detikcom
Jumat, 20/01/2012 14:35 WIB

LPSK Siap Lindungi Anggota DPRD Pelapor Kasus Korupsi Seluma

Fajar Pratama - detikNews
Jakarta - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) telah menerima permohonan perlindungan dari 10 anggota DPRD Kabupaten Seluma, Bengkulu. Para anggota dewan itu melapor setelah menerima ancaman terkait kasus suap yang dilakukan Bupati Seluma, Murman Effendi.

"Seluma ini baru koordinasi. Masih sebatas pendampingan, karena di sana (Seluma) maximum security kan sama Polda Bengkulu atas permintaan KPK," ujar anggota LPSK, Lili Pantauli kepada wartawan di kantor KPK, Jl Rasuna Said, Jaksel, Jumat (20/1/2012).

LPSK, lanjut Lili, belum berencana menempatkan kesepuluh anggota DPRD Seluma ke safe house. Sejauh ini, para whistle blower kasus Murman itu hanya diberikan pengawalan saja.

Menurut Lili, pihak yang mengancam kesepuluh legislator Seluma belum teridentifikasi. Ia juga tidak bisa memastikan apakah pihak peneror berasal dari kubu Murman Effendi yang kini telah berstatus sebagai terdakwa.

"Tadi nggak disebut (pihak pengancam). Itu kan soal kekeluargaan kita nggak sampai nanya soal nama," pungkas Lili.

Dalam kasus ini, Bupati Seluma, Murman Effendi didakwa memberi suap berupa cek kepada 27 anggota DPRD Seluma pada Maret hingga April 2011 oleh jaksa KPK. Suap diduga terkait pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kabupaten Seluma tahun 2010 tentang pengikatan dana anggaran pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang dibiayai dengan APBD tahun jamak.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(fjp/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
63%
Kontra
37%