detikcom
Rabu, 25/01/2012 16:17 WIB

Wih! RI Berambisi Punya Kereta Peluru 'Argo Cahaya' Jakarta-Surabaya

Anes Saputra - detikNews
Shinkansen di Jepang (seat61.com)
Jakarta - Indonesia berambisi memiliki kereta peluru seperti Shinkansen di Jepang. Shinkansen a la Indonesia ini akan diberi nama Argo Cahaya, memiliki rute Jakarta-Surabaya. Biayanya diperkirakan mencapai Rp 150 triliun sampai Rp 180 triliun. Wuih!

"Pengembangan KA Indonesia masa depan ada Argo Cahaya, Jakarta-Surabaya. Mengadopsi sistem Shinkansen Jepang. Studi awal sudah dilakukan," ujar Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Bambang Susantono dalam acara Seminar Nasional Perkeretaapian di Balai Sidang Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, Rabu (25/1/2012).

Sudah ada investor yang menjajaki mengenai pembangunan kereta peluru ini, di antaranya ada investor dari Jepang dan China. Anggarannya cukup fantastis, mencapai ratusan triliunan rupiah.

"Sekitar Rp 150 triliun - Rp 180 triliun. Jadi cukup besar. Diharapkan tidak hanya dari swasta tapi juga pemerintah," jelas dia.

Ketika ditanya mengenai jalur kereta di sepanjang Pulau Jawa yang sering berhimpitan dengan rumah penduduk, Bambang mengatakan, kemungkinan tidak menggunakan jalur kereta yang ada, namun membuat jalur sendiri. Untuk itulah studi awal pembangunan kereta shinkansen ini meliputi kondisi sosial budaya masyarakat.

"Tentu high technology itu harus disiapkan seiring keadaan sosial budaya dan psikologi masyarakat. Kemungkinan itu mengambul jalur sendiri. Jadi nggak campur. Itu harus disiapkan secara matang dari segi nonteknis," tutur Bambang.

Shinkansen di Jepang berkecepatan 300-600 km/jam. Bila nantinya Argo Cahaya secepat ini, maka jarak Jakarta-Surabaya bisa ditempuh dalam waktu 2,5 jam saja.

Tapi tentu saja harga tiketnya cukup tinggi. Tiket termurah Shinkansen sekitar Rp 1,3 juta untuk jarak 380 km.



Simak rangkuman aneka berita penting dan menarik sepanjang hari ini di "Reportase Malam" Pukul 0.30 WIB hanya di TransTV

(nwk/nrl)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 20/06/2013 17:40 WIB
    Mensos Salim Segaf: Saya Siap Dicopot
    Gb PKS menunggu surat 'cerai' dari Presiden SBY. Menteri Sosial Salim Segaf Aljufri menghormati apapun keputusan Presiden SBY.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%