Selasa, 31/01/2012 10:21 WIB
Kolom
Siapapun Ketuanya, Ibas Tetap Sekjen
Adanya isu penggeseran posisi ketua umum, sebenarnya bukan kali ini terjadi, hal serupa pernah juga terjadi, namun isu itu kemudian hilang begitu saja. Namun mungkinkah Ana tergeser dari posisinya? Sangat mungkin, sebab meski Anas dahulu disebut sebagai prototipe SBY, namun Anas sendiri bukan pilihan SBY saat Kongres Partai Demokrat di Bandung, Jawa Barat, tahun 2010.
Sebagaimana diketahui oleh banyak pihak, menjelang Kongres Partai Demokrat, SBY menempatkan Eddy Baskoro Yudhoyono atau Ibas sebagai vote getter di kubu Andi Malaranggeng. Hal demikian menunjukan bentuk dukungan SBY kepada Andi Malaranggeng yang bersaing dengan Anas dan Marzuki Alie. Namun Ibas sebagai representasi SBY dalam dukungan ke Andi ternyata tidak mampu memenangkan pemilihan Ketua Umum Partai Demokrat. Kekalahan Andi tentu membuat kecewa SBY. SBY bisa saja merasa ternyata dirinya sudah tidak 'diterima' di kalangan bawah Partai Demokrat.
Masalah yang menimpa Anas, sebenarnya memberi peluang yang sangat besar bagi SBY untuk membayar kekalahannya saat bertarung di Bandung. Keinginan SBY untuk mengganti Anas, bila mau, pasti akan didukung oleh rival-rival Anas yang lain. Upaya penggeseran posisi Anas selama ini sering ditiupkan oleh kelompok-kelompok yang belum ikhlas menerima kekalahan saat Kongres Partai Demokrat. Nyanyian para terdakwa dan saksi yang menyebut nama Anas dalam persidangan tentu merupakan sebuah amunisi yang besar untuk memperlancar penggeseran nama Anas.
Dalam sebuah situs (30/1), anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Ajeng Ratna Suminar, mengatakan Dewan Pembina Partai Demokrat telah menyiapkan tiga sampai empat orang nama pengganti Anas. Apa yang disampaikan Ajeng itu juga pernah dihembuskan oleh Max Sopacua. Apa yang diungkapkan Ajeng dan Max, entah itu benar atau salah, berarti sudah ada gerakan dari dewan pembina yang sangat serius untuk mengganti Anas. Sekarang tinggal menunggu waktu saja sepertinya Anas untuk rela turun dari kursi ketua umum.
Namun meski Anas diganti, ada yang tidak akan berubah dalam kepengurusan baru, yakni posisi Sekjen Partai Demokrat, yang saat ini dijabat oleh Ibas, tidak akan berubah, tetap akan dipegang Ibas. Ibas sendiri menjadi sekjen bukan karena orangnya tepat atau bagian dari akomodatif kemenangan Anas kepada kubu Andi Malaranggeng dalam Kongres 2010, namun karena titipan langsung dari SBY. Ketika SBY menghendaki anaknya menjadi sekjen tentu siapapun tidak akan bisa menolak.
Sebagai anak muda, Ibas yang sebelumnya jauh dari hiruk pikuk dunia politik, dan tiba-tiba langsung terlibat dalam Partai Demokrat tentu masih sangat minim dengan pengalaman-pengalaman politik. Hal demikian diakui oleh SBY sendiri sehingga SBY tidak langsung menjadikan dirinya sebagai ketua umum, namun untuk sementara waktu ia dijadikan sekjen, tujuannya untuk belajar politik. Posisi sekjen bagi Ibas adalah posisi yang sangat tinggi, sebab posisi sekjen adalah posisi yang strategis.
Bila bukan Ibas mungkin jabatan itu akan dipegang oleh elite Demokrat lainnya yang lebih berpengalaman dan handal dalam berpolitik. Meski demikian, bila Anas digeser itu akan sangat merugikan Partai Demokrat. Kerugian ini adalah, pertama, Anas yang secara riil memiliki jaringan massa di di tingkat dewan pengurus daerah dan dewan pengurus cabang di seluruh Indonesia yang dominan.
Kedua, akan membuat perpecahan di kubu Partai Demokrat. Pendukung Anas pun berani membangkang kepada keputusan Ketua Dewan Pembina. Ketiga, energi pengurus baru akan lebih tercurah kepada konsolidasi organisasi daripada persiapan menjelang Pemilu 2014.
Pemilu 2014 bisa jadi merupakan pemilu terberat yang akan dialami oleh partai politik, apalagi dengan kemungkinan parliamentary threshold 4% sampai 5% tentu akan membuat partai politik akan bekerja lebih keras untuk bisa lolos dari ambang batas itu. Bila Partai Demokrat lebih asyik berkonflik dan hanya memikirkan posisi ketua umum maka Partai Demokrat bisa tidak lolos dalam ambang batas tersebut.
