detikcom
Kamis, 26/01/2012 06:56 WIB

Wapres Tinjau Kampung Bersih Ala Warga Gundih Surabaya

Lia Harahap - detikNews
Surabaya - Wakil Presiden Boediono pagi ini akan melakukan serangkaian kunjungan kerja di Surabaya. Didampingi sang istri ibu Herawati Boediono, beserta rombongan para menteri, Wapres akan berkunjung ke kampung bersih yang selama ini dikelola warga RW 10 Margorukun, Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan, Jawa Timur.

Berdasarkan agenda yang diterima detikcom dari Setwapres, Kamis (26/1/2012), Boediono beserta rombongan akan melakukan peninjauan-peninjauan ke berbagai sarana dan prasarana yang selama ini dipakai warga kampung tersebut untuk menjadikan daerah mereka bersih dan hijau. Dalam peninjauan nanti, wapres akan didamping Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh, Menteri Lingkungan Hidup Balthazar Kambuaya, Menteri PDT Helmi Faisal Zaini, dan Wamenhub Bambang Susantono.

Selain itu, rombongan juga akan didampingi oleh Gubernur Jatim Soekarwo beserta istri Nina Kirana Soekarwo juga Wagub Jatim Saifullah Yusuf. Wapres akan melakukan peninjauan ke dapur kompos mesin perajang sampah basah, pengolahan biogas, bank sampah dan water treatment yang selama ini dikelola warga.

Usai melakukan peninjauan kampung bersih di Kelurahan Gundih, Wapres bersama rombongan, menuju Grand City Convention & Exhibition Surabaya. Di sana, wapres akan berpidato sekaligus membuka Peresmian Rembug Nasional Saudagar Nahdatul Ulama Expo Tahun 2012. Dalam acara tersebut turut hadir Ketua PBNU KH Said Aqil Siraj.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(lia/rdf)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Vonis Seumur Hidup buat Akil Bisa Buat Jera Koruptor Lain

Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta menjatuhi hukuman penjara seumur hidup kepada Akil Mochtar. Hukuman ini bagi mantan hakim konstitusi Jimly Asshiddiqie cukup adil untuk memberikan efek jera. "Ya, cukup adil untuk memberi efek jera agar orang lain yang memiliki peluang tidak melakukan hal yang serupa," kata Jimly. Bila Anda setuju dengan Jimly Asshiddiqie, pilih Pro!
Pro
53%
Kontra
47%