detikcom
Minggu, 29/01/2012 16:50 WIB

Sepekan Dipenjara, Bobot Afriyani Turun

E Mei Amelia R - detikNews
Jakarta - Afriyani Susanti (29), sudah sepekan mendekam di tahanan narkoba Polda Metro Jaya setelah mobil Xenia yang dikemudikannya menewaskan 9 orang dan 3 lainnya luka-luka di Tugu Tani, Jakarta Pusat. Penyesalan yang mendalam akibat kecelakaan itu membuat Afriyani kehilangan selera makan hingga bobot badannya menurun.

"Kondisinya sehat, tetapi berat badannya agak turun," ujar Efrizal, pengacara Afriyani saat dihubungi wartawan, Minggu (22/1/2012).

Hanya saja, Efrizal tidak mengetahui secara persis berapa penurunan berat badan Afriyani. "Terlihat dari badannya yang agak kurusan," kata Efrizal.

Ia mengatakan, penyidik mengontrol ketat pemberian makanan terhadap Afriyani. Polisi mengkhawatirkan adanya penyusup yang mencoba meracuni Afriyani pasca peristiwa kecelakaan yang mengundang banyak kecaman masyarakat itu.

"Makanannya diperiksa secara ketat karena takut ada yang merancuni," kata Efrizal.

Sementara itu, Efrizal mengungkapkan, Afriyani ditahan di sel yang khusus, terpisah dari tiga temannya. Ariyani ditahan di Blok B23.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mei/gun)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
52%
Kontra
48%