detikcom

Rabu, 25/01/2012 15:32 WIB

Tak Ada Narkoba, Mengapa Afriyani Dijerat Pasal Kepemilikan Narkoba?

E Mei Amelia R - detikNews
Jakarta - Selain UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pengemudi 'Xenia maut', Afriyani Susanti (29) juga dijerat dengan undang-undang narkotika. Pasal dalam undang-undang narkotika yang dijeratkan terhadap Afriyani juga tak hanya mengenai penggunaan, tetapi juga kepemilikan.

Kepolisian menyatakan, pihaknya belum menemukan barang bukti narkotika pada diri Afriyani saat kejadian. Bila tidak ada barang bukti, lalu mengapa polisi menjeratnya dengan pasal kepemilikan?

Menjawab hal itu, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto mengatakan, "Kita koordinasi dengan kejaksaan. Kejaksaan sudah sama-sama menimbang, karena berkaitan dengan rasa keadilan sudah bisa dilakukan penahanan," kata Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Rabu (25/1/2012).

Lalu bagaimana bila nanti di pengadilan pembuktiannya lemah dan Afriyani hanya dikenakan rehabilitasi? "Urusan pengadilan itu nanti, kalau kita kan sekarang berdasarkan rasa keadilan dulu," jawabnya.

Rikwanto melanjutkan, hakim juga akan mempertimbangkan hukuman yang sesuai dengan rasa keadilan. "Dengan banyaknya korban, hakim juga punya pertimbangan sendiri," lanjutnya.

Afriyani dijerat dengan pasal 112 jo 132 subsider 127 UU No 35 Tahun 2009 tentang narkotika, menggunakan narkotika dan menggunakan narkotika secara bersama-sama. Afriyani terancam hukuman penjara minimal 4 tahun penjara dan maksimal 12 tahun penjara.

Sementara itu, Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Nugroho, saat ditanya mengenai dasar penerapan pasal 112 UU No 35 Tahun 2009 mengatakan, "Bukti petunjuknya sudah ada. Ini kita kembangkan lagi," katanya tanpa menyebut ada-tidaknya barang bukti narkoba.

Nugroho mengatakan, Afriyani terbukti positif mengkonsumsi narkotika jenis ekstasi setelah dilakukan tes urin. Namun, barang bukti ekstasi itu tidak diketemukan polisi pada diri Afriyani.

"Tes urinnya kan positif," tukasnya.



Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(mei/did)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Biarkan Ahok Pilih Pendampingnya Pimpin DKI

Siapa bakal pendamping Plt Gubernur DKI Ahok? Masih menjadi pro kontra antara parpol di DPRD DKI dan Kemendagri. Kemendagri memastikan Plt Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok menjadi Gubernur menggantikan Joko Widodo. Setelah diberhentikan sebagai Wagub dan Plt Gubernur dan diangkat menjadi Gubernur, Ahok bisa memilih dua orang untuk menjadi wakilnya. Bila Anda setuju dengan Kemendagri, pilih Pro!
Pro
76%
Kontra
24%