Selasa, 24/01/2012 18:03 WIB

Dubes AS Ziarah ke Makam Gus Dur

Tamam Mubarok - detikNews
Halaman 1 dari 2
Foto: Tamam Mubarok/detikcom
Jombang - Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Scot Marciel berziarah ke makam Gus Dur di komplek Ponpes Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Dalam ziarahnya, Scot memberikan apresiasi Gus Dur sebagai sosok yang toleran dengan semua kelompok.

Setibanya di Ponpes Tebuireng, Scot yang didampingi oleh Konjen AS untuk Surabaya, Kristen F Bauer, langsung disambut hangat oleh pengasuh pondok, KH Shalahuddin Wahid. Usai berbincang-bincang, rombongan langsung berziarah ke makam Gus Dur.

Dalam ziarahnya, Scot menaburkan bunga di atas makam Gus Dur sembari berdoa dengan hening. Setelah berziarah, Scot langsung mengikuti seminar yang bertajuk "Peran Amerika dalam Toleransi Agama" di Gedung Yusuf Hasyim yang tak jauh dari komplek makam.

Dalam seminar ini, Scot mengatakan, dia sangat mengapresiasi terhadap Gus Dur. Berkat ajaran mantan presiden ke-4 RI ini, semua umat beragama bisa hidup dengan damai dan tidak ada kesenjangan sosial.

"Orang Amerika harus banyak belajar kepada Gus Dur dalam hal toleransi antar umat beragama," katanya saat menjadi pembicara dalam seminar tersebut, Selasa (24/1/2012).

Dia menjelaskan, sebelum dirinya bertugas di Indonesia, dia sudah membaca banyak tentang Gus Dur. Menurutnya, Gus Dur adalah sosok yang harus ditiru oleh rakyat Amerika karena sikap toleransinya kepada semua golongan.

"Ajaran Gus Dur harus banyak ditiru warga Amerika. Di Amerika sendiri sangat menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi antar umat beragama," ujarnya dalam bahasa Inggris.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(fat/anw)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
39%
Kontra
61%