Detik.com News
Detik.com
Kamis, 02/02/2012 17:28 WIB

Tragedi Berdarah Sepakbola, Mesir Berkabung Nasional Selama 3 Hari

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Tragedi Berdarah Sepakbola, Mesir Berkabung Nasional Selama 3 Hari CNN
Kairo - Tragedi sepakbola berdarah menyisakan duka mendalam bagi publik Mesir. Pemerintah pun menetapkan masa berkabung nasional selama 3 hari, terhitung sejak hari ini.

"Masa berkabung nasional diumumkan selama 3 hari, sejak hari Kamis (2 Februari 2012) hingga matahari tenggelam pada hari Sabtu (4 Februari 2012)," demikian pernyataan militer yang berkuasa di Mesir, Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata (SCAF) dalam akun Facebook-nya seperti dilansir oleh media terbesar di Mesir, Ahram Online, Kamis (2/2/2012).

Masa berkabung ini bertujuan untuk memberikan perhormatan terakhir bagi para korban tewas dalam tragedi sepakbola terburuk dalam beberapa tahun terakhir di Mesir tersebut. Ditambahkan juga, otoritas Mesir akan membentuk sebuah komite khusus untuk menyelidiki insiden maut yang sejauh ini menewaskan 74 orang.

"Sebuah komite penyelidikan akan dibentuk untuk menemukan kebenaran di balik insiden naas ini dan juga untuk membawa pihak-pihak yang bertanggung jawab ke pengadilan," tegas SCAF dalam pernyataannya.

Dalam bentrokan maut ini, ratusan pendukung tim tuan rumah, Al-Masri menyerang pendukung tim lawan, Al-Ahly dengan melempari batu maupun botol. Atas kondisi ini, aparat polisi terlihat tak mampu mengendalikan situasi. Rekaman-rekaman video menunjukkan sejumlah polisi hanya berdiri melongo saat para suporter terlibat bentrok.

Para anggota parlemen Mesir menuding pemerintah militer Mesir sengaja membiarkan kerusuhan itu berlangsung. Tujuannya, untuk menjustifikasi penggunaan kekuatan militer dan polisi secara meluas.

Sedangkan para politikus serta fans sepakbola menyalahkan aparat polisi yang tidak melakukan pemeriksaan standar di gerbang stadion terhadap para penonton. Padahal dengan adanya pemeriksaan itu, polisi bisa mencegah masuknya pisau, pentungan ataupun senjata-senjata lain ke stadion.

Atas peristiwa berdarah itu, para anggota parlemen yang baru terpilih mengancam akan melakukan mosi tidak percaya kepada kabinet yang ditunjuk pemerintahan militer Mesir. Parlemen akan menggelar sidang darurat pada Kamis waktu setempat untuk membahas insiden maut tersebut.

Pemerintah menduga, kebanyakan korban tewas akibat terinjak-injak oleh kerumunan massa yang terlibat bentrok maupun yang berusaha melarikan diri. Namun pihak paramedis menuturkan, sejumlah korban tewas karena ditusuk. Hingga saat ini, sedikitnya 1.000 orang mengalami luka-luka akibat insiden ini.

Sementara itu, polisi setempat telah menahan 47 orang yang diduga sebagai provokator.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(nvc/ita)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita ยป
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%