detikcom
Jumat, 27/01/2012 15:10 WIB

Kapolda: Su Ngaku Setubuhi Mahasiswi di Kebayoran Lama Suka Sama Suka

E Mei Amelia R - detikNews
Jakarta - Su (23) mengaku berhubungan badan dengan mahasiswi kebinanan J (18) atas dasar suka sama suka, bukan memperkosa. Persetubuhan itu bahkan dilakukan 4 kali.

"Sudah empat kali malam itu. Ngakunya sama-sama suka. Itu pengakuan pelakunya," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Untung S Rajab di Polda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Jumat (27/1/2012).

Menurut dia, apabila Su dan J melakukan hubungan badan suka sama suka maka tidak dapat dijerat pasal perkosaan. "Kan nggak ada paksaan. Kalau perkosaan itu ada paksaan," ujar Untung.

Untung mengimbau agar para perempuan yang pergi malam hari sebaiknya tidak sendirian.

"Kalau malam-malam pergi sama saudara, jangan sendiri-sendiri. Itu kan permasalahan sosial. Kita tidak bisa mencegah orang itu berkeliaran. Sebagian korban perkosaan juga ternyata nggak diperkosa, nah ini kita sidik, dia (J) laporan palsu nggak," papar Untung.

Dalam kesempatan terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto membeberkan, pelaku Su telah dijemput tim Polda Metro Jaya di Solo dalam perjalanan menuju ke Pacitan.

Berdasarkan keterangan sementara, kata Rikwanto, Su alias Iwang mengaku satu kampung dengan J di Riau. "Baru 1-2 hari bertemu sebagai kawan. Dalam pertemanannya jalan-jalan, pulang kemalaman mampir di kosan temannya. Di kos itu terjadi persetubuhan suka sama suka. Sekali (bersetubuh), istirahat, kemudian dilanjutkan 3 kali," papar Rikwanto.

Dipaksa atau suka sama suka? "Suka sama suka. Pertama, dilakukan rebahan sama-sama kemudian buka baju satu per satu," jawab dia.

Rikwanto menekankan kejadian tersebut bukan perkosaan. "Setelah disetubuhi, bangun, mandi kemudian diantar oleh Saudara Iwang (Su) ke yang dikatakan TKP. Dia nunggu angkot. Di situ Iwang pulang, pelapor J mau pulang ke kos-kosannya dan mereka memang pisah di situ. Satu pulang ke tempatnya, yang satu pulang ke kos-kosannya," kata dia.

Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(aan/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 14/09/2014 14:52 WIB
    Lulung: Yang Penting Pak Ahok Manis Bicara, Ai Dukung
    Gb Haji Lulung mengaku sudah tidak ada masalah dengan Ahok yang bersuara keras soal kebobrokan DPRD jika pilkada tidak dilakukan langsung. Dia mengingatkan Ahok berhati-hati bicara sehingga tidak ada yang tersinggung.
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
46%
Kontra
54%
MustRead close