Senin, 30/01/2012 13:25 WIB

Komnas PA: Lebih Baik Kasus Vita Diselesaikan dengan Mediasi

E Mei Amelia R - detikNews
Halaman 1 dari 2
Ruvita dan Maya.
Jakarta - Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait, menyarankan agar kasus Ruvita Sari (13) diselesaikan secara mediasi. Orangtua kandung dan orangtua angkat Vita agar duduk bersama untuk memberikan yang terbaik bagi Vita.

"Sebaiknya kasus ini dimediasi antara Ibu Maya dengan Ibu Lily untuk mencari solusi yang terbaik bagi si anak," ujar Arist saat berbincang dengan detikcom, Senin (30/1/2012).

Arist mengatakan, yang terbaik bagi Vita saat ini adalah dikembalikan kepada orangtua kandungnya. Karena bagaimana pun, hak pengasuhan Vita ada pada orangtuanya.

"Seharusnya jangan dipisahkan anak dengan ibu kandungnya, sekalipun ibunya miskin," kata Arist.

Arist melanjutkan, bila memang Maya benar-benar ingin menyekolahkan Vita, tidak seharusnya Vita dipisahkan dari Lily. "Saya sudah bicara dengan Ibu Maya agar tidak dipisahkan dengan ibunya," lanjut Arist.

Untuk saat ini, imbuh dia, Vita lebih baik diserahkan kepada ibu kandungnya. Komnas PA sendiri akan mengawasi perkembangan Vita selama berada dalam pengasuhan Lily selaku ibu kandung Vita.

"Kalau memang katakanlah betul ada penyiksaan dan eksploitasi anak, nanti ada langkah selanjutnya," imbuh Arist.Next

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mei/lh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
68%
Kontra
32%