detikcom

Selasa, 24/01/2012 11:31 WIB

Bocorkan Informasi Rahasia, Eks Pejabat CIA Terancam 20 Tahun Bui

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Halaman 1 dari 2
John Kiriakou (Troy Page/truthout)
Washington - Seorang mantan pejabat badan intelijen Amerika Serikat (AS), Central Intelligence Agency (CIA), harus diadili karena membocorkan sejumlah informasi rahasia ke publik. Dia pun terancam hukuman 20 tahun penjara akibat perbuatan tersebut.

John Kiriakou, nama mantan pejabat CIA tersebut, dikenai tuduhan pelanggaran undang-undang intelijen dengan membeberkan identitas agen CIA yang tengah menyamar, membocorkan informasi rahasia dan berbohong kepada badan peninjauan publikasi CIA.

Kiriakou bertugas di CIA mulai tahun 1990 hingga 2004. Pria ini pernah mengungkapkan kepada publik soal proses interogasi waterboarding yang diterapkan pada pimpinan Al-Qaeda Abu Zubaydah. Selain itu, dia juga membocorkan informasi rahasia dan identitas 2 agen CIA kepada wartawan.

Atas perbuatannya ini, Kiriakou terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara jika terbukti bersalah atas semua tuduhan.

"Menjaga informasi rahasia, termasuk identitas agen CIA yang terlibat dalam operasi sensitif, adalah hal yang penting demi menjaga keselamatan agen intelijen kita dan melindungi keamanan nasional," ujar Jaksa Agung Eric Holder dalam pernyataannya seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (24/1/2012).

"Dakwaan yang diumumkan hari ini demi memperkuat komitmen Departemen Kehakiman untuk meminta pertanggungjawaban terhadap siapapun yang melanggar tugas dan kewajiban dengan membeberkan informasi sensitif dan rahasia," imbuhnya.

Kiriakou menarik perhatian publik setelah melakukan wawancara dengan ABC News pada Desember 2007 silam. Dalam wawancara tersebut, Kiriakou merupakan pejabat AS pertama yang membeberkan interogasi waterboarding terhadap Abu Zubaydah, suatu teknik interogasi dengan menenggelamkan tersangka ke dalam air. Teknik waterboarding sendiri masih menuai pro kontra karena dianggap sebagai bentuk penyiksaan yang melanggar HAM.Next

Halaman 1 2

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(nvc/ita)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
72%
Kontra
28%