 3 Tahun
-
Minggu, 27/05/2012 16:26 WIB
Tabrak Jakmania di Dekat Halte Halimun, TransJ Diamuk Massa
-
Minggu, 27/05/2012 16:24 WIB
Pemprov Sumut Inventarisir 5 Calon Nama Bandara Kualanamu
-
Minggu, 27/05/2012 15:58 WIB
Jusuf Kalla: Soal Capres, Tunggu Saja!
-
Minggu, 27/05/2012 15:53 WIB
Merampas Motor di 21 Lokasi, Briptu Dirwanto Ditangkap di Indramayu
-
Minggu, 27/05/2012 16:26 WIB
Tabrak Jakmania di Dekat Halte Halimun, TransJ Diamuk Massa
-
Minggu, 27/05/2012 15:48 WIB
Mercy Terbakar di Depan PIM 2, Lalin Sempat Macet
-
Minggu, 27/05/2012 14:26 WIB
Survei LSI, Foke dan Jokowi Masih Cagub Terkuat
-
Minggu, 27/05/2012 15:43 WIB
Jelang Pilkada DKI, Foke Minta Petuah Jusuf Kalla
-
698 Komentar
-
288 Komentar
-
255 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
