Polisi Diminta Tak Konfrontasi Korban Perkosaan dengan Pelaku
Minggu, 29/01/2012 01:29 WIB
Jakarta
Tindak perkosaan yang marak akhir-akhir ini memunculkan banyak korban. Kepolisian sering kali mempertemukan antara korban dengan pelaku di dalam proses penyelidikan.
Hal ini ditentang oleh Komnas Perempuan, karena menganggap korban perkosaan mengalami trauma berat dan tidak seharusnya dipertemukan dengan pelaku perkosaan.
"Bertemu dengan pelaku, tanpa kesiapan psikis dan pengetahuan kritis, justru dapat membuat korban semakin trauma," kata Komisioner Komnas Perempuan, Sri Nuherawati, melalui rilis yang diterima detikcom, Minggu (29/1/2012).
Menurut Sri, mempertemukan korban perkosaan dengan pelaku tidak perlu dilakukan karena konfrontasi bukan merupakan alat bukti yang sah. Kepolisian dinilai harus lebih fokus kepada pencarian alat bukti sebagaimana yang diatur dalam KUHAP.
"Alat bukti yang sah menurut KUHAP adalah laporan dan keterangan korban. Bukan konfrontasi," tegasnya.
Sri menambahkan, selain mencari alat bukti yang sah sesuai KUHAP, pihak kepolisian harus memastikan, korban-korban perkosaan memperoleh hak-haknya. Khususnya pendampingan selama proses hukum, agar korban bisa memberikan keterangan secara maksimal.
"Dengan adanya pendampingan selama proses hukum diharapkan korban bisa memperoleh haknya atas kebenaran, keadilan dan pemulihan," tutupnya,
(her/her)
Hal ini ditentang oleh Komnas Perempuan, karena menganggap korban perkosaan mengalami trauma berat dan tidak seharusnya dipertemukan dengan pelaku perkosaan.
"Bertemu dengan pelaku, tanpa kesiapan psikis dan pengetahuan kritis, justru dapat membuat korban semakin trauma," kata Komisioner Komnas Perempuan, Sri Nuherawati, melalui rilis yang diterima detikcom, Minggu (29/1/2012).
Menurut Sri, mempertemukan korban perkosaan dengan pelaku tidak perlu dilakukan karena konfrontasi bukan merupakan alat bukti yang sah. Kepolisian dinilai harus lebih fokus kepada pencarian alat bukti sebagaimana yang diatur dalam KUHAP.
"Alat bukti yang sah menurut KUHAP adalah laporan dan keterangan korban. Bukan konfrontasi," tegasnya.
Sri menambahkan, selain mencari alat bukti yang sah sesuai KUHAP, pihak kepolisian harus memastikan, korban-korban perkosaan memperoleh hak-haknya. Khususnya pendampingan selama proses hukum, agar korban bisa memberikan keterangan secara maksimal.
"Dengan adanya pendampingan selama proses hukum diharapkan korban bisa memperoleh haknya atas kebenaran, keadilan dan pemulihan," tutupnya,
(her/her)
Baca Juga
- Angkot C01 Demo di Flyover Kebayoran Lama, Jl Pakubuwono Macet
- Polisi Dalami Dugaan Laporan Palsu Perkosaan Mahasiswi di Kebayoran Lama
- Kapolda: Su Ngaku Setubuhi Mahasiswi di Kebayoran Lama Suka Sama Suka
- Su Pelaku Tunggal Perkosaan Mahasiswi di Kebayoran Lama
- Perkosa Penumpang, Sopir Angkot di Bogor Ditangkap
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 08:22 WIB
Timses Hidayat-Didik Sambut Baik Keinginan Foke Ikut Debat Cagub DKI
-
Minggu, 27/05/2012 07:43 WIB
Komwas PD: Penghadangan Anas Tak Lepas Dari Masalah Internal DPD Malut
-
Minggu, 27/05/2012 07:22 WIB
Menengok Kehidupan di Pulau Terluar Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 07:43 WIB
Komwas PD: Penghadangan Anas Tak Lepas Dari Masalah Internal DPD Malut
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
284 Komentar
-
237 Komentar
-
220 Komentar
-
218 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
