Jumat, 20/01/2012 15:54 WIB

Curi Bokong Patung Saddam Hussein, Pria Inggris Ditahan

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Nigel Ely & potongan bokong patung Saddam Hussein (AFP)
London - Kepolisian Inggris menahan seorang pria berusia 66 tahun yang diduga terkait pencurian potongan patung tembaga Saddam Hussein. Potongan yang ternyata merupakan bagian bokong patung mendiang mantan presiden Irak itu dibawa ke Inggris secara ilegal pasca perang Irak.

Pria tersebut ditahan karena melanggar Iraq Sanctions Order tahun 2003, yang melarang pemindahan properti kebudayaan bangsa secara ilegal. Yang dimaksud properti kebudayaan tersebut adalah benda-benda yang memiliki nilai arkeologi, sejarah, budaya, dan keagamaan.

Kepolisian Derbyshire yang melakukan penahanan masih merahasiakan identitas pria tersebut. Namun dikabarkan pria tersebut bebas dengan jaminan sambil menunggu penyelidikan lebih lanjut.

Menurut Kepolisian, pria yang ditahan tersebut terkait dengan sebuah perusahaan yang berusaha mencari pembeli bagi souvenir langka tersebut. Demikian seperti dilansir oleh AFP, Jumat (20/1/2012).

Sementara itu, diketahui bahwa potongan patung Saddam yang berukuran 60 cm diambil oleh seorang mantan tentara elit militer Inggris dari resimen Special Air Service (SAS) bernama Nigel 'Spud' Ely. Ely mengambil potongan tersebut setelah patung tersebut dirobohkan oleh tentara AS setelah Saddam lengser.

Tahun 2011 lalu, Ely diketahui telah melelang potongan bagian bokong patung Saddam tersebut. Namun sayangnya dia gagal mencapai harga yang ditargetkan, yakni 250 ribu poundsterling (Rp 3,4 miliar).

Atas tindakannya tersebut, Ely kemudian dimintai keterangan oleh polisi. Dia diberi peringatan jika menjual atau merusak potongan pantat tembaga tersebut, bisa dikenai pidana. Namun, penahanan pria terkait potongan patung tersebut cukup mengejutkan Ely.

"Ini seperti Anda memiliki potongan Tembok Berlin -- itu merupakan bagian dari sejarah, tapi bukan properti kebudayaan," ucap pria berusia 52 tahun ini.

Ditegaskan dia, potongan pantat tembaga tersebut diberikan oleh tentara AS kepadanya ketika Baghdad dikuasai oleh AS. "Bagaimana bisa benda itu diklasifikasikan sebagai properti kebudayaan padahal yang mendirikannya adalah seorang tiran terbesar setelah Attila the Hun?" tandas Ely.



Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(nvc/ita)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
37%
Kontra
63%