Menlu RI
Diplomasi Butuh Penguasaan Informasi Secara Cerdas
Rabu, 01/02/2012 22:39 WIB
Jakarta
Diplomasi sangat erat hubungannya dengan informasi dan komunikasi. Masalah yang dihadapi sekarang bukan lagi kekurangan informasi, tetapi justru kebanjiran informasi, paradox of plenty.
Hal itu disampaikan Menlu RI Marty Natalegawa dalam dialog interaktif dan talkshow yang digelar oleh Sekretariat Jenderal Kementerian Luar Negeri RI di Ruang Nusantara Kemlu RI hari ini (1/2/2012), sebagaimana disampaikan Direktur Informasi dan Media (Infomed) PLE Priatna seusai acara.
"Bahkan ia menjadi bagian tak terpisahkan, sehingga berdasarkan informasi akurat itu proses pembuatan keputusan dapat dilakukan menjadi lebih arif, akurat dan tepat waktu, ujar Menlu menggarisbawahi cara kerja baru Kemlu menanggapi perubahan di era informasi dan digital.
Menurut Menlu, teknologi bukan sebuah panacea (jawaban sertamerta, red) bagi penyesuaian Kemlu RI di tengah perubahan dan banjirnya informasi.
Masalah yang kita hadapi sekarang bukan lagi kekurangan informasi, tetapi justru kebanjiran informasi... paradox of plenty, bagaimana kita bisa menyeleksi informasi dan background noise, sehingga proses pembuatan keputusan benar akurat, papar Menlu.
Menlu juga menekankan pentingnya budaya kerja baru, budaya pemerintahan terbuka. Begitu pula bagaimana menampilkan keterbukaan tanpa bertolak belakang dengan kerahasiaan.
Sementara itu Ketua UKP4 Prof. Kuntoro Mangkusubroto mengatakan bahwa di era informasi terbuka sekarang ini, di tengah cara dan medium komunikasi yang sudah amat berubah, birokrasi atau organisasi kerja harus mampu menyesuaikan diri dengan mekanisme komunikasi.
"Juga dengan penyebaran informasi yang serba instan, real-time, berikut tuntutan kebutuhan kecepatan menyiapkan knowledge management yang akurat dan handal," tegas Kuntoro.
Lanjut Kuntoro, diperlukan perubahan cara kerja, perilaku dan mindset dalam menghadapi tantangan kemajuan dan kecepatan penyebaran informasi, di samping juga pemanfaatan prasarana teknologi komunikasi.
Talkshow dengan tema Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Kemlu yang Lebih Baik diselenggarakan untuk memberikan pemahaman dan memperoleh dukungan seluruh jajaran Kemlu terhadap arti penting penerapan TIK secara menyeluruh, termasuk Perwakilan RI.
Direktur Infomed PLE Priatna menyampaikan bahwa Kemlu saat ini tengah mengembangkan cetak biru sistem dan budaya kerja yang memanfaatkan dukungan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
"Cetak biru TIK ini akan menjadi dasar, panduan pemanfaatan dan pengembangan sistem kerja efisien dan efektif berbasis TIK," terang Priatna.
Dari diskusi terlihat cetak biru TIK disambut antusias dan untuk pelaksanaannya dibutuhkan perubahan budaya kerja seperti trinitas nilai-nilai yakni integritas, kepemilikan, dan we feeling (kebersamaan, red). TIK ini harus membantu proses internalisasi nilai-nilai tersebut.
TIK juga harus mempermudah dan meringankan beban kerja para karyawan Kemlu, yang keberhasilannya dapat diukur dari kepuasan pengguna. Oleh karena itu, sistem yang akan diterapkan harus sesuai dengan dinamika dunia kerja yang senantiasa berkembang.
"Semua karyawan Kemlu dituntut untuk mengkinikan dirinya dengan kemajuan teknologi," pungkas Priatna.
Kegiatan ini dibuka oleh Menteri Luar Negeri RI, Dr. Marty Natalegawa, dan dihadiri oleh pejabat dan karyawan Kemlu serta pejabat dari Kementerian Komunikasi dan Informasi dan Lembaga Sandi Negara.
(es/es)
Hal itu disampaikan Menlu RI Marty Natalegawa dalam dialog interaktif dan talkshow yang digelar oleh Sekretariat Jenderal Kementerian Luar Negeri RI di Ruang Nusantara Kemlu RI hari ini (1/2/2012), sebagaimana disampaikan Direktur Informasi dan Media (Infomed) PLE Priatna seusai acara.
"Bahkan ia menjadi bagian tak terpisahkan, sehingga berdasarkan informasi akurat itu proses pembuatan keputusan dapat dilakukan menjadi lebih arif, akurat dan tepat waktu, ujar Menlu menggarisbawahi cara kerja baru Kemlu menanggapi perubahan di era informasi dan digital.
