detikcom

Para Jenderal di Wisma Bakrie

Jenderal (Purn) Fachrul Razi: Saya Masuk Partai Cari Makan Saja Ha Ha Ha

M. Rizal - detikNews
Senin, 16/01/2012 15:22 WIB
Jakarta Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi mengakui memang ada pertemuan para pensiunan jenderal di gedung Wisma Bakrie. Pertemuan bahkan digelar setiap hari, setiap makan siang.

Tapi pertemuan di lantai 17 gedung di Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan itu lebih banyak untuk membicarakan bisnis. Maklum, di antara beberapa mantan jenderal ini adalah pendiri PT Toba Sejahtera, yang berkantor di gedung itu.

“Kita juga sering ngobrol lainya, termasuk politik. Kita juga sering kasih masukan Pak Ical, juga siapa pun, termasuk Pak Presiden. Karena orang Golkar tahu kita kasih masukan Pak Ical, kami dibilang tim sukses Ical, padahal tidak," kata mantan Wakil Panglima TNI itu.

Berikut wawancara M Rizal dari majalah detik dengan Fachrul Razi di kantornya, di gedung Wisma GKBI, Jl Sudirman, Jakarta:

Ada kabar para purnawirawan TNI mendukung pencapresan Aburizal Bakrie. Apakah benar?

Kalau saya lihat, (para jenderal) di luar Partai Golkar belum ada yang menjadi tim sukses. Tidak ada tim pemenangan dari luar Golkar, jadi (jenderal) itu masih dari internal Golkar.

Kami diisukan juga, tapi kami tidak melakukan itu. Kami memang sering kumpul di gedung Wisma Bakrie, tapi itu kan karena kami menyewa sementara (di gedung itu). Karena, kami sedang membangun gedung untuk kantor kami dan baru jadi pada 2013 nanti. Jadi, kami tidak ada kaitan dengan tim suskes Pak Ical.

Tapi beberapa politisi Golkar membenarkan purnawirawan TNI berkumpul dan membuat tim pemenangan Ical?

Itu begini, seperti saya pernah informasikan. Setiap makan siang memang makan siang di tempat kami. Selalu ada saja yang ikut gabung, mulai dari tokoh-tokoh partai politik, birokrasi, eksekutif, legislatif duduk makan siang, ngobrol sana-sini. Jadi yang datang darimana saja, dari LSM, menteri dan kepala daerah. setiap makan siang ada saja yang gabung.

Saat itu ngobrol apa saja, ngobrol bisnis, ekonomi, nasional, politik dan lain-lain. Nah, di situ selalu saja ada temuan-temuan. Temuan-temuan itu kita sampaikan lagi kepada siapa saja yang berkepentingan menerimanya. Termasuk ke Pak Ical, juga Pak SBY.

Jadi mungkin orang di Partai Golkar melihat kita memberikan masukan ke Pak Ical, kita dibilang tim sukses Pak Ical. Padahal semua kita kasih masukan.

Ya kita selalu bertemu dan saat makan siang di kantin kami di PT Toba Sejahtera, di Wisma Bakrie itu. Perusahaan kami yang dirintis sejak 7 tahun lalu juga tidak ada sama sekali hubungan dengan Pak Ical, apalagi soal investasi.

Memang untuk lapisan pertama di PT Toba Sejahtera itu kebanyakan para mantan jenderal semua. Tapi untuk menjalankan usaha, atau lapisan dua kita ambil dari para profesional semua.

Alhamdulillah, perusahaan ini sudah besar, tapi tidak selevel perusahaan Pak Ical. Purnawirawan yang ada diperusahaan ini, yang jenderal bintang empat ada Pak Luhut Panjaitan, saya dan Pak Subagyo HS. Jenderal bintang tiga ada Pak Johny Lumintang, Pak Suaidi Marasabessy, dan bintang dua banyak. Tapi di lapisan dua semua diisi profesional, ada dari luar negeri juga, makanya cepat maju.

