Pembatasan BBM Bersubsidi: Demi Kepentingan Asing
Kamis, 26/01/2012 10:51 WIB
Jakarta
Nampaknya diawal tahun 2012 rakyat akan segera mendapat kado pahit dari pemerintah. Pemerintah akan segera memberlakukan pembatasan BBM besubsidi mulai 1 april mendatang.
Hal tersebut sesuai dengan kesepakatan antara DPR dan pemerintah dalam UU No. 22 tahun 2011 mengenai APBN 2012 yang mengamanatkan pembatasan konsumsi BBM (lihat,Antara,12/01). Pemerintah berdalih bahwa subsidi akan membebani APBN.
Karena realisi konsumsi bersubsidi tahun 2011 membengkak sehingga anggaran subsidi BBM juga membengkak dari Rp 129,7 triliun menjadi Rp. 160 triliun. Namun, jelas yang membebani APBN bukanlah karena BBM bersubsidi melainkan pembayaran utang dan bunganya serta penggunaan APBN yang boros.
Ada beberapa sebab yang mengindikasikan penggunaan APBN yang boros. Pertama, banyak anggaran yang dikeluarkan seperti untuk kunjungan dan studi banding namun nyatanya hanya bernuansa plesiran saja.
Kedua, adanya kenaikan anggaran untuk gaji pegawai yang hingga Rp.32,9 triliun dibandingkan tahun lalu. Namun, dengan kenaikan kaji tersebut tidaklah diimbangi dengan peningkatan kinerja PNS.
Ketiga,adanya penambahan pejabat tinggi seperti wakil menteri dan lainnya. Jelas dengan adanya penambahan pejabat, maka akan bertambah pula dana yang dikeluarkan untuk tunjangan, rumah dan mobil dinas, gaji dan lain sebagainya.
Keempat adanya pemborosan dana dalam penggunaan APBN. Hal itu terlihat ketidakse imbangan dalam penggunaan APBN pada bulan September sekitar 26,9%, namun di akhir tahun realisasinya mendekati 90%.
Selain itu pula, pembatasan subsidi BBM harus dilakukan sebab adanya ketidak tepat sasaran dalam penggunaan subsidi BBM tersebut. Dikhawatirkan bahwa subsidi tersebut kebanyakan dipakai untuk orang-orang kaya.
Namun, hal tersebut jelaslah bukan suatu kebenaran. Karena menurut data susenas 2010 dikatakan bahwa 65 % BBM dipakai untuk kalangan miskin, 27% golongan menengah, 6% golongan menengah atas dan hanya 2% saja yang dinikmati kalangan kaya.
Melihat itu semua, jelaslah bahwa akan ada pihak yang diuntungkan. Siapa lagi kalau bukan pihak asing dan swasta. Sebab, ketika pembatasan BBM bersubsidi dilaksanakan maka akan menjadi jalan bagi pihak asing dan swasta untuk andil dalam berjualan bahan bakar.
Kebijakan pembatasan subsidi BBM merupakan tindakan yang zalim dan akan menambah berat beban rakyat yang pasti akan menambah panjang daftar kalangan miskin di negeri ini.
Semua itu terjadi karena atas penerapan system yang salah. Dengan kapitalisme selamanya akan memihak pihak swasta dan asing bukanlah rakyat. Berbeda dengan system islam yang akan menyelamatkan rakyat dari keterpurukan.
Menurut pandangan islam, BBM tidaklah patut dikuasai swasta apalagi pihak asing. Sebab “kaum muslim berserikat dalam tiga hal, padang rumput, air dan api”(HR Abu Dawud dan Ahmad).
Negaralah yang harus mengelola dan memberikan hasilnya kepada rakyat. Bukan dimiliki oleh pihak swasta. Saatnya kita berpindah pada sebuah sistem yang lahir dari sang pencipta alam semesta yang akan mensejahterakan seluruh umat manusia di bawah naungan khilafah.
*Penulis adalah Mahasiswi Universitas Padjajaran
Melda Iskawati
mi_meldha@yahoo.co.id
Jatinangor,sumedang
085310525926
(wwn/wwn)
Hal tersebut sesuai dengan kesepakatan antara DPR dan pemerintah dalam UU No. 22 tahun 2011 mengenai APBN 2012 yang mengamanatkan pembatasan konsumsi BBM (lihat,Antara,12/01). Pemerintah berdalih bahwa subsidi akan membebani APBN.
