detikcom

Bupati Garut: Silakan Lakukan Penelitian Harta Karun di Sadahurip

Nurvita Indarini - detikNews
Sabtu, 28/01/2012 04:09 WIB
Jakarta Merebak kabar ada harta karun yang tersimpan di Gunung Sadahurip, Garut, Jawa Barat. Adalah Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana, Andi Arief, yang meyakini ada bangunan bersejarah itu. Meski kalangan lain ada yang meragukan pendapat ini.

Pemkab Garut pun berencana mengundang para ilmuwan untuk duduk bersama membahas harta karun ini. Meski begitu, Pemkab tetap mempersilakan Tim Katastropik Purba untuk menggelar penelitian di lokasi tersebut.

"Pemkab mempersilakan tim untuk melakukan penelitian, ini tidak ada salahnya. Sekalipun tidak terbukti, tidak ada salahnya, kita tetap bisa ambil manfaatnya," ujar Bupati Garut, Aceng HM Fikri.

Berikut ini wawancara detikcom dengan Aceng, Jumat (27/1/2012):

Benarkah ada harta karun di Gunung Sadahurip? Bentuknya apa?

Masih ada hipotesa yang berbeda antara arkeolog Pak Sujatmiko (dari ITB) dengan Tim Katastropik Purba. Pak Miko bilang tidak ada apa-apa, tapi Tim mengatakan berdasarkan hasil uji karbon tanah diperkirakan ada yang berusia sekitar 9.500 tahunan. Juga ada patahan Bumi yang tidak wajar di sana.

Saya bukan orang yang berwenang memutuskan ada tidaknya benda pubakala berusia ribuan tahun di sana. Yang berwenang menyampaikan adalah peneliti dan institusi terkait.Paling saya ini mengundang para pihak apakah itu dari pusat arkeologi atau badan kepurbakalaan nasional atau para pakar untuk duduk satu meja. Nah nanti semuanya mengemukakan hasil dari penelitiannya.

Nah, nantinya akan diambil langkah bersama. Misalnya apakah dengan membentuk tim peneliti yang lebih lengkap yang terdiri dari Tim Katastropik Purba, arkeolog dan tim peneliti dari negara lain yang pernah menyampaikan minatnya. Soalnya kabar ini sudah mengundang perhatian banyak pihak. Karena itu akan segera saya undang semuanya. Karena masyarakat juga perlu kepastian dari hasil penelitian ini, terlepas dari terbukti ada benda pubakala atau tidak. Kepastian itu sedang ditunggu.

Kapan dilakukan, bulan depan?

Mudah-mudahan Februari.

Pertemuan juga memutuskan akan lanjut atau tidak penelitian itu?

Sebenarnya begini, Tim Katastropik Purbakala pernah mengatakan penelitian ini waktunya cukup lama, sekitar 3 tahun. Penelitian ini telah berlangsung sejak 2011. Nantinya mereka akan menjelaskan terkait hasil penelitiannya.

Limit waktunya 3 tahun. Tapi kan ada pendapat, 'kenapa lama wong menurut teori geologi (benda purbakala di Sadahurip) itu tidak ada. Jangan hamburkan tenaga'. Biar bagaimanapun penelitian ini kan untuk pengetahuan juga, jadi harus dihargai. Lagi pula hipotesa adanya benda purbakala itu bukan lahir dari pandangan paranormal atau dari mimpi.

Pemkab tetap membolehkan Tim Katastropik Purba melakukan penelitian kendati sudah menggelar pertemuan dengan berbagai ilmuwan?

Pemkab mempersilakan tim untuk melakukan penelitian, ini tidak ada salahnya. Sekalipun tidak terbukti, tidak ada salahnya, kita tetap bisa ambil manfaatnya. Untuk kepentingan scientific, semua orang, yakni para arkeolog, geolog, dan lainnya terpacu semangatnya untuk meningkatkan pengalaman dan pengetahuannya. Nah untuk membuktikan ini, tentu tidak bisa dari satu teori saja. Soal ini bisa menjadi khasanah pengetahuan.

Di sisi lain Pemda juga merasa ini bisa menjadi entry point datangnya para wisatawan ke Garut. Terlepas ada tidaknya benda purbakala di sana, setidaknya Garut bisa jadi fokus perhatian bagi banyak pihak. Kalau jadi fokus penelitian dan perhatian, maka banyak yang penasaran untuk datang, lalu jadi tujuan. Dampaknya tentu akselerasi kesejahteraan Kabupaten Garut.

Sebelumnya Sadahurip dijadikan kawasan wisata?

Sadahurip bukan kawasan wisata, tapi lokasi itu bersebelahan dengan daerah wisata Talaga Bodas. Sadahurip itu gunung biasa yang digunakan untuk bertani saja. Cuma saja gunung ini mempunyai bentuk unik.

Seperti diketahui, Garut dikelilingi gunung dan bukit. Nah, dari gunung yang mengelilingi, Sadahurip ini bentuknya beda. Saya pernah melihat dari udara dengan ketinggian 100-200 meter, bentuknya indah.

Respons masyarakat dengan kabar adanya harta karun di Gunung Sadahurip bagaimana?

Masyarakat sih biasa-biasa saja. Masyarakat tidak membenarkan dan tidak menganggap tidak mungkin. Cuma akhir-akhir ini setelah mencuat, volume orang datang ke Garut dari Solo, Bali, dan lainnya meningkat. Ada anak mantan pejabat di Pusat karena penasaran juga datang.

Setiap minggu banyak yang datang. Karena itu, warga setempat mulai bikin warung-warung di sekitar jalan menuju sana.

Berniat membuka Gunung Sadahurip sebagai tempat wisata?

Kami mencoba mengundang berbagai pihak ke Garut, terlepas terbukti tidak terbukti adanya benda purbakala, kenapa tidak diorientasikan ke wisata minat khusus. Polanya tidak merelokasi masyarakat. Jadi bukan membangun hotel, tapi membiarkan masyarakat tetap seperti itu. Jadi nanti masyarakat bisa menata rumahnya untuk disewakan. Masyarakat yang menyewakan dan masyarakat sendiri yang mengelola.

Pesan kepada masyarakat terkait adanya kabar harta karun di Gunung Sadahurip?

Pesan ke masyarakat, tetap saja menunggu apapun hasilnya. Jangan berlebihan menyikapi penelitian yang sedang berlangsung, terlepas terbukti atau tidak. Bagi para pakar, ilmuwan dan ahli saya mohon agar tidak saling men-judge hasil penelitian yang lain. Karena apapun, penelitian didasarkan pada sesuatu yang objektif, sehingga hasil yang didapat objektif bersadarkan fakta.

Untuk media massa, silakan terus saja memberitakan ini. Setidaknya yang dulu fokus ke ruang politik, bisa membicarakan potensi Garut yang lain.

(nvt/mpr)

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel