Jumat, 03/02/2012 03:14 WIB

Dubes AS Puji Sumsel Sebagai Daerah Layak Investasi

Taufik Wijaya - detikNews
Jakarta - Untuk pertama kali, Duta Besar Amerikat Serikat untuk Indonesia Scott Marciel berkunjung ke Sumatera Selatan. Dalam kunjungannya, Scort Marciel ingin melihat potensi Sumatera Selatan.

"Saya datang guna melihat langsung seluruh potensi Sumatera Selatan. Meskipun waktunya tidak banyak, tetapi cukup bagi saya merasakan di sinilah orang seharusnya berinvestasi" kata Marciel kepada wartawan di Palembang, Kamis (02/02/2012).

Marciel datang sekitar pukul 09.00 WIB. Dia mengenakan batik merah muda dengan paduan celana coklat. Di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, dia disambut Gubernur Sumsel Alex Noerdin.

Dari bandara itu, dia bersama Alex naik helikopter menuju dua perusahaan milik Amerika Serikat di Kabupaten Musi Banyuasin, yakni Connoco Philips dan Cargill. Di sana, Marciel banyak bertanya terkait
kepedulian perusahaan terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Sumatera Selatan.

Usai dari Musi Banyuasin, keduanya menuju Lapangan Tembak di Jakabaring Sport Center (JSC) Palembang. Di sini Marciel bertemu dengan pelajar yang menempuh pendidikan di SMAN Sumsel (Sampoerna Academy).

"Saya datang ke Sumatera Selatan hanya untuk melihat dan memastikan peluang investasi dan sejauh mana keterlibatan perusahaan kami (Amerika Serikat) dalam membantu kualitas pendidikan di sini,"
ujarnya.

Kedatangan Marciel ini berjalan aman. Tidak ada satupun aksi unjuk rasa yang menolak atau memprotes kehadirannya.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(rdf/rdf)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
90%
Kontra
10%
MustRead close