Hayono Isman: Saat ini Posisi PD Bersama Ketum Anas
Rabu, 25/01/2012 17:05 WIB
Jakarta
Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum diduga terlibat dalam kasus korupsi proyek Wisma Atlet SEA Games di Palembang. Dewan Pembina PD berharap Anas terbebas dari segala tuduhan tersebut. Namun bagaimana jika nantinya Anas terbukti dan ditetapkan menjadi tersangka.
"Tentunya kalau sudah jadi tersangka, partai miliki pertimbangan. Ini biarlah partai bekerja sesuai aturan, proses hukum yang berlaku," ujar anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Hayono Isman.
Hingga saat ini Anas masih bersih. Meskipun namanya disebut-sebut namun Anas belum dinyatakan bersalah. Karena itulah PD masih dalam posisi bersama Anas yang menjadi Ketum PD.
"Saat ini posisi partai berada bersama Ketum Anas," ucap Hayono.
Berikut wawancara wartawan dengan Hayono di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (25/1/2012):
Sudah ada persiapan untuk hadapi jika Anas jadi tersangka?
Kita nggak tahu persis bagaimana proses hukum berlangsung. Kita tunggu saja. Kita tidak berharap Mas Anas jadi tersangka. Kita berharap Mas Anas bebas.
Apakah akan ada upaya politik oleh Dewan Pembina?
Saya pikir tidak. Kita semua ketahui survei yang kredibel menempatkan partai Demokrat sejak Juni 2011 itu menurun karena kasus Nazaruddin ini. Itu memang berdampak buruk kepada partai. Nanti jadi pertimbangan kita, tentunya jadi pertimbangan Ketum langkah-langkah apa ke depan yang terbaik bagi kehormatan Mas Anas sebagai politisi maupun citra partai.
Langkah konkretnya apa?
Ya saya kira itu sudah dibahas di dalam, dan itu rahasia dapur kita lah. Jadi jangan, karena nanti bisa berbahaya, statment saya dipenggal nanti bisa keliru. Tapi intinya saat ini kita menyerahkan keputusan pada Anas. Kedua, kita menolak kalau ada kongres luar biasa (KLB) atau pengunduran Anas karena tidak ada hukumnya.
Kalau Anas mengundurkan diri?
Itu keputusan Anas.
Demokrat memberikan sinyal supaya Anas mundur dari dengan kesadaran, tanpa adanya desakan dari partai?
Kita menganggap Anas sebagai Ketua Umum, beliau sudah matang dan tidak akan diintimidasi oleh siapa pun, dan kita tahu di kongres dia menang walaupun, bukan pilihan siapa pun, sesuai dengan namanya demokrasi, berpegangan pada hukum.
Ada desakan yang kuat dari internal yang ingin Anas mundur?
Itu pemikiran pribadi anggota partai. Mungkin saja. Tapi untuk saat ini kita serahkan pemikiran tersebut, langkah ke depan apa yang harus dilakukan oleh partai, itu kepada Anas.
Ada beberapa nama yang dipersiapkan untuk mengganti Anas?
Tidak ada. Itu berita yang tidak benar.
Djoko Suyanto salah satunya?
Saya pikir belum sampai ke sana. Saat ini posisi partai berada bersama Ketum Anas.
Tapi ini kan situasi sulit?
Memang situasi sulit karena indikasinya jelas. Walaupun Pak SBY hasil survei 60 persen, tapi partai sekarang 14 persen di bawah PDIP dan di bawah Partai Golkar. Jadi ini situasi bagi partai. Oleh karena itu kita di partai kompak. Kita ingin masalah ini juga dipertimbangkan ketua umum.
Rencana Kongres Luar Biasa?
Kalau itu dilakukan sekarang apa dasar hukumnya. Tidak ada. Karena Ketum kita belum dinyatakan bersalah. Tersangka saja belum. Jadi menurut saya masih jauh.
(did/nvt)
"Tentunya kalau sudah jadi tersangka, partai miliki pertimbangan. Ini biarlah partai bekerja sesuai aturan, proses hukum yang berlaku," ujar anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Hayono Isman.
Hingga saat ini Anas masih bersih. Meskipun namanya disebut-sebut namun Anas belum dinyatakan bersalah. Karena itulah PD masih dalam posisi bersama Anas yang menjadi Ketum PD.
"Saat ini posisi partai berada bersama Ketum Anas," ucap Hayono.
Berikut wawancara wartawan dengan Hayono di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (25/1/2012):
Sudah ada persiapan untuk hadapi jika Anas jadi tersangka?
