Aktivis Gelar Doa Bersama di Lokasi Kecelakaan Tugu Tani
Minggu, 29/01/2012 20:09 WIB
Doa bersama aktivis (Foto: Amelia/detikcom)
Jakarta
Peristiwa kecelakaan maut di Jalan MI Ridwan Rais, Gambir, Jakarta Pusat menggerakkan sejumlah aksi keprihatihan berbagai kalangan. Malam ini sekitar 30 aktivis menggelar aksi di lokasi.
Pantauan detikcom di lokasi, Minggu (29/1/2012), aktivis yang menamakan dirinya Jaringan Pemuda Penggerak (Jamper) tiba sekitar pukul 19.15 WIB. Mereka bertolak dari kawasan Tanah Tinggi, Johar Baru, dengan dikawal satu unit mobil patroli.
Mereka datang ke lokasi dengan menumpang Metromini yang diparkir di samping Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan. Dari situ, mereka kemudian berjalan beriringan menuju ke lokasi yang hanya berjarak sekitar 30 meter dari kantor kementerian itu.
Para aktivis yang mengenakan baju merah bertuliskan 'Jamper' pada bagian punggungnya itu membawa sejumlah lilin dan spanduk ukuran 1x3 meter. Beberapa di antara aktivis membentangkan spanduk tersebut di pinggir jalan di depan Halte Tugu Tani.
"Aksi Keprihatinan. Turut berbela sungkawa atas tragedi Tugu Tani," demikian tulisan pada spanduk berwarna putih itu.
Seorang aktivis kemudian melakukan orasi damai untuk memperingati tujuh hari kematian sembilan korban tewas kecelakaan maut itu.
"Mereka yang tewas akibat kecelakaan di sini adalah saudara-saudara kita. Untuk itu, marilah kita mengheningkan cipta sejenak untul mendoakan arwah para saudara kita tercinta," teriak seorang aktivis.
Para aktivis yang telah mempersiapkan lilin itu kemudian menyalakannya. Mereka kemudian membentuk lingkaran dan berpuisi.
Setelah itu, mereka kemudian membacakan doa singkat di lokasi. Aksi tersebut hanya berlangsung sekitar 30 menit.
Sementara itu, tujuh hari pascakecelakaan maut terjadi, lokasi kecelakaan masih dipenuhi warga. Ratusan warga berduyun-duyun ke lokasi untuk mendoakan para korban.
Tidak sedikit di antaranya datang ke lokasi hanya untuk melihat-lihat. Bahkan beberapa dari mereka hanya datang ke lokasi dan nongkrong seperti halnya di tempat wisata.
Banyaknya warga yang datang ke lokasi menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang. Seperti halnya Uda Madun yang berjualan Sate Padang, mengaku pendapatannya sedikit meningkat setelah mangkal di lokasi.
"Iya lumayanlah ningkat. Tadinya saya nggak mangkal di sini. Nggak tahu nih sampai kapan ramainya," ujar Madun.
(mei/lrn)
Pantauan detikcom di lokasi, Minggu (29/1/2012), aktivis yang menamakan dirinya Jaringan Pemuda Penggerak (Jamper) tiba sekitar pukul 19.15 WIB. Mereka bertolak dari kawasan Tanah Tinggi, Johar Baru, dengan dikawal satu unit mobil patroli.
Mereka datang ke lokasi dengan menumpang Metromini yang diparkir di samping Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan. Dari situ, mereka kemudian berjalan beriringan menuju ke lokasi yang hanya berjarak sekitar 30 meter dari kantor kementerian itu.
Para aktivis yang mengenakan baju merah bertuliskan 'Jamper' pada bagian punggungnya itu membawa sejumlah lilin dan spanduk ukuran 1x3 meter. Beberapa di antara aktivis membentangkan spanduk tersebut di pinggir jalan di depan Halte Tugu Tani.
"Aksi Keprihatinan. Turut berbela sungkawa atas tragedi Tugu Tani," demikian tulisan pada spanduk berwarna putih itu.
Seorang aktivis kemudian melakukan orasi damai untuk memperingati tujuh hari kematian sembilan korban tewas kecelakaan maut itu.
"Mereka yang tewas akibat kecelakaan di sini adalah saudara-saudara kita. Untuk itu, marilah kita mengheningkan cipta sejenak untul mendoakan arwah para saudara kita tercinta," teriak seorang aktivis.
Para aktivis yang telah mempersiapkan lilin itu kemudian menyalakannya. Mereka kemudian membentuk lingkaran dan berpuisi.
Setelah itu, mereka kemudian membacakan doa singkat di lokasi. Aksi tersebut hanya berlangsung sekitar 30 menit.
Sementara itu, tujuh hari pascakecelakaan maut terjadi, lokasi kecelakaan masih dipenuhi warga. Ratusan warga berduyun-duyun ke lokasi untuk mendoakan para korban.
Tidak sedikit di antaranya datang ke lokasi hanya untuk melihat-lihat. Bahkan beberapa dari mereka hanya datang ke lokasi dan nongkrong seperti halnya di tempat wisata.
Banyaknya warga yang datang ke lokasi menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang. Seperti halnya Uda Madun yang berjualan Sate Padang, mengaku pendapatannya sedikit meningkat setelah mangkal di lokasi.
"Iya lumayanlah ningkat. Tadinya saya nggak mangkal di sini. Nggak tahu nih sampai kapan ramainya," ujar Madun.
(mei/lrn)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 08:47 WIB
Grasi Corby Diharapkan Dapat Memudahkan Masalah WNI di Luar Negeri
-
Minggu, 27/05/2012 08:22 WIB
Timses Hidayat-Didik Sambut Baik Keinginan Foke Ikut Debat Cagub DKI
-
Minggu, 27/05/2012 07:43 WIB
Komwas PD: Penghadangan Anas Tak Lepas Dari Masalah Internal DPD Malut
-
Minggu, 27/05/2012 07:22 WIB
Menengok Kehidupan di Pulau Terluar Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 07:43 WIB
Komwas PD: Penghadangan Anas Tak Lepas Dari Masalah Internal DPD Malut
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
284 Komentar
-
237 Komentar
-
220 Komentar
-
218 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
