Selasa, 17/01/2012 15:07 WIB
Pemerintah Didesak Usut Kematian TKW Yani & Juju
Jenazah keduanya dipulangkan ke Tanah Air pada 12 Januari lalu. Yani dinyatakan meninggal oleh otoritas negara penerima karena penyakit epilepsi. Penyakit yang katanya membuat perempuan 39 tahun asal Kabupaten Bandung itu sering membentur-benturkan dirinya sehinga tubuhnya memar dan luka.
"Pemerintah jangan hanya mengamini pernyataan dari Saudi. Sebab ini banyak luka-lukanya. Jangan mengamini saja kalau Yani ini meninggal karena epilepsi. Seharusnya klarifikasi ke keluarga Yani, yang bersangkutan punya epilepsi tidak. Karena menurut keluarga, Yani tidak menderita epilepsi," tutur staf advokasi Migrant Care, Nurharsono, kepada detikcom, Selasa (17/1/2012).
Dia menyayangkan pemerintah hanya memulangkan jenazah Yani dan menerima begitu saja penjelasan dari pihak Saudi. Padahal ada kejanggalan dalam kematian itu. Apalagi dulu sebelum berangkat ke Saudi, Yani sempat menjalani medical check up dan dinyatakan sehat. Nur khawatir jika hal ini dibiarkan, akan muncul Yani-Yani lainnya.
"Nanti ada TKW kita yang dianiaya tapi disebut menganiaya diri sendiri. Jangan sampai kasus kekerasan pada TKI kita terulang," lanjut Nur.
Tidak hanya itu, Yani dikabarkan meninggal sejak 22 November 2010. Namun jenazahnya tiba di Tanah Air setahun setelahnya. Nur berharap pemerintah dapat bekerja lebih cepat dalam mengusut kasus kematian dan kekerasan pada TKI dan dalam pemulangan yang bersangkutan.
"Jangan sampai Yani jadi tumbal," harapnya.
Sedangkan TKW Juju Juwanah yang juga dipulangkan pada 12 Januari lalu, dikabarkan meninggal pada 28 September 2011. Ada yang janggal terkait informasi penyebab kematian Juju. Surat dari Kemlu mengatakan Juju meninggal karena melarikan diri dari lantai 3 rumah majikan dengan menggunakan seprei. Sedangkan surat dari KJRI Jeddah mengatakan Juju meninggal karena gagal jantung.
"Kenapa bisa ada satu orang meninggal informasi penyebab kematiannya berbeda. Seharusnya ada informasi yang jelas pada keluarga," sambung Nur.
Situs Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) menyebut klaim asuransi kematian untuk Juju telah dibayarkan senilai Rp 55 juta. Gaji TKW asal Majalengka ini yang sebesar 800 riyal pada 20 Desember 2011 sudah ditransfer oleh majikannnya melalui rekening Subdit Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja di Luar Negeri (PPTKLN) Kemnakertrans.
BNP2TKI menyatakan Juju meninggal karena sakit gagal jantung dan gagal saluran pernapasan, setelah sebelumnya dirawat di Rumah Sakit King Fahd, Taif, Arab Saudi.
Sedangkan klaim asuransi kematian Yani masih diurus. Gajinya sebesar 4.800 Riyal oleh majikannya sudah ditransfer pada 16 Oktober 2011 melalui rekening Subdit PPTKLN Kemnakertrans.
Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV
(vit/nrl)
Baca Juga
Twitter Recommendation
-
Singapura 'Dikepung' Asap dari Indonesia, Menhut: Kita Terus Berusaha!
479 share this. -
Gantikan Bajaj Butut, Pemprov DKI Siapkan Bajaj Listrik Swedia
301 share this. -
PNS di Ciamis Diciduk Polisi Saat Hisap Ganja
300 share this. -
Langkah Jokowi Batasi Jam Kelab Malam Diapresiasi KPAI
266 share this. -
Tahun Depan PRJ Lebih Baik Diadakan di 5 Kota Madya DKI Jakarta
245 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Kamis, 20/06/2013 11:19 WIB
3 Menteri PKS Belum Dipanggil Khusus oleh SBY
-
Kamis, 20/06/2013 11:16 WIB
Sempat 'Dihukum' KPK, Sefti Kini Jenguk Fathanah Lagi
-
Kamis, 20/06/2013 11:10 WIB
Tifatul: Soal PKS Kita Serahkan pada Allah
-
Kamis, 20/06/2013 11:03 WIB
Sidang Kasus Cebongan
Cerita Salah Jawab Serda Ucok 'Sang Eksekutor' Penyerangan LP
-
Kamis, 20/06/2013 11:02 WIB
Ini Titik Sebaran Hotspot yang Sebabkan Asap ke Singapura
-
Kamis, 20/06/2013 09:53 WIB
Ini Nih Bangku Taman yang Dipasang Jokowi di Thamrin-Sudirman
-
Kamis, 20/06/2013 10:28 WIB
Ini Nama 12 Prajurit Kopassus dan Peran dalam Penyerangan LP
-
Kamis, 20/06/2013 10:02 WIB
Sepanas Apa Hubungan Bro Tifatul dan Kubu Anis Matta?
-
Kamis, 20/06/2013 10:55 WIB
Sindiran Kocak Jokowi untuk Metromini dan Kopaja Buluk
-
Kamis, 20/06/2013 09:45 WIB
Massa Unjuk Gigi di Dilmil: Hidup Kopassus!
-
Kamis, 20/06/2013 10:24 WIB
Jubir SBY: Koalisi dengan PKS Selesai
-
Kamis, 20/06/2013 10:48 WIB
PKS Siap Kehilangan Kursi Menteri? Tifatul: Itu Sudah Basi
-
Kamis, 20/06/2013 10:20 WIB
Kuda Tabrak Truk di Tol Slipi, 1 Orang Tewas dan 4 Luka
-
431 Komentar
-
356 Komentar
-
223 Komentar
-
201 Komentar
-
195 Komentar
-
193 Komentar
-
183 Komentar
-
178 Komentar
-
Rabu, 19/06/2013 14:22 WIB
Penerus Mega di PDIP
Effendi Simbolon Buka-bukaan Soal Prospek Politik Prananda dan Puan
Prananda dan Puan Maharani disebut-sebut disiapkan menjadi penerus tahta Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Anak kedua Mega, Prananda (43), diyakini sebagia pembawa ideologi kakeknya, Bung Karno.
ProKontra
Index »
Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019
Pro
Kontra
MustRead
close
-
Kamis, 20/06/2013 09:57 WIB
Ini Nih Bangku Taman yang Dipasang Jokowi di Thamrin-Sudirman
-
Kamis, 20/06/2013 09:47 WIB
Polusi Asap Capai Level 'Berbahaya' , PM Singapura Gelar Rapat Khusus
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer



_10.gif)










_3.gif)

Mudik selalu dirindukan bagi setiap perantau. Tak terkecuali bagi Dirjen Perhubungan Darat Soeroyo Alimoeso. Beliau curhat tentang dirinya yang tidak pernah mudik dan susahnya mengatur pemudik.
Giatnya Pemerintah memperjuangkan munculnya regulasi (Peraturan Menteri Perindustrian) tentang Low Cost and Green Car (LCGC) bersama-sama DPR-RI membuktikan bahwa Pemerintah sekarang tidak pro angkutan umum.

