detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 15:20 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 02/02/2012 09:28 WIB

Asrorun Niam: Berkaca Kasus Vita, Waspada Jaringan Eksploitasi Anak

Nurvita Indarini - detikNews
Halaman 1 dari 3
Jakarta - Model iklan cilik, Ruvita Sari, akhirnya ditemukan setelah hampir tiga pekan menghilang. Berkaca dari kasus Vita, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta masyarakat mewaspadai jaringan perekrut untuk tujuan eksploitasi anak.

"KPAI menemukan indikasi adanya jaringan yang melakukan perekrutan anak untuk dipekerjakan, termasuk anak bayi yang mengarah pada eksploitasi. Untuk itu polisi diminta mendalami," kata Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak (KPAI), Asrorun Niam Sholeh.

Berikut ini wawancara detikcom dengan Asrorun, Rabu (1/2/2012):

Apa hasil kesepakatan mediasi antara orang tua kandung Vita dengan orang tua angkatnya yang difasilitasi KPAI?

KPAI kemarin melakukan mediasi antara orang tuanya R dan Bu Maya yang merupakan ibu angkatnya. Hadir pula dari Polda Metro Jaya untuk mencari penyelesaian terbaik. Ada beberapa hasil yang didapat, pertama, adanya komitmen bersama untuk penyelesaian secara kekeluargaan.

Kedua, masing-masing pihak mengakui adanya kekurangan dan atau kesalahan terkait dengan pemenuhan hak anak. Akan tetapi masing-masing pihak punya komitmen untuk mencari titik temu demi kepentingan terbaik anak. Antara lain menjamin agar si anak bisa kembali bersekolah dan tidak membebani anak jenis pekerjaan yang menyebabkan terhalanginya hak dasar anak, termasuk menghentikan untuk mempekerjakannya untuk syuting.

Ada indikasi Vita sengaja diperkerjakan atau dieksploitasi?Next

Halaman 1 2 3

Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(vit/gah)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%