Detik.com News
Detik.com

Rabu, 01/02/2012 16:41 WIB

PNS Ateis 'Kapok', Proses Hukum Tetap Berjalan

Chazizah Gusnita - detikNews
Jakarta - Alexander Aan (30), seorang PNS yang mengaku ateis 'kapok' setelah bersua dengan Lembaga Adat Minangkabau. Meski sudah kembali memeluk agama Islam, proses hukum yang sudah dijeratkan kepada Alexander tetap berjalan.

"Alhamdulillah dia mau kembali ke Islam. Kita sudah dengar laporan verbal dia ingin kembali. Tapi proses hukum tetap berjalan karena kita negara hukum," kata Bupati Dharmasraya Adi Gunawan saat dihubungi detikcom, Rabu (1/2/2012).

Adi berharap Alexander kembali memeluk Islam dengan keyakinannya dan bukan atas dasar paksaan. Adi mengarahkan masyarakat agar tidak lagi terprovokasi dengan hal-hal yang berkaitan dengan isu agama.

"Kita nggak tahu dia itu yakin (pada Islam) atau tidak, dipaksa atau menyadari hal itu. Ya butuh proses. Tapi hukum tetap dijalankan," ungkapnya.

Menurut Adi, apa yang sudah dilakukan Alexander di jejaring sosial Facebook sudah memenuhi tindak pidana. Polisi sudah mempunyai bukti-bukti mengenai hal itu.

"Dia mengaku keyakinan (ateis) dia atau tidak, polisi sudah punya alat bukti untuk proses hukumnya," imbuhnya.

Alexander yang merupakan PNS Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, dinilai telah meresahkan warga.

Alex membuka sebuah grup di Facebook dengan nama Ateis Minang. Di grup ini, ia menulis sebagai Urang Minang nan indak picayo ka tuhan, malaikat, setan, jin, antu balau, sarugo jo narako, sarato mitos-mitos apapun juga. Alex berhenti beragama pada 2008.

Ia lantas menulis tentang agama Islam dan menjelek-jelekkan Nabi Muhammad SAW. Perbuatan Alex memicu perdebatan di tengah masyarakat. Hingga akhirnya Alexander dipolisikan dan dijerat pasal 156 KUHP tentang penodaan agama.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(gus/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%