Detik.com News
Detik.com
Kamis, 19/01/2012 15:15 WIB

Terjadi Sweeping Karyawan untuk Ikut Demo di Kawasan EJIP Cikarang

Nala Edwin - detikNews
Terjadi Sweeping Karyawan untuk Ikut Demo di Kawasan EJIP Cikarang Foto Ardi Suryadi (pembaca)
Jakarta - Demo ribuan buruh di kawasan industri EJIP Cikarang, Kabupaten Bekasi, masih terus berlangsung. Sempat terjadi sweeping dari para demonstran ke pabrik-pabrik di kawasan industri itu untuk meminta agar para buruh ikut demonstrasi.

"Sempat terjadi sweeping ke pabrik-pabrik untuk meminta agar para buruh ikut demo," kata Ahmad Rifqi, salah seorang pekerja di kawasan industri Cikarang melalui Info Anda detikcom, Kamis (19/1/2012) pukul 15.05 WIB.

Ahmad mengatakan, meski ada sweeping tapi tidak ada keributan di kawasan tersbut. Hingga kini para buruh masih memadati kawasan industri Cikarang. "Semua ikut demo, jadi kawasan industri lumpuh total," katanya.

Informasi yang sama diungkapkan Veno. Menurutnya banyak pabrik yang disweeping dan pegawainya diminta ikut berdemo. "Kalau tidak mau, ikut dirusak pabriknya," katanya melalui Info Anda detikcom.

Menurut motor demo "Buruh Bekasi Bergerak", pada hari Minggu, 15 Januari 2012 telah berlangsung musyawarah bersama antara DPK Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kab Bekasi dengan Serikat Pekerja (SPSI, FSPMI, GSPMII, SPN, FSBDSI) di Hotel Grand Sahid dan menghasilkan kesepakatan-kesepakatan yaitu:

DPK Apindo Kab Bekasi mencabut gugatannya nomor 128/G/2011/PTUN-BDG tertanggal 20 Desember 2011 di PTUN Bandung pada hari kamis tanggal 19 Januari 2012 dan SP/SB sepakat untuk membatalkan rencana aksi demonstrasi tanggal 16 s/d 19 Januari 2012 dengan mencabut surat pemberitahuan aksi unjuk rasa ke Polresta Bekasi. Namun hari ini, ternyata Apindo tidak mencabut gugatannya ke PTUN Bandung sehingga buruh bergerak.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(nal/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%