Detik.com News
Detik.com
Selasa, 31/01/2012 10:19 WIB

Sopir Bus Penyebab Kecelakaan Beruntun di Jagorawi Jadi Tersangka

Nala Edwin - detikNews
Sopir Bus Penyebab Kecelakaan Beruntun di Jagorawi Jadi Tersangka Foto: Kompol Bestari
Jakarta - Rem bus Laju Utama bernopol B 7455 BW blong sehingga menyebabkan kecelakaan beruntun 18 kendaraan di Tol Jagorawi kemarin. Saat ini petugas masih menyelidiki kasus itu. Sopir bus tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka, namun tidak ditahan.

"Sopir bus menjadi tersangka. Busnya masih kita amankan, sedangkan sopirnya tidak kita tahan karena kerugiannya hanya berupa materi saja," kata Kasat Lantas Jakarta Timur, AKBP Sudarsono, kepada detikcom, Selasa (31/1/2012).

Sopir bus itu dijerat dengan pasal 310 ayat 1 UU 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Ancaman hukumannya 6 bulan penjara karena mengakibatkan kerugian materi.

Sudarsono mengatakan mobil-mobil yang terlibat tabrakan pada Senin (30/1) kemarin juga masih ada beberapa unit yang ada di markas kepolisian. "Kalau yang masih bisa jalan dan pemiliknya mau ambil sudah kita berikan," terangnya.

Sudarsono menyatakan sopir bus itu mengungkapkan bus yang dikendarainya dalam keadaan normal saat berangkat, namun begitu di dalam tol remnya tidak berfungsi. "Sekarang masih kita lakukan pemeriksaan," jelasnya.

Kecelakaan yang melibatkan 18 kendaraan itu terjadi pada Senin (30/1) pukul 08.30 WIB. Saat itu lalu lintas di ruas Tol Jagorawi dari Cibubur arah Jakarta sedang padat. Tiba-tiba saja dari belakang bus bernomor polisi B 7455 BW tersebut menabrak mobil-mobil yang ada di depannya. Laju bus ini tidak terkendali karena rem bus itu blong.

"Tidak ada korban dalam peristiwa itu hanya kerugian material saja," kata Kepala Induk PJR Jagorawi Kompol Bestari Harahap, kemarin.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(nal/vta)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Segera Revisi PP Ganti Rugi Salah Tangkap Rp 1 Juta!

Ganti rugi Rp 1 juta bagi korban salah tangkap dinilai sudah tidak layak lagi. Ahli pidana UII Dr Mudzakkir mengatakan PP No 27 Tahun 1983 memuat ketentuan yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan sekarang. Untuk itu, Dr Mudzakkir mengusulkan PP itu harus diubah dan memasukkan ganti rugi sesuai dengan kurs terkini. Bila Anda setuju dengan usulan Dr Mudzakkir, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%