Rabu, 18/01/2012 01:08 WIB

Intelijen Norwegia Sebut Islam Radikal Sebagai Ancaman Besar

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Oslo - Dinas intelijen Norwegia, Police Security Service (PST) menyebut Islam radikal sebagai ancaman terbesar di Norwegia sejak beberapa tahun terakhir. PST menyebut kelompok tersebut membenci Norwegia dan rakyat Norwegia.

"Ancaman yang terkait dengan kelompok ini semakin mengkhawatirkan," kata Kepala PST, Janne Kristiansen seperti diberitakan AFP, Selasa (17/1/2011).

"Dalam beberapa tahun terakhir, kita telah melihat bahwa kelompok ini semakin berkembang di Norwegia dan mereka sangat radikal yang menganggap Norwegia dan masyarakat Norwegia sebagai musuh," terang Kristiansen.

Menurut Kristiansen, jumlah ekstremis Islam di Norwegia tetap kecil. Akan tetapi mereka telah memperluas jaringan mereka. Mereka juga merekrut para pemuda ekstrem dan membawa mereka ke kamp-kamp pelatihan dan ke daerah konflik sebelum kembali ke negara Skandinavia itu.

Ancaman dari kelompok-kelompok ekstrem sayap kanan tidak berubah. PST menekankan bahwa gerakan ini akan terus menambah para pengikutnya di tahun 2012.

"Jumlah ekstremis sayap kanan di Norwegia masih rendah. Upaya aktif untuk merekrut ke gerakan anti-Muslim telah gagal hingga saat ini," kata Kristiansen.

Pada 22 Juli tahun 2011, Norwegia dikagetkan oleh serangan ekstremis sayap kanan Behring Breivik Anders, yang mengaku melawan multikulturalisme dan 'invasi Muslim' di Eropa. Breivik meledakkan sebuah bom mobil di luar gedung pemerintah di Oslo dan menewaskan delapan orang.

Breivik kemudian pergi ke pulau Utoeya dan membunuh 69 orang. "Kami khawatir mereka akan meniru hal ini," cetus Kristiansen.

"Setelah 22 Juli, kami melihat peningkatan jumlah ancaman terhadap beberapa anggota pemerintah dan partai politik," tandasnya.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(fiq/rdf)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
36%
Kontra
64%