Menurut Menlu, teknologi bukan sebuah panacea (jawaban sertamerta, red) bagi penyesuaian Kemlu RI di tengah perubahan dan banjirnya informasi.
Masalah yang kita hadapi sekarang bukan lagi kekurangan informasi, tetapi justru kebanjiran informasi... paradox of plenty, bagaimana kita bisa menyeleksi informasi dan background noise, sehingga proses pembuatan keputusan benar akurat, papar Menlu.
Menlu juga menekankan pentingnya budaya kerja baru, budaya pemerintahan terbuka. Begitu pula bagaimana menampilkan keterbukaan tanpa bertolak belakang dengan kerahasiaan.
Sementara itu Ketua UKP4 Prof. Kuntoro Mangkusubroto mengatakan bahwa di era informasi terbuka sekarang ini, di tengah cara dan medium komunikasi yang sudah amat berubah, birokrasi atau organisasi kerja harus mampu menyesuaikan diri dengan mekanisme komunikasi.
"Juga dengan penyebaran informasi yang serba instan, real-time, berikut tuntutan kebutuhan kecepatan menyiapkan knowledge management yang akurat dan handal," tegas Kuntoro.
Lanjut Kuntoro, diperlukan perubahan cara kerja, perilaku dan mindset dalam menghadapi tantangan kemajuan dan kecepatan penyebaran informasi, di samping juga pemanfaatan prasarana teknologi komunikasi.
Talkshow dengan tema Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Kemlu yang Lebih Baik diselenggarakan untuk memberikan pemahaman dan memperoleh dukungan seluruh jajaran Kemlu terhadap arti penting penerapan TIK secara menyeluruh, termasuk Perwakilan RI.
Direktur Infomed PLE Priatna menyampaikan bahwa Kemlu saat ini tengah mengembangkan cetak biru sistem dan budaya kerja yang memanfaatkan dukungan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
"Cetak biru TIK ini akan menjadi dasar, panduan pemanfaatan dan pengembangan sistem kerja efisien dan efektif berbasis TIK," terang Priatna.
Dari diskusi terlihat cetak biru TIK disambut antusias dan untuk pelaksanaannya dibutuhkan perubahan budaya kerja seperti trinitas nilai-nilai yakni integritas, kepemilikan, dan we feeling (kebersamaan, red). TIK ini harus membantu proses internalisasi nilai-nilai tersebut.
TIK juga harus mempermudah dan meringankan beban kerja para karyawan Kemlu, yang keberhasilannya dapat diukur dari kepuasan pengguna. Oleh karena itu, sistem yang akan diterapkan harus sesuai dengan dinamika dunia kerja yang senantiasa berkembang.
"Semua karyawan Kemlu dituntut untuk mengkinikan dirinya dengan kemajuan teknologi," pungkas Priatna.
Kegiatan ini dibuka oleh Menteri Luar Negeri RI, Dr. Marty Natalegawa, dan dihadiri oleh pejabat dan karyawan Kemlu serta pejabat dari Kementerian Komunikasi dan Informasi dan Lembaga Sandi Negara.
(es/es)
Baca Juga
- Kasus Korupsi di Kemlu, Dubes RI di Kanada Diperiksa KPK
- Indonesia Tingkatkan Hubungan Bilateral dengan Estonia dan Finlandia
- Menlu RI: Saatnya Mewujudkan Rasa Kepemilikan ASEAN
- RI Akan Revisi Kerangka Kerja Tim Peninjau Perbatasan Thailand-Kamboja
- ASEAN SOM, Siem Reap
Hasil-hasil Penting Keketuaan RI Disepakati
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 16:30 WIB
Survei: Mayoritas Warga DKI Tak Yakin Banjir Bisa Selesai dalam 3 Tahun
-
Minggu, 27/05/2012 16:26 WIB
Tabrak Jakmania di Dekat Halte Halimun, TransJ Diamuk Massa
-
Minggu, 27/05/2012 16:24 WIB
Pemprov Sumut Inventarisir 5 Calon Nama Bandara Kualanamu
-
Minggu, 27/05/2012 15:58 WIB
Jusuf Kalla: Soal Capres, Tunggu Saja!
-
Minggu, 27/05/2012 15:53 WIB
Merampas Motor di 21 Lokasi, Briptu Dirwanto Ditangkap di Indramayu
-
Minggu, 27/05/2012 16:26 WIB
Tabrak Jakmania di Dekat Halte Halimun, TransJ Diamuk Massa
-
Minggu, 27/05/2012 15:48 WIB
Mercy Terbakar di Depan PIM 2, Lalin Sempat Macet
-
Minggu, 27/05/2012 14:26 WIB
Survei LSI, Foke dan Jokowi Masih Cagub Terkuat
-
Minggu, 27/05/2012 15:43 WIB
Jelang Pilkada DKI, Foke Minta Petuah Jusuf Kalla
-
689 Komentar
-
288 Komentar
-
255 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
