Detik.com News
Detik.com
Jumat, 27/01/2012 15:38 WIB

Diblokir Buruh, Tol Cikampek Macet Hingga 30 Km foto

Didi Syafirdi - detikNews
Diblokir Buruh, Tol Cikampek Macet Hingga 30 Km Rengga Sancaya/detikcom
Jakarta - Aksi buruh di Bekasi yang memblokir Tol Cikampek menimbulkan kemacetan yang cukup parah. Bahkan, kendaraan dari arah Bandung menuju Jakarta mengular hingga 30 km.

"Macet sampai 30 km," ujar petugas Korps Lalu Lintas Polri (NTMC) saat dihubungi detikcom, Jumat (27/1/2012) pukul 15.00 WIB.

Sampai saat ini kondisi lalu lintas di Tol Cikampek masih ditutup. Para buruh masih terus menggelar aksi di KM 31+200 dan KM 21+400 Tol Cikampek.

"Situasi lalu lintas di Km 31+200 Tol Jakarta-Cikampek masih tersendat, demikian pula arah sebaliknya. Harap mencari jalan alternatif lainnya," ujar NTMC.

"Ekor kepadatan tol Cikampek-Cikarang sampai KM 56. Silakan keluar Tol Karawang lewat jalan arteri," imbuhnya.

Demonstrasi buruh terjadi sejak pagi hari. Kendaraan terjebak macet di tol berjam-jam tak bisa bergerak. Mereka membuka pintu mobil atau keluar dari kendaraan untuk melepas lelah. Kebelet pipis, rasa lapar dan lelah, menyergap korban kemacetan ini. Polisi memperkirakan 17 ribu buruh tumpah ruah ke tol Cikampek.

Sampai saat ini aksi buruh yang dijaga sekitar 2.600 aparat kepolisian masih berjalan tertib. Para buruh mengancam akan terus berdemo hingga ada kepastian Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bekasi menerapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).

Seperti diketahui, berdasarkan SK Gubernur No.561/Kep.1540-Bansos/2011, UMK Bekasi sebesar Rp 1.491.866,-,upah kelompok II Rp 1.715.645,- dan kelompok I Rp 1.849.913. SK Gubernur ini digugat oleh Apindo Bekasi dan dikabulkan oleh PTUN di Bandung pada Kamis (26/1) kemarin.




Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(did/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%