detikcom
Senin, 16/01/2012 17:37 WIB

Badan Kehormatan akan Kaji Seluruh Proyek di DPR

Mega Putra Ratya - detikNews
Jakarta - Badan Kehormatan (BK) DPR akan mengkaji seluruh proyek-proyek yang dilakukan di rumah wakil rakyat. Hal itu dilakukan untuk menghindari dugaan penyelewengan dalam setiap proyek yang dilakukan.

"Kita akan lakukan kajian-kajian termasuk mekanisme dan prosedur semua proyek-proyek di DPR," ujar Ketua BK, M Prakosa, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (16/1/2012).

BK akan melakukan pertemuan-pertemuan lanjutan dengan pihak yang terkait yakni Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) dan Sekretariat Jenderal DPR. Selanjutnya hasil temuan BK akan dilaporkan kepada pimpinan DPR.

"Ini rapat pertama. Rapat dengan BURT itu, kita tidak hanya tanyakan masalah ruang Banggar, semuanya (proyek lain) kita tanyakan," jelas mantan menteri kehutanan era Presiden Megawati ini.

Sejumlah proyek di DPR menjadi sorotan publik karena pengeluaran anggaran yang dinilai terlalu besar. Proyek-proyek itu di antaranya renovasi ruang Banggar DPR, renovasi toilet, renovasi prakir motor, papan selamat datang DPR, anggaran makan rusa dan biaya perawatan gedung DPR.



(mpr/lrn)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel