detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 08:56 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Minggu, 22/01/2012 19:39 WIB

Taliban Rilis Video Eksekusi 15 Pasukan Pakistan

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Islamabad - Milisi Taliban merilis sebuah video eksekusi 15 tentara Pakistan. Tubuh para tentara itu ditemukan di bulan Januari setelah diculik di Utara Pakistan.

Kelompok Tehreek yang merupakan bagian dari Taliban di Pakistan mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan itu.

Seperti diberitakan AFP, Minggu (22/1/2012), 15 tentara itu diculik pada akhir bulan lalu setelah sebuah serangan di malam hari di pos pemeriksaan. Tujuh wilayah kesukuan di dekat perbatasan Afghanistan diduga memiliki hubungan dekat dengan kelompok Taliban dan Al-Qaeda.

Video yang berdurasi 2.38 menit itu memperlihatkan para tentara itu dengan mata terikat sambil duduk berbaris di sebuah bukit. Tangan mereka terikat ke belakang dan diapit oleh dua orang bersenjata yang mengenakan topeng.

Seorang tentara yang menyebutkan namanya sebabagi Babar Khan, mengatakan mereka ditangkap dalam sebuah serangan di pos mereka pada malam hari.

Dalam video itu, seorang komandan Taliban yang tidak dikenal dengan mengenakan jaket kulit muncul dan mengatakan kelompok itu hendak melakukan balas dendam atas pembunuhan 12 pejuang Taliban di distrik Khyber.

"Kami memperingatkan pemerintah Pakistan untuk menghentikan pembunuhan kepada orang-orang kami yang telah mereka ditangkap dan jika mereka terus melakukannya maka Taliban akan (membunuh) mereka seperti ini," katanya sambil menembak para prajurit yang ditangkap dengan menggunakan senapan Kalashnikov.

Milisi yang lain ikut juga menembak pasukan tersebut.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(fiq/anw)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%