Karena realisi konsumsi bersubsidi tahun 2011 membengkak sehingga anggaran subsidi BBM juga membengkak dari Rp 129,7 triliun menjadi Rp. 160 triliun. Namun, jelas yang membebani APBN bukanlah karena BBM bersubsidi melainkan pembayaran utang dan bunganya serta penggunaan APBN yang boros.
Ada beberapa sebab yang mengindikasikan penggunaan APBN yang boros. Pertama, banyak anggaran yang dikeluarkan seperti untuk kunjungan dan studi banding namun nyatanya hanya bernuansa plesiran saja.
Kedua, adanya kenaikan anggaran untuk gaji pegawai yang hingga Rp.32,9 triliun dibandingkan tahun lalu. Namun, dengan kenaikan kaji tersebut tidaklah diimbangi dengan peningkatan kinerja PNS.
Ketiga,adanya penambahan pejabat tinggi seperti wakil menteri dan lainnya. Jelas dengan adanya penambahan pejabat, maka akan bertambah pula dana yang dikeluarkan untuk tunjangan, rumah dan mobil dinas, gaji dan lain sebagainya.
Keempat adanya pemborosan dana dalam penggunaan APBN. Hal itu terlihat ketidakse imbangan dalam penggunaan APBN pada bulan September sekitar 26,9%, namun di akhir tahun realisasinya mendekati 90%.
Selain itu pula, pembatasan subsidi BBM harus dilakukan sebab adanya ketidak tepat sasaran dalam penggunaan subsidi BBM tersebut. Dikhawatirkan bahwa subsidi tersebut kebanyakan dipakai untuk orang-orang kaya.
Namun, hal tersebut jelaslah bukan suatu kebenaran. Karena menurut data susenas 2010 dikatakan bahwa 65 % BBM dipakai untuk kalangan miskin, 27% golongan menengah, 6% golongan menengah atas dan hanya 2% saja yang dinikmati kalangan kaya.
Melihat itu semua, jelaslah bahwa akan ada pihak yang diuntungkan. Siapa lagi kalau bukan pihak asing dan swasta. Sebab, ketika pembatasan BBM bersubsidi dilaksanakan maka akan menjadi jalan bagi pihak asing dan swasta untuk andil dalam berjualan bahan bakar.
Kebijakan pembatasan subsidi BBM merupakan tindakan yang zalim dan akan menambah berat beban rakyat yang pasti akan menambah panjang daftar kalangan miskin di negeri ini.
Semua itu terjadi karena atas penerapan system yang salah. Dengan kapitalisme selamanya akan memihak pihak swasta dan asing bukanlah rakyat. Berbeda dengan system islam yang akan menyelamatkan rakyat dari keterpurukan.
Menurut pandangan islam, BBM tidaklah patut dikuasai swasta apalagi pihak asing. Sebab “kaum muslim berserikat dalam tiga hal, padang rumput, air dan api”(HR Abu Dawud dan Ahmad).
Negaralah yang harus mengelola dan memberikan hasilnya kepada rakyat. Bukan dimiliki oleh pihak swasta. Saatnya kita berpindah pada sebuah sistem yang lahir dari sang pencipta alam semesta yang akan mensejahterakan seluruh umat manusia di bawah naungan khilafah.
*Penulis adalah Mahasiswi Universitas Padjajaran
Melda Iskawati
mi_meldha@yahoo.co.id
Jatinangor,sumedang
085310525926
(wwn/wwn)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
OpiniTerbaru
Indeks Opini »
-
Selasa, 22/05/2012 10:05 WIB
Dekadensi Moral: Buah Liberalisme
-
Senin, 21/05/2012 11:36 WIB
Goresan Tinta Perjuangan Kaum Intelektual
-
Rabu, 16/05/2012 10:50 WIB
Quo Vadis Keadilan
-
Senin, 14/05/2012 10:35 WIB
Liberalisme Kian Menggurita
-
Jumat, 11/05/2012 14:01 WIB
Jaring Capres? Kaderisasi? Partai Besar VS Partai Besar?
-
Minggu, 27/05/2012 16:26 WIB
Tabrak Jakmania di Dekat Halte Halimun, TransJ Diamuk Massa
-
Minggu, 27/05/2012 15:48 WIB
Mercy Terbakar di Depan PIM 2, Lalin Sempat Macet
-
Minggu, 27/05/2012 14:26 WIB
Survei LSI, Foke dan Jokowi Masih Cagub Terkuat
-
Minggu, 27/05/2012 15:43 WIB
Jelang Pilkada DKI, Foke Minta Petuah Jusuf Kalla
-
689 Komentar
-
288 Komentar
-
255 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