Kita nggak tahu persis bagaimana proses hukum berlangsung. Kita tunggu saja. Kita tidak berharap Mas Anas jadi tersangka. Kita berharap Mas Anas bebas.
Apakah akan ada upaya politik oleh Dewan Pembina?
Saya pikir tidak. Kita semua ketahui survei yang kredibel menempatkan partai Demokrat sejak Juni 2011 itu menurun karena kasus Nazaruddin ini. Itu memang berdampak buruk kepada partai. Nanti jadi pertimbangan kita, tentunya jadi pertimbangan Ketum langkah-langkah apa ke depan yang terbaik bagi kehormatan Mas Anas sebagai politisi maupun citra partai.
Langkah konkretnya apa?
Ya saya kira itu sudah dibahas di dalam, dan itu rahasia dapur kita lah. Jadi jangan, karena nanti bisa berbahaya, statment saya dipenggal nanti bisa keliru. Tapi intinya saat ini kita menyerahkan keputusan pada Anas. Kedua, kita menolak kalau ada kongres luar biasa (KLB) atau pengunduran Anas karena tidak ada hukumnya.
Kalau Anas mengundurkan diri?
Itu keputusan Anas.
Demokrat memberikan sinyal supaya Anas mundur dari dengan kesadaran, tanpa adanya desakan dari partai?
Kita menganggap Anas sebagai Ketua Umum, beliau sudah matang dan tidak akan diintimidasi oleh siapa pun, dan kita tahu di kongres dia menang walaupun, bukan pilihan siapa pun, sesuai dengan namanya demokrasi, berpegangan pada hukum.
Ada desakan yang kuat dari internal yang ingin Anas mundur?
Itu pemikiran pribadi anggota partai. Mungkin saja. Tapi untuk saat ini kita serahkan pemikiran tersebut, langkah ke depan apa yang harus dilakukan oleh partai, itu kepada Anas.
Ada beberapa nama yang dipersiapkan untuk mengganti Anas?
Tidak ada. Itu berita yang tidak benar.
Djoko Suyanto salah satunya?
Saya pikir belum sampai ke sana. Saat ini posisi partai berada bersama Ketum Anas.
Tapi ini kan situasi sulit?
Memang situasi sulit karena indikasinya jelas. Walaupun Pak SBY hasil survei 60 persen, tapi partai sekarang 14 persen di bawah PDIP dan di bawah Partai Golkar. Jadi ini situasi bagi partai. Oleh karena itu kita di partai kompak. Kita ingin masalah ini juga dipertimbangkan ketua umum.
Rencana Kongres Luar Biasa?
Kalau itu dilakukan sekarang apa dasar hukumnya. Tidak ada. Karena Ketum kita belum dinyatakan bersalah. Tersangka saja belum. Jadi menurut saya masih jauh.
(did/nvt)
Baca Juga
- Dadang Hawari: Cegah Kasus Afriyani, Polisi Harus Razia Kondisi Sopir
- BPPT: Banyak Pertimbangan untuk Kembangkan Prototipe Kapal Maruta Jaya
- Yuna Farhan: Rp 1,3 M untuk Kalender DPR, Fantastis Sekali!
- Hifdzil Alim: KPK Harus Bisa Ungkap Kasus Nazaruddin Sebelum 2014
- Ronald Rofiandri: Pola Komunikasi Proyek Bermasalah, DPR Rugi Sendiri
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
WawancaraTerbaru
Indeks Wawancara »
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
-
Senin, 14/05/2012 20:25 WIB
Pilot Jeffrey Adrian: Radio, HP, Pegunungan Ganggu Komunikasi dengan ATC
-
Kamis, 10/05/2012 19:12 WIB
Menkeu: Saya Memilih Tidak Menjadi Saksi untuk Wa Ode
-
Senin, 07/05/2012 18:52 WIB
Direktur Pembinaan SD: Sekali Lagi, Jangan Terpengaruh SMS Gadungan Soal UN
-
Senin, 30/04/2012 20:20 WIB
Dr Mudzakkir: Jangan Sampai Anak Jadi Tameng Penangguhan Penahanan
-
Minggu, 27/05/2012 16:26 WIB
Tabrak Jakmania di Dekat Halte Halimun, TransJ Diamuk Massa
-
Minggu, 27/05/2012 15:48 WIB
Mercy Terbakar di Depan PIM 2, Lalin Sempat Macet
-
Minggu, 27/05/2012 14:26 WIB
Survei LSI, Foke dan Jokowi Masih Cagub Terkuat
-
Minggu, 27/05/2012 15:43 WIB
Jelang Pilkada DKI, Foke Minta Petuah Jusuf Kalla
-
689 Komentar
-
288 Komentar
-
255 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
