Detik.com News
Detik.com
Kamis, 19/01/2012 14:21 WIB

Lawan Apindo, Belasan Ribu Buruh Demo di Cikarang

Anwar Khumaini - detikNews
Lawan Apindo, Belasan Ribu Buruh Demo di Cikarang Foto: Andri/pembaca
Bekasi - Belasan ribu buruh di kawasan industri di Cikarang, Bekasi, berkumpul di perempatan EJIP Lippo Cikarang. Mereka melakukan aksi menentang Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang menggugat keputusan Gubernur Jawa Barat terkait Upah Minimum Kabupaten (UMK).

Menurut salah seorang karyawan yang juga ikut aksi, Andri, massa mulai berkumpul sejak pukul 12.00 WIB. Mereka sudah siap-siap untuk melakukan aksi sejak pukul 11.00 WIB.

"Kita sekarang berkumpul di perempatan Egip. Jumlah massa sudah belasan ribu orang. Hampir semua karyawan di kawasan ini ikut aksi," kata Andri saat dihubungi detikcom, Kamis (19/1/2012) pukul 13.30 WIB.

Andri menyebutkan, mayoritas peserta aksi mendapat izin perusahaan. "Sebelum aksi, kita tadi meeting dulu dengan manajemen. Dan kita diperbolehkan," imbuhnya.

Menurut salah seorang pembaca detikcom, Eko Prangg, akibat aksi demo ini menyebabkan kawasan Lippo Cikarang macet total.

"Perempatan Lippo Cikarang Macet total siang ini karena demo dari seluruh buruh di tiga kawasan industry : EJIP, HYUNDAI dan Delta Silicone. Rencananya demo akan terus berlanjut dan merembet ke kawasan Industri Jababeka dan MM2000," kata Eko melalui surat elektronik yang dikirimkan ke redaksi detikcom.

Buruh dan Apindo bersengketa dalam penetapan UMK Bekasi, terutama terkait rencana Apindo Bekasi yang menggugat keputusan Gubernur melalui SK NO.561/Kep.1540-Bansos/2011 yang menetapkan UMK Bekasi sebesar Rp 1.491.866,-,Upah kelompok II Rp 1.715.645,- dan Kelompok I Rp 1.849.913,- melalui Pengadilan Tata Usaha Negara atau PTUN Bandung.

Para buruh berencana menggelar aksi pada tanggal 16-19 Januari 2012. Namun rencana tersebut batal karena sudah tercapai kesepakatan antara buruh dan Apindo. Tapi ternyata, hari ini kesepakatan tersebut dilanggar oleh Apindo, yang tetap menuntut UMK ke PTUN Bandung, Jawa Barat.


(anw/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%