Detik.com News
Detik.com

Minggu, 22/01/2012 19:39 WIB

Taliban Rilis Video Eksekusi 15 Pasukan Pakistan

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Islamabad - Milisi Taliban merilis sebuah video eksekusi 15 tentara Pakistan. Tubuh para tentara itu ditemukan di bulan Januari setelah diculik di Utara Pakistan.

Kelompok Tehreek yang merupakan bagian dari Taliban di Pakistan mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan itu.

Seperti diberitakan AFP, Minggu (22/1/2012), 15 tentara itu diculik pada akhir bulan lalu setelah sebuah serangan di malam hari di pos pemeriksaan. Tujuh wilayah kesukuan di dekat perbatasan Afghanistan diduga memiliki hubungan dekat dengan kelompok Taliban dan Al-Qaeda.

Video yang berdurasi 2.38 menit itu memperlihatkan para tentara itu dengan mata terikat sambil duduk berbaris di sebuah bukit. Tangan mereka terikat ke belakang dan diapit oleh dua orang bersenjata yang mengenakan topeng.

Seorang tentara yang menyebutkan namanya sebabagi Babar Khan, mengatakan mereka ditangkap dalam sebuah serangan di pos mereka pada malam hari.

Dalam video itu, seorang komandan Taliban yang tidak dikenal dengan mengenakan jaket kulit muncul dan mengatakan kelompok itu hendak melakukan balas dendam atas pembunuhan 12 pejuang Taliban di distrik Khyber.

"Kami memperingatkan pemerintah Pakistan untuk menghentikan pembunuhan kepada orang-orang kami yang telah mereka ditangkap dan jika mereka terus melakukannya maka Taliban akan (membunuh) mereka seperti ini," katanya sambil menembak para prajurit yang ditangkap dengan menggunakan senapan Kalashnikov.

Milisi yang lain ikut juga menembak pasukan tersebut.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(fiq/anw)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 30/04/2015 21:33 WIB
    Kepala BNP2TKI Nusron Wahid: TKI Harus Jalani Psikotes
    Kepala BNP2TKI Nusron Wahid: TKI Harus Jalani Psikotes Eksekusi mati terhadap dua tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi memang bukan yang pertama kali terjadi. Namun Kepala BNP2TKI Nusron Wahid justru menilai sia-sia protes terhadap pemerintah Arab Saudi terkait notifikasi eksekusi mati. Menurut dia, yang seharusnya diubah adalah aturan di Indonesia.
ProKontra Index »

Atasi Prostitusi, Tiru Swedia yang Hukum Pembeli Jasa dan Germo PSK!

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan RI harus belajar dari Swedia untuk mengatasi prostitusi. Swedia melegalkan PSK namun mengkriminalkan mereka yang membeli jasa PSK dan germo yang menjual PSK. Bila Anda setuju usulan Mensos Khofifah, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%