Rabu, 18/01/2012 08:29 WIB
Kemampuan Tank Leopard 2A6 Ungguli M1A2 Abrams & Challenger 2
Sejak perang dunia kedua, tank-tank buatan Jerman sudah ditakuti tentara sekutu. Salah satu tumpuan kekuatan Hitler terletak pada kekuatan lapis baja, dengan tank kelas berat sebagai salah satu intinya. Hal ini terus berlangsung hingga sekarang. Jerman menjadi salah satu kiblat alutsista dunia.
Karena itu tidak mengherankan jika situs www.military-today.com dan beberapa situs militer dunia mendudukan Tank Leopard 2A6 sebagai salah satu MBT terbaik di dunia. Tank ini mengungguli M1A2 Abrams, Challenger 2 and Leclerc dari segi mobilitas, proteksi dan daya hantam kanon. Tidak salah jika Jerman, Kanada, Yunani, Belanda, Portugis dan Spanyol menggunakan tank ini sebagai andalan.
Lapisan pelindungnya menggunakan campuran lapis baja terbaru yang diklaim mampu menghentikan proyektil peluru.
Sementara untuk senjata, Leopard mengandalkan kanon Rheinmetall berkaliber 120 mm. Akurasi tembakannya lebih baik dari pendahulunya, Tank 2A5. Setiap tank bisa membawa hingga 42 peluru kanon. Selain itu, tank ini dilengkapi dua senapan mesin 7,62 mm.
Leopard 2A6 berbobot 62 ton dan dioperasikan 4 awak. Masing-masing bertugas sebagai komandan tank, penembak, pengisi peluru, serta pengemudi.
Tank ini mampu mendaki hingga kemiringan 60 derajat dan melewati halangan vertikal dan melaju hingga 72 km. Cukup lincah untuk ukuran MBT. Daya jelajahnya mencapai 550 Km.
Di medan tempur, tank ini benar-benar menjadi monster lapis baja yang akan melumat tank-tank lain.
Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", pukul 16.30 WIB, hanya di Trans TV.
(rdf/fiq)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
4.564 Siswa Tak Lulus UN di Sumut
1,926 share this. -
Napi Tato Tweety Jual Sabu: Di Penjara Tak Ada yang Gratis
685 share this. -
Demi Hidup Mewah, Pegawai Bank Rela Alih Profesi Jadi Pengedar Sabu
485 share this. -
PPATK Siap Bantu KPU Awasi Dana Pemilu
447 share this. -
Jokowi Lantik Pejabat Eselon II DKI Jakarta, Siapa Tergusur?
379 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Jumat, 24/05/2013 12:17 WIB
Kepsek: Darin Selektif Berteman, Orang Tuanya Sangat Protektif
-
Jumat, 24/05/2013 12:15 WIB
Sidang Bioremediasi Chevron
Ahli ITB: 14 Hari Bukan Ukuran Keberhasilan Bioremediasi
-
Jumat, 24/05/2013 12:08 WIB
Siswi SMA Dirawat di RS Setelah Diperkosa 3 Teman Lama
-
Jumat, 24/05/2013 12:01 WIB
Apa PKS Berani Benar-benar Keluar Koalisi?
-
Jumat, 24/05/2013 12:00 WIB
BPK Percepat Penghitungan Kerugian Negara dalam Proyek Hambalang
-
Jumat, 24/05/2013 11:39 WIB
Kepsek Tak Tahu Darin Dinikahi Luthfi Hasan
-
Jumat, 24/05/2013 11:21 WIB
Kepsek: Darin Penampilannya Biasa, Pernah Tunggak SPP 6 Bulan
-
Jumat, 24/05/2013 10:29 WIB
3 Kisah 'Jatuh Bangun' Darin Menggapai Kelulusan Sekolah
-
Jumat, 24/05/2013 11:07 WIB
Kepsek: Darin Lulus dengan Nilai Bagus
-
Jumat, 24/05/2013 10:45 WIB
Rekeningnya Ada 'Dana' Fathanah, dr Rina: Itu Utang-piutang Rp 1,1 M
-
Jumat, 24/05/2013 11:17 WIB
Suami dr Rina Soal Utang Fathanah: Dia Keluarga, Saya Tak Polisikan
-
Jumat, 24/05/2013 11:03 WIB
Diberi Dokumen Curian oleh Fathanah, Rozi: Saya Tak Tahu itu BAP
-
Jumat, 24/05/2013 09:43 WIB
Beredar Video Pelaku Seret Tentara Inggris yang Dibunuh Sadis di Jalanan
-
582 Komentar
-
363 Komentar
-
220 Komentar
-
216 Komentar
-
207 Komentar
-
145 Komentar
-
140 Komentar
-
136 Komentar
-
Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
MustRead
close
-
Jumat, 24/05/2013 10:39 WIB
3 Kisah 'Jatuh Bangun' Darin Menggapai Kelulusan Sekolah
-
Jumat, 24/05/2013 10:24 WIB
Sefti Akui Pernah Disuruh Fathanah Antarkan Uang untuk Luthfi
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer
















Made Tantrawan (21), mahasiswa Fakultas MIPA UGM memiliki catatan prestasi yang luar biasa. Ia menjadi langganan juara olimpiade internasional dan kini lulus dengan sempurna. Apa resepnya?
Perlawanan para koruptor memang bervariasi. Sejak pertama kali pemberantasan korupsi dilakukan pada permulaan revolusi di Indonesia, tahun 1957, perlawanan sudah terjadi. Perlawanan para koruptor sudah merupakan hukum besi. Hukum perlawanan adalah hukum kemestian.
