Kolom Djoko Suud
Anas Rawe-rawe Rantas
Jumat, 27/01/2012 08:41 WIB
Jakarta
Anas Urbaningrum sepertinya di ujung tanduk. Rumor posisinya akan diganti kembali meruncing. Itu setelah namanya berulangkali disebut Nazaruddin dan Yulianis. Benarkah ini sekadar rumor? Akankah Anas tergelincir? Mundur atau dilengserkan paksa? Atau rawe-rawe rantas malang-malang putung. Melawan?
Rumor Anas akan dilengserkan dari jabatannya sebagai Ketua Umum Partai Demokrat (PD) itu sebenarnya sudah basi. Mengemuka tahun lalu, meruncing setelah terpilih dalam Munas Bandung. Kalahnya 'duet' Andi Mallarangeng dengan Ibas dianggap sebagai 'benih' pertentangan yang terus berkecambah. Mengancam posisi Anas, karena diasumsikan sebagai kekalahan jago SBY.
Pesaing ketat Anas dalam Munas, Marzuki Alie, juga menyisakan luka mendalam di tubuh partai. Faksi-faksi terbentuk. Mengerucut dalam bentuk kubu-kubu-an. Ini tampil transparan dalam banyak kesempatan. Itu yang melegitimasi partai ini sebagai partai 'yang dianggap belum dewasa' berpolitik.
Friksi-friksi itu tumbuh subur. Isu Anas tidak disukai SBY juga terkipas kencang. Rumor Anas bakal dijatuhkan, entah kapan, tak terkecuali, terus mengalir. Seiring berjalannya waktu, rumor itu timbul tenggelam. Anas bak perahu kertas yang diombang-ambingkan gelombang itu.
Di tengah kondisi yang tak kunjung bisa 'bersatu' itu, Nazaruddin, bendahara PD kena perkara Wisma Atlet. Dia ke Singapura (katanya berobat), melanglang ke berbagai negara ketika berstatus tersangka. Buron itu menebar serangan melalui pengakuan-pengakuan faktual atau fiksi, dan internal PD silang-sengkarut menyikapi perkara ini.
Nazaruddin adalah password untuk mengorek borok itu. Perkara ini seperti bom bunuhdiri. Mantan Bendahara PD itu menyebut tidak 'makan' sendiri. Uang-uang itu ditebar pada banyak kalangan di partai ini. Persis pencuri ayam menyembelih ayam curiannya untuk dimakan rame-rame. PD pun dihajar banyak pihak.
Di dalam tubuh PD, friksi yang berseberangan memanfaatkan kesempatan. Saling tunjuk tidak terelakkan. Ada kekuatan lain merasuk dalam kasus Nazaruddin. Itu yang menipiskan nama-nama Ibas dan Andi Mallarangeng dalam penyebutan saksi di pengadilan, dan semakin kencangnya nama Anas dikibarkan. Ini rasanya akan berbalik 180 derajat jika Neneng istri Nazaruddin yang sudah ditetapkan sebagai tersangka bisa ditangkap. Sebab 'kebebasan' wanita ini diindikasikan alat untuk 'bargaining' itu.
Di tengah dacin tidak berimbang itu rumor Anas akan dijatuhkan teraktualisasi kembali. Itu ketika SBY mengumpulkan Dewan Pembina Partai Demokrat (DP PD) di Cikeas. Dalam pertemuan ini, kendati terbatas, tapi hampir pasti perkara Anas menjadi agenda yang diperbincangkan. Rumor itu dibelah. Dicari implikasi kalau Anas dilengserkan atau tetap dipertahankan.
Rumor Anas dilengserkan tidaklah sekadar rumor. Rumor itu telah lama dicari pasal untuk membuatnya nyata. Andi Mallarangeng yang direncanakan sebagai pengganti, tetapi muskil karena Menpora ini juga terkait dengan perkara Wisma Atlet yang mendegradasi citra PD itu.
Tahap berikutnya dimunculkan nama Pak De Karwo, Gubernur Jatim, sebagai kandidat. Namun masalalu yang memberi ruang permilih PD di Jawa Timur akan anjlok mengganjal laju calon ini. Itulah yang kemudian memunculkan rumor, bahwa yang ideal menggantikan Anas memimpin PD adalah Joko Suyanto. Joko adalah sosok yang integritasnya terhadap PD tidak perlu diragukan. Loyalitasnya terhadap SBY juga setara dengan Sudi Silalahi.
Rumor itu naga-naganya masih sangat lama tetap menjadi rumor. Itu selain sikap SBY yang selalu mencari alat sebelum bertindak, juga mulai timbulnya kesadaran dari pihak Anas, bahwa segalanya harus diperjuangkan. Berjuang demi diri dan jabatan, termasuk menjaga eksistensi gerbong yang sekarang dikemudikannya.
Jika rumor itu dipaksakan untuk menjadi realitas dalam tahun-tahun ini, maka posisi PD bakal terancam. Partai ini akan ambruk. Dijauhi rakyat, dan konstituen yang ada terbelah, entah akan lari ke mana. Dari kalkulasi itu nampaknya Anas masih akan menempati posisinya sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Ketua Umum yang selalu dirumorkan akan diganti.
*) Djoko Suud Sukahar adalah pemerhati sosial budaya. Penulis tinggal di Jakarta.
(vit/vit)
Rumor Anas akan dilengserkan dari jabatannya sebagai Ketua Umum Partai Demokrat (PD) itu sebenarnya sudah basi. Mengemuka tahun lalu, meruncing setelah terpilih dalam Munas Bandung. Kalahnya 'duet' Andi Mallarangeng dengan Ibas dianggap sebagai 'benih' pertentangan yang terus berkecambah. Mengancam posisi Anas, karena diasumsikan sebagai kekalahan jago SBY.