Setiap makan siang, bisa dikatakan cuma paling sebulan sekali atau sebulan dua kali, kalau kita tidak ada tugas luar ngumpul. Tapi pada umumnya setiap hari kita ngumpul.

Kenapa banyak orang parpol yang ikut juga?

Namanya juga pertemanan. Wartawan juga ada yang sering datang, orang hukum, LSM, menteri, kita terbuka, silakan saja datang. Pada saat ngomong kan macam-macam, ada tokoh agama, tokoh LSM. Kita beri masukan kepada yang berkepentingan.

Lantas kenapa muncul isu mantan purnawirawan berada di balik Ical?

Ndak itu, tidak pernah ada kelihatan Pak Ical. Memang ada istilah Tim Begawan, ini yang ingin saya luruskan. Begawan itu Tim Outbound yang dikelola sejumlah anak muda yang memang memiliki potensi besar di sejumlah bidang. Nah, beberapa tahun lalu mereka minta Pak Luhut menjadi pembinanya. Karena itu dilihat orang-orang muda yang berpotensi, Pak Luhut mau membinanya.

Bahkan, ada beberapa anak outbound ini yang diambil sama Pak Luhut, ada yang bagus di bidang psikologi disalurkan ke bagian psikologi TNI AD, bagian penataan sistem latihan lapangan dan lain-lain. Nah, kebetulan dalam beberapa kali event, Golkar pernah memakai Tim Begawan ini.

Nah, kami memang pernah buat kajian-kajian politik, tapi bukan untuk parpol tertentu. Hasil kajian ini kita kasihkan sebagai masukan ke Pak SBY juga. Saat ketemu presiden, kita sampaikan, kita ada hasil survei independen, ya silakan. Lalu ada orang Golkar tahu, lalu kita kasih masukan Pak Ical berarti kita tim Pak Ical, tidak. Kita kasih masukan siapa saja.

Untuk diketahui, di PT Toba Sejahtera itu ada beberapa mantan jenderal dari parpol tertentu. Pak Suaidi Marasabessy itu kan Dewan Pembina Partai Demokrat, Pak Subagyo HS di Hanura, bahkan beberapa teman lainnya dulu bekas Tim Skoci Pak SBY.

Lalu dengan adanya informasi seperti ini kita terusik juga. Loh, nggak enak dong, seolah-olah kami menjadi tim suskes Pak Ical. Padahal saya, misalnya Pak Suadi di Demokrat, makanya minggu lalu saya sempat luruskan kepada sejumlah media.

Saya juga dulu pernah di Hanura sampai Pak Wiranto mencalonkan diri sebagai capres, setelah itu saya tidak di Hanura lagi. Sekarang saya masuk partai cari makan saja. Hahaha...

Pandangan para purnawirawan soal kondisi saat ini bagaimana?

Begini, waktu kita ketemu Pak SBY, kita sering dipanggil Bang. Bang, saya merasa banyak kurangnya, lalu kita bilang ya memang banyak kurangnya. Ya iyalah, terlepas dari semua manusia banyak kekurangannya.

Mungkin sekarang ekonomi unggul, tapi plus minusnya ada. Pak SBY juga akui itu, kami sependapat. Tapi kami berpikir bahwa selesaikan masa periode ini dengan maksimal. Beliau katakan itulah yang saya lakukan.

Apa masukan untuk Ical?

Ya, hampir sama masukannya. Pak, hasil survei independen kami seperti ini, situasi politik seperti ini, bagaimana menjaga situasi ini sampai 2014 mendatang, bagaimana meredam gejolak-gejola yang tak perlu ada.


(iy/nrl)

Dapatkan ulasan lengkap mengenai laporan & investigasi Majalah Detik melalui iPad dan Android tablet Anda
     

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Laporan KhususTerbaru Indeks Laporan Khusus »
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel