Mundur Jadi Wagub, Prijanto Tak Perlu Beri Penjelasan

Didi Syafirdi - detikNews
Sabtu, 28/01/2012 09:36 WIB
Jakarta Keinginan Prijanto memberi penjelasan terkait pengunduran dirinya sebagai wakil Gubernur DKI dalam rapat paripurna DPRD DKI dinilai tidak penting. Masyarakat sudah menilai Prijanto lalai menjalankan amanat yang sudah diberikan.

"Prijanto tidak boleh memaksakan kehendaknya dan itu sangat tidak etis. Karena pelaksanaan sidang tersebut sepenuhnya domain dari legislatif bukan eksekutif," kata pengamat politik Universitas Indonesia, Ibramsyah saat dihubungi wartawan, Sabtu (28/1/2012).

Menurut Ibramsyah, sesuai dengan aturan dan tata tertib persidangan dewan, sidang paripurna tidak bisa dilaksanakan karena kehadiran peserta sidang tidak mencapai kourum. Saat ini FPD tidak hadir dalam paripurna pengunduran diri Prijanto sehingga sidang ditunda.

"Tindakan ini sudah tepat, jika ada pihak-pihak yang lantas memaksakan kehendaknya baik melakukan interupsi atau hal lainnya tentunya hal tersebut diluar dari aturan yang ada," katanya.

Pengamat politik dari LIPI Tri Ratnawati melihat keinginan Prijanto sebagai upaya untuk mencari pembenaran atas pengunduran dirinya. Seharusnya purnawirawan bintang dua itu tidak mundur dan fokus bekerja untuk rakyat.

"Prijanto sebaiknya berbicara tentang prestasi-prestasi dan kontribusi-kontribusi terhadap DKI Jakarta yang ruwet ketimbang mempermasalahkan ketidakpuasan," kata Tri Ratnawati.

Pada Rabu 25 Januari lalu Sidang Paripurna DPRD DKI Jakarta yang membahas pengunduran diri Prijanto sebagai Wakil Gubernur ditunda. Seluruh anggota Fraksi Partai Demokrat di DPRD DKI tidak hadir karena menolak pengunduran diri Prijanto.

Ketua DPRD DKI Jakarta, Ferrial Sofyan, yang memimpin sidang, akhirnya menunda sidang yang hanya dihadiri 48 anggota. Jumlah itu belum 3/4 dari 94 orang seluruh anggota DPRD DKI Jakarta sehingga rapat tidak kourum.

Prijanto menyatakan mundur pada Desember 2011. Di dalam bukunya bertajuk Andaikan.. Aku atau Anda Gubernur Kepala Daerah, Prijanto banyak mengupas hubungannya dengan Fauzi Bowo. Bahkan dia menyebut slogan Fauzi Bowo "Serahkan pada ahlinya" beraroma kesombongan.

(did/mpr)

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini