detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 02:44 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 25/01/2012 15:32 WIB

Tak Ada Narkoba, Mengapa Afriyani Dijerat Pasal Kepemilikan Narkoba?

E Mei Amelia R - detikNews
Jakarta - Selain UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pengemudi 'Xenia maut', Afriyani Susanti (29) juga dijerat dengan undang-undang narkotika. Pasal dalam undang-undang narkotika yang dijeratkan terhadap Afriyani juga tak hanya mengenai penggunaan, tetapi juga kepemilikan.

Kepolisian menyatakan, pihaknya belum menemukan barang bukti narkotika pada diri Afriyani saat kejadian. Bila tidak ada barang bukti, lalu mengapa polisi menjeratnya dengan pasal kepemilikan?

Menjawab hal itu, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto mengatakan, "Kita koordinasi dengan kejaksaan. Kejaksaan sudah sama-sama menimbang, karena berkaitan dengan rasa keadilan sudah bisa dilakukan penahanan," kata Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Rabu (25/1/2012).

Lalu bagaimana bila nanti di pengadilan pembuktiannya lemah dan Afriyani hanya dikenakan rehabilitasi? "Urusan pengadilan itu nanti, kalau kita kan sekarang berdasarkan rasa keadilan dulu," jawabnya.

Rikwanto melanjutkan, hakim juga akan mempertimbangkan hukuman yang sesuai dengan rasa keadilan. "Dengan banyaknya korban, hakim juga punya pertimbangan sendiri," lanjutnya.

Afriyani dijerat dengan pasal 112 jo 132 subsider 127 UU No 35 Tahun 2009 tentang narkotika, menggunakan narkotika dan menggunakan narkotika secara bersama-sama. Afriyani terancam hukuman penjara minimal 4 tahun penjara dan maksimal 12 tahun penjara.

Sementara itu, Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Nugroho, saat ditanya mengenai dasar penerapan pasal 112 UU No 35 Tahun 2009 mengatakan, "Bukti petunjuknya sudah ada. Ini kita kembangkan lagi," katanya tanpa menyebut ada-tidaknya barang bukti narkoba.

Nugroho mengatakan, Afriyani terbukti positif mengkonsumsi narkotika jenis ekstasi setelah dilakukan tes urin. Namun, barang bukti ekstasi itu tidak diketemukan polisi pada diri Afriyani.

"Tes urinnya kan positif," tukasnya.



Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(mei/did)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%