Senin, 16/01/2012 15:01 WIB

ABK 'Titanic' Asal RI Dikirimi Mi Instan & Makanan Indonesia

Nurvita Indarini - detikNews
Foto: Reuters
Jakarta - 170 Warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi anak buah kapal (ABK) kapal Costa Concordia selamat dari musibah. Mereka kini ditampung di beberapa hotel daerah Grosetto, Italia. KBRI di Roma mengirimi mereka makanan kering buatan Indonesia.

"Kami bantu mereka dengan membawakan makanan dari Indonesia, seperti mi instan dan biskuit. Kami juga bawakan pakaian," ujar Minister Counsellor Penerangan KBRI Roma, Musurifun Lajawa, kepada detikcom, Senin (16/1/2012).

Menurut dia, makanan buatan negeri sendiri diharapkan membuat keadaan ABK yang sempat kaget lantaran kecelakaan kapal itu semakin membaik. Memakan makanan buatan negeri sendiri membuat para ABK itu senang.

"Mereka senang dan menghargai itu. Memang perusahaan sudah menjamin makanan dan pakaian, tapi apa yang kami berikan ini adalah wujud empati untuk meringankan bebannya. Mereka sangat menghargai," sambung Musurifun.

Pihak KBRI saat ini juga tengah menyiapkan penggantian paspor para ABK RI yang hilang di laut, dengan menerbitkan surat perjalanan laksana paspor (SPLP). Semalam, menurut Musurifun, KBRI telah mengambil foto semua ABK RI.

"Semalam kami sudah ambil foto mereka dan pengisian formulir. Kita proses buku (SPLP) itu. Karena jarak antara Roma-Grosetto butuh waktu. Ini saya kira tidak akan makan waktu lama. Beberapa hari bisa selesai," lanjut dia.

Musibah terjadi pada Jumat 13 Januari 2011 saat makan malam. Ketika kapal menabrak karang, orang-orang berebutan menyelamatkan diri. Hingga Minggu tengah malam Waktu Eropa Tengah atau Senin (16/1) pagi WIB dipastikan 5 orang tewas dan 15 lainnya hilang dalam musibah tersebut. Kapal pesiar tersebut mengangkut 4.229 penumpang, 1.000 di antaranya kru yang mayoritas berasal dari Asia.

(vit/nrl)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
      15 Tahun Reformasi
      Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
      Gb Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    88%
    Kontra
    12%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    MustRead close