Kemenangan Partai Demokrat yang tinggi dalam Pemilu 2009 pun menjadi pertanyaan banyak pihak, sebab dengan kasus mantan anggota KPU Andi Nurpati dalam masalah surat MK dan dirinya menjadi pengurus Partai Demokrat. Apakah Partai Demokrat dalam Pemilu 2014 'tanpa' bantuan KPU bisa meraih suara seperti pada Pemilu 2009? Sangat sulit, sebab selain akan semakin ketatnya pengawasan terhadap KPU, juga Partai Demokrat lebih asyik mengurusi masalah internal partai tidak hanya masalah Anas, namun juga banyak kader Partai Demokrat yang terlibat dalam tindakan korupsi, baik di pusat maupun daerah.
*) Ardi Winangun adalah pengamat politik dan Ketua Forum Alumni Siswa Sekolah Pemikiran Pendiri Bangsa. Penulis tinggal di Matraman, Jakarta Timur. Nomor kontak: 08159052503.
Simak rangkuman beragam peristiwa penting dan menarik sepanjang hari ini di "Reportase Malam", pukul 1.00 WIB, hanya di Trans TV.
(vit/vit)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Hasil UN SMA, 99,48 % Siswa di Indonesia Mulus Lulus
13,787 share this. -
Alat Pemantau Gempa di Gunung Dicuri, Keselamatan Masyarakat Terancam
813 share this. -
Tragis! Bocah 7 Tahun Tewas Tertimpa Tubuh Pria yang Loncat Bunuh Diri
676 share this. -
Istri Fathanah Sefti Kini Banjir Job Main FTV
657 share this. -
3 Siswa SMP yang Gagalkan Perkosaan Mendapat Beasiswa Pendidikan
529 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Kolom Terbaru
Indeks Kolom ยป
-
Rabu, 22/05/2013 10:43 WIB
Bubarkan Partai Korup
-
Senin, 20/05/2013 12:15 WIB
Melihat Arah Ekonomi Jalan Ketiga
-
Rabu, 15/05/2013 10:33 WIB
Politik Bunuh Diri PKS
-
Senin, 13/05/2013 13:28 WIB
Penyitaan Mobil Mewah Elit PKS: Dapatkah Ditolak?
-
Senin, 13/05/2013 09:40 WIB
Catatan Agus Pambagio
e-KTP dan Kegalauan Publik
-
Kamis, 23/05/2013 18:00 WIB
24 Sekolah Siswanya 100 Persen Tidak Lulus UN
-
Kamis, 23/05/2013 17:04 WIB
Hasil UN SMA, 99,48 % Siswa di Indonesia Mulus Lulus
-
Kamis, 23/05/2013 18:26 WIB
Ni Adek Vani Menjadi Lulusan Terbaik UN SMA 2013
-
Kamis, 23/05/2013 18:24 WIB
Diiming-imingi Martabak Super, Kegadisan Siswi SMP Direnggut Siswanto
-
Kamis, 23/05/2013 16:54 WIB
Satpam yang Sebut Darin Panggil Luthfi 'Papa' Diancam Orang Tak Dikenal
-
Kamis, 23/05/2013 18:45 WIB
Petugas BNN Menyamar Jadi Penyewa PS Sebelum Tangkap Bripka Abdul
-
Kamis, 23/05/2013 16:22 WIB
Ibunda: Kalau Darin Istri Luthfi, Saya Mau Rumah, Mobil dan Deposito
-
Kamis, 23/05/2013 18:12 WIB
PM Inggris Sebut Pembunuhan Tentara Sebagai Pengkhianatan Atas Islam
-
574 Komentar
-
363 Komentar
-
229 Komentar
-
217 Komentar
-
216 Komentar
-
211 Komentar
-
162 Komentar
-
147 Komentar
-
Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,844.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Kamis, 23/05/2013 15:50 WIB
Darin Diperkirakan Dinikahi Luthfi Saat Umur 18 Tahun
-
Kamis, 23/05/2013 15:46 WIB
Jika Dipanggil KPK Lagi, Darin Tetap Tak Mau Datang
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer















Made Tantrawan (21), mahasiswa Fakultas MIPA UGM memiliki catatan prestasi yang luar biasa. Ia menjadi langganan juara olimpiade internasional dan kini lulus dengan sempurna. Apa resepnya?
Perlawanan para koruptor memang bervariasi. Sejak pertama kali pemberantasan korupsi dilakukan pada permulaan revolusi di Indonesia, tahun 1957, perlawanan sudah terjadi. Perlawanan para koruptor sudah merupakan hukum besi. Hukum perlawanan adalah hukum kemestian.