Pesaing ketat Anas dalam Munas, Marzuki Alie, juga menyisakan luka mendalam di tubuh partai. Faksi-faksi terbentuk. Mengerucut dalam bentuk kubu-kubu-an. Ini tampil transparan dalam banyak kesempatan. Itu yang melegitimasi partai ini sebagai partai 'yang dianggap belum dewasa' berpolitik.
Friksi-friksi itu tumbuh subur. Isu Anas tidak disukai SBY juga terkipas kencang. Rumor Anas bakal dijatuhkan, entah kapan, tak terkecuali, terus mengalir. Seiring berjalannya waktu, rumor itu timbul tenggelam. Anas bak perahu kertas yang diombang-ambingkan gelombang itu.
Di tengah kondisi yang tak kunjung bisa 'bersatu' itu, Nazaruddin, bendahara PD kena perkara Wisma Atlet. Dia ke Singapura (katanya berobat), melanglang ke berbagai negara ketika berstatus tersangka. Buron itu menebar serangan melalui pengakuan-pengakuan faktual atau fiksi, dan internal PD silang-sengkarut menyikapi perkara ini.
Nazaruddin adalah password untuk mengorek borok itu. Perkara ini seperti bom bunuhdiri. Mantan Bendahara PD itu menyebut tidak 'makan' sendiri. Uang-uang itu ditebar pada banyak kalangan di partai ini. Persis pencuri ayam menyembelih ayam curiannya untuk dimakan rame-rame. PD pun dihajar banyak pihak.
Di dalam tubuh PD, friksi yang berseberangan memanfaatkan kesempatan. Saling tunjuk tidak terelakkan. Ada kekuatan lain merasuk dalam kasus Nazaruddin. Itu yang menipiskan nama-nama Ibas dan Andi Mallarangeng dalam penyebutan saksi di pengadilan, dan semakin kencangnya nama Anas dikibarkan. Ini rasanya akan berbalik 180 derajat jika Neneng istri Nazaruddin yang sudah ditetapkan sebagai tersangka bisa ditangkap. Sebab 'kebebasan' wanita ini diindikasikan alat untuk 'bargaining' itu.
Di tengah dacin tidak berimbang itu rumor Anas akan dijatuhkan teraktualisasi kembali. Itu ketika SBY mengumpulkan Dewan Pembina Partai Demokrat (DP PD) di Cikeas. Dalam pertemuan ini, kendati terbatas, tapi hampir pasti perkara Anas menjadi agenda yang diperbincangkan. Rumor itu dibelah. Dicari implikasi kalau Anas dilengserkan atau tetap dipertahankan.
Rumor Anas dilengserkan tidaklah sekadar rumor. Rumor itu telah lama dicari pasal untuk membuatnya nyata. Andi Mallarangeng yang direncanakan sebagai pengganti, tetapi muskil karena Menpora ini juga terkait dengan perkara Wisma Atlet yang mendegradasi citra PD itu.
Tahap berikutnya dimunculkan nama Pak De Karwo, Gubernur Jatim, sebagai kandidat. Namun masalalu yang memberi ruang permilih PD di Jawa Timur akan anjlok mengganjal laju calon ini. Itulah yang kemudian memunculkan rumor, bahwa yang ideal menggantikan Anas memimpin PD adalah Joko Suyanto. Joko adalah sosok yang integritasnya terhadap PD tidak perlu diragukan. Loyalitasnya terhadap SBY juga setara dengan Sudi Silalahi.
Rumor itu naga-naganya masih sangat lama tetap menjadi rumor. Itu selain sikap SBY yang selalu mencari alat sebelum bertindak, juga mulai timbulnya kesadaran dari pihak Anas, bahwa segalanya harus diperjuangkan. Berjuang demi diri dan jabatan, termasuk menjaga eksistensi gerbong yang sekarang dikemudikannya.
Jika rumor itu dipaksakan untuk menjadi realitas dalam tahun-tahun ini, maka posisi PD bakal terancam. Partai ini akan ambruk. Dijauhi rakyat, dan konstituen yang ada terbelah, entah akan lari ke mana. Dari kalkulasi itu nampaknya Anas masih akan menempati posisinya sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Ketua Umum yang selalu dirumorkan akan diganti.
*) Djoko Suud Sukahar adalah pemerhati sosial budaya. Penulis tinggal di Jakarta.
(vit/vit)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
KolomTerbaru
Indeks Kolom »
-
Selasa, 22/05/2012 09:24 WIB
Mencintai Indonesia Lewat Pendidikan
-
Rabu, 16/05/2012 18:06 WIB
Menimbang Para (Calon) Pengganti Foke
-
Selasa, 15/05/2012 10:25 WIB
Mata, Telinga & Otak Pilot Kurang Kompak Bisa Buat Pesawat Jatuh
-
Senin, 14/05/2012 10:09 WIB
Kolom
Membangun Mental Warga Jakarta
-
Jumat, 11/05/2012 15:49 WIB
Catatan Agus Pambagio
Tragedi Sukhoi dan Ganti Rugi
-
Minggu, 27/05/2012 16:26 WIB
Tabrak Jakmania di Dekat Halte Halimun, TransJ Diamuk Massa
-
Minggu, 27/05/2012 15:48 WIB
Mercy Terbakar di Depan PIM 2, Lalin Sempat Macet
-
Minggu, 27/05/2012 14:26 WIB
Survei LSI, Foke dan Jokowi Masih Cagub Terkuat
-
Minggu, 27/05/2012 15:43 WIB
Jelang Pilkada DKI, Foke Minta Petuah Jusuf Kalla
-
689 Komentar
-
288 Komentar
-
255 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
