Selasa, 24/01/2012 13:40 WIB

'Sapu-sapu Atap' Penghalau Atapers KRL Seperti Sapu Lidi Berbau

Niken Widya Yunita - detikNews
Jakarta - Sapu-sapu atap akan segera dipasang untuk menghalau para atapers (penumpang di atap KA) di KRL Jakarta-Bogor dan sebaliknya. Alat ini berbentuk seperti sapu lidi yang dilumuri bahan cair yang tidak disukai manusia namun tetap aman.

"Alatnya kayak sapu lidi," ujar Kepala Penertiban Daops I PT KAI, Akhmad Sujadi, kepada detikcom, Selasa (24/1/2012).

Menurut Sujadi, alat sapu-sapu atap tersebut dilumuri bahan cair yang berbau tidak sedap, zat warna, dan lain-lain. Alat tersebut menyatu di tiang listrik.

Karena itu, lanjut Sujadi, sapu-sapu atap akan dipasang saat kereta berhenti digunakan. Pemasangan dilakukan sekitar pukul 00.00 WIB hingga pukul 04.00 WIB.

Sujadi menambahkan, pemasangan dilakukan pekan depan dan selesai Selasa 31 Januari mendatang. Untuk perawatannya, sapu-sapu atap yang menggunakan kain webbing cukup disemprot dengan menggunakan tongkat panjang dan dipompa.

Sujadi menuturkan, pihaknya telah siap memasang alat penghalang jika sapu-sapu atap dicuri. Pihaknya tetap akan memasang alat tersebut meski para atapers tidak setuju.

"Kita pasang alat ini, biar atapers tidak duduk di atas kereta lagi, biar selamat. Mereka waktu bertemu kita juga janji tidak naik di atap," ucap Sujadi.

Sebelumnya, PT KAI telah melakukan berbagai cara untuk mengusir atapers yang naik di atap KRL. Misalnya saja dengan menggunakan cat semprot, anjing pelacak, ustaz dan marawis untuk merayu atapers turun dari atap kereta. Namun semuanya tak efektif mengusir atapers. Alat bola-bola beton sukses untuk menghalau atapers kereta diesel rute Cikampek-Bekasi.



(nik/nrl)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
      15 Tahun Reformasi
      Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
      Gb Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    89%
    Kontra
    11%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel