Selasa, 31/01/2012 06:29 WIB
Guyonan Anwar Ibrahim Soal Korupsi di Malaysia & Indonesia
"(Di Malaysia) tahap korupsi itu tinggi tapi tidak kelihatan, itu hebatnya kita," kata pemimpin oposisi Malaysia itu yang disambut gelak tawa hadirin.
Hal itu disampaikan Anwar dalam pidato kebudayaan dengan tema 'Kepemimpinan dalam Dinamika Perubahan Ekonomi Politik' di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Senin (30/01/2012) malam.
Menurut Anwar, ketidakterlihatan korupsi itu karena negaranya bekas jajahan Inggris. Seperti diketahui, Inggris adalah negara yang sudah canggih sehingga hal itu diadopsi Malaysia untuk untuk melancarkan korupsi.
"Inggris ini level of sophistication-nya hebat," lanjut Anwar.
Sementara, menurut Anwar korupsi di Indonesia pun dipengaruhi oleh penjajahnya dulu, yakni Belanda. Belanda dikenal sebagai negara yang keras sehingga ketika diadopsi Indonesia, korupsi tidak lagi tak terlihat seperti di Malaysia.
"(Di Indonesia) di atas meja di bawah meja jalan," ujar Anwar yang kembali mengundang tawa.
Dijelaskan Anwar, cara korupsi di Indonesia itu tidak dapat diterapkan di Malaysia. Sebab, hal itu akan dianggap sesuatu yang curang, tidak beradab, serta dianggap pengkhiatan.
"Tapi kalau disimpan masuk ke account di London atau account di Switzeland itu ada kecanggihan cara," candanya.
Namun, lewat candaan itu Anwar menegaskan korupsi sangat tidak bermoral. Mengkritik penguasa bukan lagi sesuatu yang cukup dalam memberantas korupsi, melainkan ketegasan pemimpinlah yang menentukan.
"Maka kita ambil keputusan, kita menentukan bahwa pemimpin itu harus lebih tegas," pungkas Anwar.
(did/did)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Parah! Bercerai dari Istri, Pria Ini Berhubungan Seks dengan Babi
1,876 share this. -
Golkar: Pak Harto Banyak Meninggalkan Pengagum di Indonesia
556 share this. -
Makan di Pendopo Sipanji Banyumas, Megawati Cerita Kondisi Indonesia
542 share this. -
Wakil Ketua Komisi IX: Freeport Lakukan Pengabaian Keselamatan Pekerja
462 share this. -
Jokowi: Saya Nggak Mau, Tahu-tahu Filmnya Jadi
371 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Rabu, 22/05/2013 16:06 WIB
Hakim Tidak Upload Putusan di Website Terancam Dimutasi
-
Rabu, 22/05/2013 16:01 WIB
Sohibul Iman Dukung Tifatul: Tak Ada Keputusan PKS Keluar dari Koalisi
-
Rabu, 22/05/2013 15:59 WIB
Hari ke-219 Jokowi
Jokowi Soal Kisruh Warga di Pulogadung: Yang Gusur Pengadilan, Bukan Saya
-
Rabu, 22/05/2013 15:54 WIB
Berkas dan Barbuk Tersangka Kasus Cebongan Diserahkan ke Otmil Yogya
-
Rabu, 22/05/2013 15:50 WIB
Fahri Hamzah: Darin Mumtazah Bagian dari Festival KPK
-
Rabu, 22/05/2013 15:07 WIB
Tetangga Sebut Luthfi Datang ke Rumah Darin dengan Mobil Bernopol B 2 MDF
-
Rabu, 22/05/2013 13:29 WIB
Ini Abdulrahman, Bocah SMP Heroik Penolong Korban Percobaan Perkosaan
-
Rabu, 22/05/2013 14:36 WIB
Ahmad Zaky Muncul di Rumah Orangtuanya!
-
Rabu, 22/05/2013 15:31 WIB
Jokowi Berdoa: Mudah-mudahan 2 RS yang Mundur Layani KJS Cepat Sadar
-
Rabu, 22/05/2013 15:45 WIB
Fahri Hamzah: Darin Mumtazah Bagian dari Festival KPK
-
Rabu, 22/05/2013 15:28 WIB
Ini Alasan Sekretaris Mentan Mau Dipanggil Luthfi Hasan ke DPP PKS
-
Rabu, 22/05/2013 13:05 WIB
6 Bisik-bisik Tetangga Ungkap Kisah Darin dan Luthfi
-
Rabu, 22/05/2013 15:48 WIB
Gagalkan Upaya Perkosaan, 3 Siswa SMP di Bogor Dipuji Pihak Sekolah
-
361 Komentar
-
240 Komentar
-
229 Komentar
-
215 Komentar
-
211 Komentar
-
211 Komentar
-
176 Komentar
-
162 Komentar
-
Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,845.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Rabu, 22/05/2013 14:36 WIB
Ahmad Zaky Muncul di Rumah Orangtuanya!
-
Rabu, 22/05/2013 13:22 WIB
Fahri Ingin PKS Keluar Koalisi, Tifatul Tak Setuju
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








_5.gif)






Kenikmatan nasi goreng khas Indonesia juga tak bisa disangkal Mikhail Kouritsyn. Setiap mampir ke Indonesia, orang Rusia ini takkan lupa menyantapnya.
Pembubaran partai politik memang dimungkinkan, namun masih utopis. Akhir-akhir ini, wacana pembubaran partai politik korup kembali menguat. Setidaknya ada tiga momentum yang mendorong wacana publik ini semakin menguat.
