Senin, 16/01/2012 16:59 WIB

Dituduh Korupsi Rp 500 ribu, Pengadilan Tipikor Bandung Vonis Bebas

Tya Eka Yulianti - detikNews
Halaman 1 dari 2
ilustrasi (ari saputra/detikcom)
Bandung - Kepala Desa Linggar, Rancaekek, Bandung, Yoyo Riyadi, diputus lepas dari segala tuntutan hukum atau ontslag van rechtsvervolging oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Bandung. Sebelumnya, ia dituntut 1 tahun penjara oleh JPU atas dakwaan dugaan korupsi yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 500 ribu.

Majelis hakim yang diketuai Azharyadi Priakusumah itu menyatakan bahwa dakwaan atas Yoyo terbukti namun bukan merupakan tindak pidana.

"Dengan ini mengadili dan menyatakan bahwa dakwaan terbukti tapi bukan tindak pidana. Karena itu majelis hakim melepaskan terdakwa dari segala tuntutan atau ontslag," ujar Azharyadi dalam pembacaan putusannya di ruang sidang I Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan RE Martadinata, Senin (16/1/2012).

Sebelumnya JPU menuntut Yoyo dengan hukuman penjara selama 1 tahun pernjara. Namun melihat dari fakta-fakta persidangan dan alasan pembenar atau pemaaf, majelis hakim pun akhirnya membebaskan Yoyo.

Kasus ini bermula saat Yoyo yang menjabat sebagai Kepala Desa Linggar melakukan kegiatan dari dana perimbangan sebesar Rp 112 juta dan dari Program Penguatan Pembangunan Prasarana Desa (P4) tahun 2009 sebesar Rp 216 juta. Dana tersebut diberikan oleh Pemkab Bandung dari APBD dimana sebelumnya diajukan proposal pengajuan.

Dalam proposal tersebut disebutkan rencana penggunaan anggaran yang akan dilakukan. Namun pada praktiknya, dari dana yang diberikan tersebut, Rp 38 juta di antaranya dinilai disalahgunakan. Karena Yoyo mengalihkan penggunaannya untuk kegiatan lain yang tidak sesuai dalam rencana sebelumnya.

"Bahwa benar, ada sebagian dana alokasi tahun 2009 yang tidak dilaksanakan seperti perencanaan yang dicantumkan," kata Azharyadi membacakan fakta persidangan.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(tya/asp)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%
MustRead close