detikcom
Selasa, 17/01/2012 17:10 WIB

Alphard di Menara Batavia Juga Ringsek Tertimpa Besi Stager

Anes Saputra - detikNews
Foto: Anes/detikcom
Jakarta - Sebuah Toyota Alphard ikut ringsek tertimpa besi yang berjatuhan ke tempat parkir Menara Batavia, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Besi-besi tersebut adalah besi konstruksi (stager) yang digunakan tukang dalam pembangunan gedung yang ada di samping Menara Batavia.

Pantauan detikcom, Selasa (17/1/2012), mobil mewah berkelir hitam ini sudah dievakuasi ke basement Menara Batavia. Mobil bernomor polisi B 262 SRG ini ringsek di bagain kap depan sebelah kiri. Saking kecangnya tertimpa besi, mesin mobil yang teletak di bawah kap sampai terlihat. Kaca depan sebelah kiri mobil ini juga pecah.

Mobil lain yang terkena besi-besi itu adalah Mitsubishi Grandis bernomor polisi B 1586 UFY. Mobil berwarna gelap ini bolong di bagian atapnya. Pintu depan bagian kanan yang teletak di samping sopir juga pecah.

Sebuah mobil Hyundai Trajet juga ringsek di bagian belakangnya. Kaca belakang mobil berwarna abu-abu itu pecah. Selain itu sebuah Kijang Innova hitam bernopol B 1649 XE juga pecah kaca di bagian depan dan belakangnya.

Unen, salah seorang sopir mobil Toyota yang tertimpa besi mengatakan, saat terjadi kecelakaan itu dia sedang tidur. Tiba-tiba saja terdengar suara keras yang membuat dia lompat ke bagian kursi belakang mobil bernomor polisi B 2727 ZB yang ditumpanginya.

"Ada 12 mobil yang terkena besi, tapi sudah dievakuasi," katanya.

Unen mengatakan, mobil yang dikendarainya tidak bisa dievakuasi karena radiatornya rusak terkena besi stager yang jatuh. "Mobilnya tidak jalan karena radiatornya rusak," katanya.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(nal/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%